GONTOR – Pendekar Banten, julukan tim sepak bola Pesantren Dar El Qolam, akhirnya keluar sebagai juara cabang sepak bola Olimpiade 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor setelah menundukkan PM Manahijussadat dengan skor 2–1 di Darussalam Gontor Stadium, Ahad (28/9).
Pertandingan berlangsung sengit dengan jual beli serangan sejak menit awal. Ustadz Aan Kurnia atau yang akrab disapa Apoy, gitaris grup musik Wali Band, turut hadir di bangku penonton bersama keluarga dan ikut berfoto bersama tim juara usai laga.
Tim Dar El Qolam langsung unggul cepat pada menit pertama melalui tendangan sudut Naufal, pemain bernomor punggung 10 yang dikenal sebagai ancaman serius bagi lawan. Bola sepakannya gagal dijangkau kiper Valenceno. PM Manahijussadat membalas pada menit ke-18 lewat aksi Adrian yang dengan tenang menuntaskan peluang di depan gawang. Skor 1–1 bertahan hingga babak pertama usai.

Paruh kedua tak kalah seru. Kedua tim terus saling melancarkan serangan. Kapten PM Manahijussadat sempat cedera namun tetap melanjutkan pertandingan. Gol penentu kemenangan lahir pada menit ke-66 melalui Dziban yang memanfaatkan miskomunikasi di lini belakang lawan dan menjebol gawang Valenceno. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2–1 untuk Dar El Qolam tak berubah.
Pelatih PP Dar El Qolam, Islah, mengaku bersyukur atas prestasi anak asuhnya. “Selama kita tidak meremehkan lawan, berlatih keras, dan berdoa, kita tidak akan terkalahkan,” ujarnya.
Sementara itu, Apoy menyebut laga final ini berlangsung menarik. “Jual beli serangan yang intens membuat tempo pertandingan terasa hidup. Harapannya, Gontor menjadi nama yang menampung seluruh pesantren, rumah bagi santri di Indonesia,” tuturnya.

(Berita : Keano, Foto : Kholish, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)
Related Articles :
PMDG Kampus Pusat Raih Emas Tenis Meja Ganda, Final Sengit Lawan La-Tansa
Dar El Qolam Tumbangkan PMDG Kampus 4, Lolos Dramatis ke Final
Dua Gol Ahmad Faiz Antar Gontor Pusat ke Semifinal Futsal Olimpiade 100 Tahun