Date:

Share:

Pendidikan Holistik di Pondok Modern Darussalam Gontor

Related Articles

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), sejak awal berdirinya telah menerapkan prinsip-prinsip pendidikan holistik. Konsep ini merupakan sistem pendidikan yang menyeluruh, yang tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia.

Pendidikan di Gontor dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Akal dan ilmu pengetahuan diasah, hati dibina, akhlak ditanamkan, wawasan diperluas, kehidupan bermasyarakat dilatih, serta jiwa kepemimpinan dibentuk. Dengan demikian, setiap aspek kemanusiaan memperoleh sentuhan pendidikan secara utuh.

Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan holistik di PMDG. KMI bukan sekadar lembaga pendidikan formal, melainkan bagian integral dari keseluruhan sistem pendidikan pesantren.

Peran Guru KMI

Seorang guru di KMI tidak hanya berperan sebagai mu’allim yang menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai murabbi yang membina karakter. Muaddib yang menanamkan adab, serta mudarris yang melatih berbagai keterampilan peserta didik. Oleh karena itu, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan akhlak, sikap, karakter, dan kecakapan hidup.

Melalui proses pembelajaran, peserta didik dilatih untuk memiliki kemampuan berbahasa, melakukan penelitian, mengembangkan keterampilan jurnalistik, serta berbagai kompetensi lainnya. Seluruh proses tersebut berlangsung secara terpadu sehingga pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas, tetapi juga berkepribadian baik.

Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi pendidikan Gontor bahwa di balik setiap mata pelajaran terdapat pendidikan. Nilai-nilai pendidikan tidak hanya disampaikan melalui mata pelajaran tertentu, melainkan terintegrasi ke dalam seluruh kegiatan pembelajaran dan kehidupan santri.

Sejak dahulu Gontor sudah menerapkan pendidikan akhlak yang tidak hanya dilakukan melalui nasihat dan kata-kata semata. Pendidikan harus diwujudkan melalui keteladanan, pembiasaan serta pembinaan yang berkesinambungan. Dengan demikian, segala sesuatu yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami santri selama menjalani kehidupan di pondok merupakan bagian dari proses pendidikan.

Hidden Curriculum PMDG

Konsep tersebut juga dikenal sebagai hidden curriculum, yakni nilai-nilai pendidikan yang tidak selalu tampak dalam kurikulum formal, tetapi hadir dalam seluruh aktivitas kehidupan pondok. Nilai-nilai tersebut mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal; Islam, iman, dan ihsan; serta akidah, syariat, dan akhlak menjadi satu kesatuan pendidikan.

Istilah tarbiyah sendiri mengandung makna menyempurnakan sesuatu secara bertahap, menumbuhkan, mengembangkan, dan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki peserta didik. Oleh sebab itu, pendidikan di Gontor sejak awal telah mengandung konsep pendidikan holistik.

Ketika KMI didirikan pada 19 Desember 1936, sistem pendidikan yang dibangun bukan hanya berupa madrasah, melainkan pendidikan pesantren yang terintegrasi selama dua puluh empat jam. Kegiatan akademik, pengasuhan, pembiasaan, organisasi, ekstrakurikuler, dan kehidupan sehari-hari merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi.

Di Gontor tidak dikenal pemisahan antara kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Seluruh aktivitas yang berlangsung di lingkungan pondok merupakan bagian dari proses pendidikan. Apa pun yang dilihat, didengar, dirasakan, maupun dialami santri memiliki nilai edukatif.

Pendidikan Holistik Gontor

Pendidikan holistik di Gontor diwujudkan melalui keteladanan para guru, pembentukan lingkungan yang baik, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, pemberian amanah dan tanggung jawab, pengarahan, pengajaran, serta pengalaman hidup yang terus-menerus membentuk karakter peserta didik.

Melalui sistem tersebut, santri tidak hanya diarahkan menjadi pribadi yang baik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pendidikan Gontor bertujuan melahirkan generasi yang mampu membangun peradaban yang unggul, berakhlak mulia, dan memberikan kontribusi nyata bagi umat.

Pemahaman terhadap filosofi pendidikan holistik ini juga menjadi landasan untuk memahami berbagai kegiatan yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor, seperti kepramukaan, olahraga, kesenian, organisasi, serta berbagai aktivitas kepesantrenan lainnya. Seluruh kegiatan tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari sistem pendidikan yang sengaja dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi manusia secara utuh.

Sumber : Al-Ustadz Dr. K.H. Ahmad Suharto, M.Pd.I. (Wakil Direktur KMI)

https://www.youtube.com/watch?v=rV-L_P0lW4s

https://www.instagram.com/pondok.modern.gontor/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles