GONTOR – Setelah resmi dibuka pada Rabu (24/9) lalu, Festival Musik Santri kembali berlanjut pada Kamis (25/9) dengan lomba band yang menampilkan 12 kontingen dari berbagai pondok pesantren di Indonesia. Acara digelar di depan Gedung Laboratorium Sains Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus Pusat, Ponorogo.
Masing-masing kontingen diberi waktu maksimal 15 menit untuk tampil di hadapan delapan dewan juri. Lagu-lagu religi terus berkumandang, berganti dengan penampilan setiap kontingen yang berusaha memberikan kesan terbaik.
Kontingen Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan mendapat giliran pertama dan langsung membangkitkan semangat penonton. Mereka membawakan lagu ‘Takkan Terlupa’ dan ‘Cari Berkah’ karya Wali Band dengan penuh penghayatan.
Salah satu dewan juri, Al-Ustadz Awan Abdusalam, memaparkan kriteria penting yang menjadi kunci utama penilaian. “Utamanya adalah aransemen, harmonisasi, performance, dan lain lain,” tegasnya sebelum acara dimulai.

Kreativitas peserta menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa kontingen membawakan karya orisinal, seperti PMDG Kampus 4 dengan lagu bertajuk ‘Kisah Kita’ dan Pondok Modern Tazakka dengan judul ‘Baskara’. Sementara itu, PMDG Kampus Pusat tampil berbeda dengan menyajikan lagu bernuansa nusantara pada menit-menit awal penampilannya.
Antusiasme penonton pun tak kalah besar. Banyak yang ikut bernyanyi saat mengenali lirik lagu yang dibawakan. Rasya, peserta dari Pondok Modern Al-Mizan yang tampil di urutan kelima, mengaku sempat gugup sebelum tampil. “Awalnya tegang, tapi alhamdulillah setelah tampil lega dan plong,” ujarnya. Ia menambahkan, persiapan yang dilakukan kontingennya berlangsung sekitar dua minggu.
Dewan juri lainnya, Al-Ustadz Hasan Muttaqien, menekankan bahwa ajang ini bukan hanya soal kompetisi, melainkan juga pembuktian bahwa musik juga bisa menjadi media dakwah.
“Pesantren pun bisa menampilkan performa musik yang profesional. Harapannya lahir musisi-musisi Islami yang semangat berkarya, semangat membuat lagu, semangat berkreasi, li i’laai kalimatillah, jihad fi sabilillah, (untuk meninggikan kalimatullah, berjuang di jalan Allah)” terangnya.

(Berita : Izvian, Foto : Rafly, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)
Related Articles :