Date:

Share:

1.149 Santriwati GP4 Ikuti Pembukaan Gontor Olympiad dengan Semangat One Soul, One Goal

Related Articles

Gontor Olympiad Tahun Ajaran Semester Genap 1447–1448 H/2026–2027 M resmi dibuka melalui upacara yang berlangsung khidmat pada Jumat pagi (11/9/26), di lapangan utama depan Auditorium Gontor Putri Kampus 4 (GP4). Upacara pembukaan tersebut diikuti oleh 1.149 santriwati bersama asatidz dan ustadzah dari keluarga besar GP4.

Sejak pukul 07.00 WIB, seluruh peserta telah memenuhi lapangan dalam barisan yang dipimpin oleh kompel dari sepuluh rayon. Keteraturan barisan tersebut menjadi gambaran awal semangat yang mengiringi rangkaian Gontor Olympiad.

Upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Gontor Olympiad yang berlangsung lancar. Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 4, Al-Ustadz H. Muhammad Fathan Aziz, Lc., M.A.,. Dalam sambuatanya beliau menegaskan bahwa pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik maupun kemenangan dalam kompetisi, melainkan mencakup pembentukan manusia secara utuh.

Kompetisi sebagai Sarana Pendidikan

Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa setiap aktivitas di Gontor merupakan bagian dari proses pendidikan. Gontor Olympiad, menurutnya, tidak semata-mata menjadi ajang untuk menentukan siapa yang menang dan kalah melainkan kesempatan bagi para santriwati untuk belajar, bertumbuh, membangun karakter, serta menemukan dan mengembangkan potensi diri.

“Gontor Olympiad bukan hanya tentang menang atau menjadi yang terbaik, tetapi sarana untuk mengembangkan berbagai potensi dalam diri manusia,” ujarnya.

pendidikan holistik yang menjadi ruh pendidikan di Gontor

Pendidikan holistik Gontor menekankan keseimbangan head, hand, and heart: berpikir, berkarya, serta iman dan akhlak. Melalui prinsip tersebut, berbagai potensi santriwati, mulai dari kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, sosial, fisik, kreativitas, komunikasi, hingga kerja sama, diberi ruang untuk berkembang.

Lebih lanjut, ia menempatkan kemenangan dan kekalahan dalam perspektif pendidikan.Kemenangan, katanya, menjadi ruang untuk belajar bersyukur dan menjaga kerendahan hati. Sementara itu, kekalahan menjadi kesempatan untuk belajar menerima, bertanggung jawab, dan terus melangkah tanpa kehilangan semangat. Prestasi, dalam pandangannya, tidak hanya bertumpu pada bakat dan keterampilan, tetapi juga pada disiplin, tanggung jawab, dan akhlak yang baik.

Penyulutan Obor Tandai Pembukaan Resmi

Rangkaian upacara pembukaan mencapai puncaknya melalui penyulutan obor dan pelepasan balon udara sebagai penanda resmi dimulainya Gontor Olympiad. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan para santriwati dalam mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan di tengah kompetisi.

Dengan mengusung semangat One Soul, One Goal, Gontor Olympiad diharapkan menjadi bagian dari proses pendidikan yang mengarahkan setiap potensi santriwati menuju kebaikan dan kemanfaatan, guna membentuk pribadi yang seimbang antara pemikiran, hati, dan amal sebagai kader yang siap berkontribusi bagi umat.

Kontributor : Marsya Maulida, Naufa Rufaida, Tim Multimedia PMDG Putri 4

Editor : Johansyah, Faza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles