Date:

Share:

“SYUKUR” INDONESIA MERDEKA

Related Articles

“Dari yakinku teguh, Hati ikhlasku penuh, Akan karuniamu, Tanah air pusaka, Indonesia Merdeka, Syukur aku sembahkan, kehadirat-Mu Tuhan.” Dipimpin oleh inspektur upacara para santri Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 3 Darul Ma’rifat menyanyikan lagu “Hymne Syukur” gubahan H. Muthahar.

(17/08/20) Upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia di PMDG kampus 3 Kediri berjalan dengan hikmat. Bertempat di Stadion Gontor 3 dan dihadiri oleh seluruh santri dan asatidz dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker dan menjaga jarak di setiap barisannya. Sebelum memasuki area upacara disediakan hand sanitaizer untuk membersihkan tangan. Upacara dimulai pada pukul 7 tepat. Ditandai dengan pengibaran bendera merah putih oleh pasukan sembilan dan diiringi lagu Indonesia Raya.

Setelah pembacaan Mukaddimah Undang-Undang Dasar 45 dan Teks Pancasila, acara dilanjutkan dengan pidato disampaikan oleh al-Ustadz Drs. H. Hamam Thontowi, M.Pd.I. selaku Inspektur Upacara, dalam pidatonya beliau banyak mengingatkan kepada seluruh peserta upacara bahwasannya dalam meperingati hari kemerdekaan Indonesia ini tidak lepas dari peran ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Menilik kebelakang bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia adalah hasil jihad para ulama dan santri terdahulu. Sebagai penerus bangsa kita harus tau akan sejarah bangsa kita. JAS MERAH, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan ke-Islaman kita.

Lagu “Hymne Syukur” yang kita nyanyikan adalah sebagai mukadimah Kemerdekaan Indonesia. Oleh beliau Sayyid Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar yang sering dikenal sebagai H. Muthahar telah dipopulerkan pada bulan Januari, sebelum Indonesia Merdeka. Tidak hanya itu, beliau juga mencetuskan PASKIBRAKA yang dimana pada awalnya berjumlah 8 orang. Berisi delegasi dari seluruh daerah sebagai simbol kesatuan Indonesia.

Seluruh pahlawan Indonesia mereka adalah Mu’alim, mereka mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan tidak bisa sendiri, perlu adanya ukhuwah bagi rakyat indonesia. Kita sebagai seorang santri Gontor dididik untuk menjadi Mundzir al-Qoum dan menjadi Mu’alim. Dimanapun kita berada dan sebagai apa kita berpijak maka wajib menjadi keduanya.

Bersyukurlah kita sebagai bangsa Indonesia, Macan Asia yang disegani seluruh negara. Hormatilah tumpah darah para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan ini. Upacara berjalan dengan hikmat, ditutup dengan doa kepada seluruh pahlawan kemerdekaan agar khusnul Khatimah dan segala amalnya diterima di sisi-Nya. Aamiinn…

“Kemerdekaan suatu negara dapat dijamin teguh berdiri apabila berpangkal pada kemerdekaan jiwa”

ArramadhanAbad

Popular Articles