Date:

Share:

Gontor Kirimkan 89 Santri Dalam Kejuaraan Nasional Piala Raja Hamengku Buwono X Cup 2026

Related Articles

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) resmi melepas kontingen Marching Band Gema Nada Darussalam (MBGND) untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X Cup 2026 di Yogyakarta pada (6-8/11/26). Pelepasan digelar pada Selasa (3/11/2026) di depan BPPM.

Kontingen yang diberangkatkan berjumlah 123 orang. Mereka terdiri atas 89 santri kelas 1 hingga 5 KMI, 20 guru dan mahasiswa, 7 official alumni, serta 7 pelatih.

Acara pelepasan ini dihadiri langsung oleh pimpinan PMDG dan para ketua lembaga. Rangkaian dibuka dengan laporan Al-Ustadz Dr. Riza Ashari, M.Pd.I. selaku pembimbing MBGND, lalu dilanjutkan konser pamit dari kontingen.

Kemenangan Bukan Satu-Satunya Tolok Ukur

Dalam pesannya, Pimpinan PMDG K.H. Akrim Mariyat menegaskan bahwa menang dan kalah adalah hal yang lumrah dalam sebuah perlombaan. Karena itu, kemenangan bukan satu-satunya tolok ukur, melainkan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti lomba.

“Lomba ini bisa menang, bisa kalah. Jangan cari kemenangan, tetapi carilah pengalaman,” ujarnya dalam pesan pembukaan.

Beliau juga menambahkan, para peserta hendaknya mencari hal baru yang dapat menambah kemampuan, sehingga mereka mencapai kemampuan yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Pengalaman itu diharapkan menjadi bekal untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik.

Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Panitia Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X 2026 dengan Steering Committee Pengurus Daerah Persatuan Drum Band Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Pengda PDBI DIY). Kegiatan ini bekerja sama dengan Himpunan Orkes Barisan Indonesia (HOBI) dan Asian Marching Band Confederation (AMBC). Lomba berlangsung di GOR Among Raga, Yogyakarta. MBGND dijadwalkan tampil pada divisi Street Parade di kawasan Malioboro dan divisi Marching Concert Art.

Menurut rencana kegiatan, kontingen berangkat ke Yogyakarta pada (5/11/26). Di sana mereka menjalani latihan lapangan dan uji coba di arena lomba sebelum bertanding. Di sela latihan, kegiatan harian tetap diisi salat subuh berjamaah dan membaca Al-Qur’an.

Keikutsertaan di kejuaraan ini sejalan dengan upaya pondok membina karakter santri. Melalui latihan dan kompetisi, santri diharapkan terbiasa dengan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan. Mereka juga diharapkan menjunjung adab dan sportivitas serta mempererat ukhuwah dengan sekolah dan pesantren lain.

Kontributor : Faza, Dejuan

Editor : Johansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles