GONTOR – Kreativitas santri kembali mewarnai langit malam Gontor melalui Santri Century Show (SCS) yang digelar Selasa (23/9) di depan Gedung Laboratorium Sains Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Dari kelas 1 hingga 6, para santri bergantian naik ke panggung, menampilkan karya penuh energi dengan latar dekorasi yang memikat.
Acara ini lahir dari inisiatif murni para santri untuk menyemarakkan rangkaian Olimpiade 100 Tahun Gontor. “Santri Century Show tidak termasuk agenda resmi satu abad Gontor. Tapi demi menambah kemeriahan, kami berinisiatif mengadakan acara ini,” ujar Ziyan Alghassani, Ketua Penanggung Jawab SCS.

Hanya dalam waktu persiapan lima hari, panitia yang terdiri dari santri di berbagai bidang, mulai dari audio visual, event organizing, videografi, hingga desain grafis berhasil menyajikan pertunjukan yang memukau lebih dari 47 kontingen Olimpiade dari berbagai pesantren se-Indonesia.
Ragam penampilan mengisi malam itu meliputi tari tradisional, musik, hingga teater yang membius penonton. Sorak-sorai semakin menggema ketika kelompok Tari Reog Ponorogo tampil gagah. “Beban barong ini lebih dari 50 kilogram. Karena itu olahraga jadi kunci agar bisa maksimal saat tampil,” ujar salah satu siswa akhir KMI 2026 yang tampil.

Lebih dari sekadar hiburan, Santri Century Show menjadi simbol solidaritas lintas daerah. Para santri dari beragam suku dan bahasa bersatu dalam satu panggung, meneguhkan semangat persaudaraan khas Gontor.
Kemeriahan acara turut diapresiasi para tamu. “Seru banget, acaranya sangat apik. Walau datang dari jauh, semua itu terbayar dengan kemegahan malam ini,” kata Syahril Ishaq, peserta kontingen dari Pondok Darul Huda.
(Berita : Faza, Foto : Abhiraj, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)
Related Articles :
Darussalam All Star Show: Pagelaran Apresiasi Seni Santri dalam Semangat 100 Tahun Gontor
Darussalam Art Day : Seni sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter