Dalam Tabligh Akbar Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang digelar di Lapangan Hijau PMDG pada Senin, (08/06) , Al-Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D. menyampaikan tausiah yang menggugah kesadaran tentang pentingnya mempersiapkan kehidupan setelah kematian. Dengan gaya khas yang lugas dan menyentuh, beliau mengajak jamaah untuk tidak hanya memikirkan kehidupan dunia, tetapi juga kehidupan yang akan dijalani di alam kubur dan akhirat.
Beliau memberikan ilustrasi sederhana tentang seseorang yang merantau ke negeri lain. Jika tidak merasa nyaman, ia masih memiliki kesempatan untuk kembali ke kampung halamannya. Namun ketika seseorang telah memasuki alam kubur, tidak ada lagi pilihan untuk kembali atau berpindah tempat. Karena itu, masa hidup di dunia harus digunakan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan bekal bagi kehidupan yang kekal.
Bekal tersebut, menurut beliau, dapat berupa amalan yang pahalanya terus mengalir setelah kematian. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah r.a.)
pentingnya membina generasi yang saleh dan salehah
Berangkat dari hadis tersebut, beliau menekankan pentingnya membina generasi yang saleh dan salehah. Menurutnya, banyak orang tua yang lebih bangga ketika anaknya berhasil meraih jabatan atau kekayaan, padahal anak yang saleh jauh lebih berharga bagi kehidupan akhirat orang tuanya. Ketika seseorang telah wafat, bukan sahabat, pasangan, ataupun relasi yang terus-menerus mendoakannya, melainkan anak-anaknya yang saleh.
Selain membangun generasi yang baik, beliau juga mengajak jamaah untuk gemar bersedekah. Harta dan kekayaan dunia pada akhirnya tidak akan dimiliki selamanya. Oleh sebab itu, sebagian rezeki yang dimiliki hendaknya digunakan untuk kepentingan umat, termasuk membantu para santri yang sedang menuntut ilmu. Bahkan jika tidak memiliki banyak harta, seseorang tetap dapat bersedekah melalui tenaga, ilmu, keterampilan, maupun kemampuan yang dimilikinya demi kemajuan pondok dan dakwah Islam.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan pentingnya memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Shalawat merupakan salah satu amalan yang mendatangkan keberkahan, ketenangan, dan kemudahan dalam berbagai urusan. Semakin dekat seseorang dengan Rasulullah ﷺ melalui shalawat, semakin besar pula harapannya untuk memperoleh rahmat dan pertolongan Allah SWT.
Menutup tausiahnya, Ustadz Das’ad Latif mengajak jamaah untuk tidak ragu dalam berbuat kebaikan dan bersedekah. Beliau mengingatkan hadis qudsi yang berbunyi, أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي (“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku”). Karena itu, setiap muslim hendaknya berbaik sangka kepada Allah dan yakin bahwa setiap pengorbanan di jalan kebaikan akan diganti dengan karunia yang lebih baik. Di penghujung acara, beliau memanjatkan doa agar memasuki abad kedua perjalanannya, Gontor semakin maju, semakin bermanfaat bagi umat, serta tetap menjadi mercusuar pendidikan Islam untuk generasi-generasi mendatang.
Kontributor : Winka Ghazi Nafi, Tim Media PMDG
Editor : Johansyah