Currently viewing the category: "Catatan"

Self Governance

On 23 January 2011 By gontor

Santri dituntut untuk hidup mandiri, tidak tergantung pada orang lain. Ia harus bisa mengatur jadwal, aktivitas, pola hidup bahkan finansialnya sendiri. Sejak bangun tidur hingga malam menjelang tidur kembali, ia adalah pemberi putusan atas dirinya sendiri. Santri yang terlambat ataupun tidak hadri dalam suatu kegiatan misalnya, adalah contoh dari kurangnya self governance, kemampuan untuk mengatur [...]

Lanjut..

Oase Gontor 2002

On 22 January 2011 By gontor

Anak-anakku… Bahwa di Gontor dilatih membagi pikiran, perasaan, waktu, tenaga maka berbahagialah orang yang terampil dalam membagi hal ini, di samping keterampilan-keterampilan bermuamalah ma’a naas dan bermualamah ma’a Allah serta bermuamalah dengan diri kita sendiri. Sudah cukup pendidikan yang kita berikan, latihan yang telah kita latihkan, pengalaman yang telah dialami, namun tergantung juga daya serapmu [...]

Lanjut..

Mendidik Kehidupan Secara Utuh

On 21 January 2011 By gontor

Tuntunan dan tanggung jawab Islam terhadap pribadi, keluarga dan masyarakat berangkat dari rujukan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sandaran terpenting dalam pembinaan dengan prioritas  tenaga yang dilatih profesional, idealisme teguh, penuh dedikasi, berjiwa kepesantrenan, agar tidak menjadi orang asing di negeri sendiri. “Hanya orang-orang pentinglah yang tahu kepentingan”, demikianlah pijakan para kyai. Bila memikirkan masyarakat, pribadi akan [...]

Lanjut..

100%

On 19 January 2011 By gontor

Di Gontor, santri harus nyantrik secara kaafah, 100%, menyeluruh dan total. Nyantrik secara kaafah berarti benar-benar menjadi santri, mempercayai Kyai sebagai pimpinan pondok dan mengikuti seluruh sunnah dan peraturan yang berlaku. Totalitas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Apabila seorang santri hanya setengah-setengah saja dalam thalabu-l-ilmi, maka proses transformasi ilmu dan nilai dari kyai [...]

Lanjut..