GONTOR – Dua babak penyisihan lomba debat bahasa Arab dan Inggris dalam ajang Gontor Language Championship (GLC) 2025 sukses digelar pada Jumat siang (3/10) di Gedung Rabithah lantai 4. Sebanyak 24 kontingen beradu argumen dalam dua giliran debat di setiap ronde.
Usai salat Jumat berjamaah, pukul 13.30 WIB para peserta diarahkan menuju Aula Rabithah untuk penentuan lawan debat dan tema yang akan dibahas. Materi argumen disiapkan berdasarkan logika dan pemikiran masing-masing peserta, tanpa mengandalkan sumber dari internet. Panitia menegaskan, pengambilan materi dari media massa modern dikhawatirkan mengganggu konsistensi pemikiran antar-peserta.
Menjelang sore, babak pertama rampung. Peserta kembali dikumpulkan untuk pengarahan tahap kedua sebelum melanjutkan ke babak selanjutnya. Seperti pada babak pertama, dua giliran kembali dibagi dengan lawan dan peran berbeda.

Terlihat banyak santri melakukan persiapan matang bersama pembimbing masing-masing kontingen. Beberapa memilih sudut ruangan untuk berlatih sebelum diarahkan panitia memasuki ruang debat. Sesi dibuka dengan paparan argumen kubu pro. Debat berlangsung sengit dan penuh antusiasme. Dewan juri menilai kemampuan peserta menyampaikan argumen tanpa menitikberatkan pada menang atau kalah tim, hingga terpilih peserta yang berhak melaju ke babak berikutnya pada Sabtu (4/10).
Salah satu peserta, Ardya Hamka, mengaku debat menggunakan bahasa asing menjadi tantangan tersendiri. “Selain harus memikirkan argumen yang logis dan konkret, kaidah bahasa juga perlu perhatian mendalam agar hasilnya baik,” ujarnya.

Sore itu, acara ditutup seiring tenggelamnya matahari yang menandai keseriusan setiap kontingen mengikuti rangkaian GLC 2025.
(Berita : Hilmi, Foto : Abhiraj, Zulfa, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)
Related Articles :
Alunan Suara Peserta Warnai Gontor Language Championship 2025
Puluhan Pesantren Adu Kecerdasan Bahasa di Gontor Language Championship 2025
Kontingen Rampungkan Administrasi, Siap Hadapi Gontor Language Championship