GONTOR — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali menggelar kegiatan tahunan Fathul Kutub bagi siswa Kelas 5 KMI. Acara pembukaan dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, bertempat di Gedung Olahraga PMDG, dan dihadiri oleh seluruh siswa Kelas 5 KMI dari berbagai kampus serta para guru KMI.
Fathul Kutub merupakan salah satu program PMDG dalam rangka menanamkan kemampuan membaca dan memahami kitab-kitab turats (kitab kuning) kepada para santri. Melalui program ini, santri diajak untuk menggali langsung sumber-sumber keilmuan Islam yang telah diwariskan para ulama sejak berabad-abad lalu. Kitab-kitab yang dipelajari meliputi bidang tauhid, fikih, hadis, dan tafsir, dengan menggunakan kitab-kitab yang sudah masyhur di dunia pesantren Indonesia, seperti Fathul Qarib, Tafsir Al-Jalalain, Maraqi Al-‘Ubudiyyah, dan lainnya.

Program ini tidak hanya bertujuan agar santri mampu membaca kitab berbahasa Arab, tetapi juga memahami kandungan ilmunya, menyadari perbedaan pandangan para ulama, serta menumbuhkan sikap toleran dan bijak dalam menyikapi khazanah keislaman.
Acara dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., didampingi oleh Direktur KMI, Al-Ustadz K.H. Masyhudi Subari, M.A. Dalam sambutannya, Kiai Akrim menegaskan bahwa kegiatan Fathul Kutub merupakan wujud nyata dari amanat Piagam Wakaf PMDG, yang menegaskan Gontor sebagai sumber ilmu pengetahuan agama Islam, bahasa Al-Qur’an (Arab), dan ilmu pengetahuan umum yang berjiwa pondok.

“Kita harus mempelajari agama dari Al-Qur’an dan kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama. Oleh karena itu, kita harus mempelajari bahasa Arab, yang merupakan bahasa Al-Qur’an,” tutur beliau di hadapan seluruh peserta.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kegiatan Fathul Kutub bukan hanya sebagai latihan membaca kitab, melainkan juga sebagai penguatan penguasaan bahasa Arab aktif, baik dalam berbicara, membaca, maupun menulis. Hal ini sejalan dengan sistem pendidikan Gontor yang menekankan penguasaan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa ilmu dan komunikasi. Dengan demikian, Fathul Kutub menjadi sarana untuk menumbuhkan tradisi ilmiah yang hidup, kritis, dan beradab, sebagaimana cita-cita besar Gontor sebagai lembaga pendidikan Islam yang berjiwa pesantren.

Kegiatan Fathul Kutub tahun ini diikuti oleh 702 santri Kelas 5 KMI dari seluruh kampus Gontor dan akan berlangsung selama enam hari, mulai 11 hingga 16 Oktober 2025. Melalui program ini, diharapkan para santri mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya fasih membaca teks-teks klasik, tetapi juga memahami semangat keilmuan Islam yang luhur, serta menjadikannya bekal untuk berkhidmat di tengah umat dengan ilmu, adab, dan bahasa yang baik.
(Berita : Winka, Foto : Arsy, Penyunting : Alif)
Related Articles :
PMDG Selenggarakan Fathul Kutub, Tegaskan Tradisi Intelektual Pesantren
Fathul Kutub Bekali Santri untuk Hadapi Permasalahan Kontemporer
Fathul Kutub-Membaca, Memahami, dan Menjelaskan pembahasan dari Kutubu-t-Turats