MANTINGAN – Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 menggelar Olimpiade Gontor tingkat SD/MI dan SMP/MTs dalam rangka memperingati 100 tahun berdirinya pondok. Kegiatan ini merupakan kontribusi Gontor bagi masyarakat sekaligus sarana memperkenalkan sistem pendidikan holistik pesantren.
Sistem pendidikan di PMDG tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga membentuk mental, akhlak, etos kerja, serta keterampilan santri. Setiap aktivitas dirancang untuk mengembangkan potensi santri secara utuh.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun PMDG Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. menyampaikan bahwa lulusan Gontor memiliki peluang luas melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri. “Jika ingin melanjutkan studi, silakan ke Gontor Putri. Di sana kalian akan menemukan teman dari berbagai daerah yang mengindonesiakan kalian. Jangan hanya berpikir sempit pada lingkungan lokal, jadilah generasi berwawasan kebangsaan,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan bahwa alumni Gontor berkesempatan melanjutkan pendidikan ke mancanegara, seperti Mesir, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, maupun ke berbagai perguruan tinggi dalam negeri. Universitas Darussalam Gontor pun membuka peluang studi lanjutan bagi lulusan KMI, termasuk di Fakultas Kedokteran bagi yang unggul di bidang Matematika dan Biologi.
Berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, olahraga, pidato, keterampilan menjahit, hingga memasak juga menjadi bagian penting dalam pendidikan di pondok. Pada kesempatan itu, juga diresmikan Laboratorium Nisaiyah untuk mendukung pembelajaran keterampilan keputrian santriyah.
Menutup sambutannya, beliau menekankan pentingnya kualitas di era 100 tahun Indonesia. “Pada umur ke-100 tahun Indonesia, taruhannya adalah kualitas. Semua akan bersaing, yang tidak berkualitas akan kalah, sementara yang berkualitas akan berjaya dan sukses. Kompetisi bukan sekadar keramaian, tetapi keberanian menghadapi kemenangan dan kekalahan dengan mental yang terlatih,” pesannya.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.Ad.Ed. berpesan bahwa sejak kelahirannya pada tahun 1926, Pondok Modern Darussalam Gontor berdiri bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, melainkan jalan ibadah. Trimurti Pendiri telah menegaskan: Gontor adalah wasilah ibadah. Prinsip itu diteguhkan kembali dalam Piagam Wakaf 1958 yang berbunyi: mendidik adalah ibadah, dan ibadah adalah mendidik.
Visi Gontor melampaui batas ruang kelas. Pondok ini berikhtiar mencetak ulul albab: manusia berakar pada iman, berilmu luas, sehat jasmani, berakhlak mulia, dan merdeka dalam berpikir. Santri diajak membaca dua kitab sekaligus—al-Qur’an sebagai teks suci dan alam semesta sebagai kitab terbentang tanpa batas.
Cahaya Gontor tidak terbatas pada lingkup internal. Dari Sambirejo, Mantingan, Ngawi, sinarnya menjangkau Nusantara hingga dunia. Seperti mata air yang terus mengalir, Gontor memadukan kearifan lokal dengan cakrawala universal, menghadirkan harmoni antara tradisi dan modernitas, keislaman dan kemanusiaan.

Kepala Bagian Sekretariat Daerah Ngawi, Totok Sudaryanto, M.H., melihat Olimpiade ini sebagai wujud nyata peran Gontor bagi daerah dan bangsa. Lebih dari 400 peserta hadir dari berbagai penjuru, menandakan bahwa spirit Gontor bukan hanya mencetak generasi tangguh dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam nilai-nilai moral.
Olimpiade ini menegaskan komitmen PMDG melahirkan generasi berkualitas, berdaya saing, dan berakhlak mulia, sejalan dengan semangat 100 tahun pengabdian.
(Berita : Afifah, Foto : Aya, Nida, Shofwa, Reviewer : Staf Sekretaris Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 2)
Related Articles :
Final Tadabbur Al-Qur’an HTQ & HHQ Putri Nasional Uji Kualitas Peserta
Semangat Qur’ani Hiasi Hari Kedua HTQ & HHQ Putri Nasional 2025