Rangkaian Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 berlanjut pada malam hari dengan sesi Special Address dan Gala Dinner yang digelar di Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta pada Sabtu (5/9). Sesi ini mengangkat tema “Opportunities and Challenges for Pesantren and Islamic Education in Preparing for Golden Indonesia 2045”.

Sesi ini diawali dengan sambutan Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Beliau mengingatkan bahwa umat tidak boleh berhenti hanya pada slogan mengenang sejarah, melainkan harus mampu menyikapi, membangun, dan membina sejarah itu sendiri.
“Kita jangan pernah puas dengan kata-kata ‘jangan sekali kali melupakan sejarah’, tapi kita juga akan menyikapi sejarah, kemudian membangun sejarah, dan membina sejarah,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam sambutannya.

Selanjutnya, Special Address disampaikan oleh H.E. Dr. (H.C.) H. Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004–2009 dan 2014–2019. Dalam paparannya, Jusuf Kalla menekankan bahwa pendidikan holistik pada dasarnya adalah upaya mendidik manusia secara utuh.

“Kalau kita berbicara holistik, itu artinya adalah mendidik orang dengan seutuhnya. Seutuhnya itu dalam pendidikan adalah mendidik head, heart, and hand,” ujar Jusuf Kalla. Forum gala dinner ini turut dihadiri oleh Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily selaku Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas RI) sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap acara ini. Kehadiran para tokoh nasional tersebut disambut antusias oleh para peserta, menghadirkan suasana khidmat sekaligus hangat sepanjang jamuan gala dinner berlangsung

Kontributor : Ro;id, Tim Dokumentasi PMDG
Editor : Johansyah, Faza