GONTOR — Program English Intensive Training (EIT) resmi dibuka pada Sabtu (15/11) di Aula Bahasa Gedung Al-Azhar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Kegiatan yang dirancang sebagai karantina pembinaan bahasa selama lima hari ini diikuti oleh 60 santri dari kelas 3 Intensif, 4, dan 5 KMI. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Gontor dalam memperkuat tradisi berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris di lingkungan pesantren.
Seremoni pembukaan dipimpin oleh Al-Ustadz Emerald Athalla, S.Ag., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya keseriusan dan kedisiplinan para peserta selama menjalani masa karantina. Menurut beliau, kemampuan bahasa tidak hanya terbentuk dari teori, tetapi juga dari pembiasaan intensif yang terstruktur.
Selama lima hari ke depan, peserta akan menjalani jadwal padat. Seluruh kegiatan berlangsung dengan sistem karantina, yang memungkinkan santri berlatih bahasa secara penuh tanpa distraksi dari aktivitas lain. Model pembinaan seperti ini sudah lama menjadi ciri khas Pondok Modern Darussalam Gontor, yang selalu menekankan keseimbangan antara disiplin, kemandirian, dan penguasaan ilmu.

Aula Bahasa yang baru dibangun di Gedung Al-Azhar menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini. Ruang yang lebih luas dan tertata membuat suasana belajar lebih kondusif dan interaktif. Para pembimbing bahasa juga telah menyiapkan berbagai metode pelatihan kreatif untuk memastikan seluruh peserta mencapai target kompetensi yang ditentukan.
Dengan dimulainya English Intensive Training ini, Gontor kembali menunjukkan kesungguhannya dalam mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan berwawasan global, sejalan dengan tradisi panjang pesantren dalam mengutamakan kualitas sumber daya manusia.
Program ini diharapkan mampu menjadi pemacu semangat santri untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa asing sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
(Kontributor : Ghazi, Dejuan, Editor : Winka, Alif)
Related Articles :
Festival Bahasa Arab dan Inggris, Lahirkan Generasi Berwawasan Global
Santri Gontor Kuasai Bahasa Asing Seperti Bahasa Ibu, Profesor Turki Beri Apresiasi