GONTOR – Laga final cabang tenis meja ganda Olimpiade 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) berlangsung penuh gengsi pada Ahad (28/9). Tim ganda PMDG Kampus Pusat berhadapan dengan tim ganda Pondok Pesantren (PP) La-Tansa Banten. Sejak awal, kedua pasangan menampilkan permainan ketat, saling mengejar angka dengan strategi terencana dan serangan balik rapat yang membuat tempo pertandingan naik-turun.
Set pertama dimenangkan tim PMDG Kampus 1 setelah menundukkan perlawanan sengit La-Tansa. Namun pada set kedua, tim La-Tansa bangkit dan memimpin berkat konsistensi di garis belakang dan pukulan andalan mereka. Dukungan sorak-suporter Gontor kemudian membangkitkan mental tuan rumah. Skor imbang 2–2 membuat suasana final makin menegangkan. Pukulan keras silih berganti memaksa penonton menahan napas, sementara sorak-sorai bergemuruh, menambah tensi pertandingan.

Pada gim penentuan, PMDG Kampus Pusat tampil lebih tenang dan mengunci kemenangan dengan skor tipis 3–2. Sorak yel-yel santri mengiringi keberhasilan ini, menegaskan persaudaraan dan sportivitas yang dijunjung tinggi di lingkungan pesantren.
“Untuk menghadapi pertandingan ini, saya mengedepankan ibadah kepada Sang Pencipta alam semesta dan latihan rutin setiap hari,” ujar Hafizh dan Zeva, pasangan pemenang ganda putra PMDG.
Dengan hasil ini, PMDG Kampus 1 resmi menyabet medali emas cabang tenis meja ganda dan menambah pundi prestasi di Olimpiade 100 Tahun Gontor. Momen ini kian berkesan dengan hadirnya Apoy, gitaris grup band Wali, yang ikut menonton dan mendukung jalannya pertandingan.

(Berita : Faza, Foto : Rafly, Attala, Reviewer : Winka, Alif, Ghazi)
Related Articles :
Dar El Qolam Tumbangkan PMDG Kampus 4, Lolos Dramatis ke Final
Dua Gol Ahmad Faiz Antar Gontor Pusat ke Semifinal Futsal Olimpiade 100 Tahun
PM Manahijussadat Tundukkan PMDG Kampus 5, Amankan Tiket Final