GONTOR — Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Kamis (20/11) siang. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat bersama Pimpinan dan Ketua-Ketua Lembaga PMDG, Kapolda menyampaikan kekagumannya terhadap tradisi pendidikan Gontor serta peran strategis pesantren dalam membentuk karakter generasi bangsa.
Sejak awal kedatangan, Pak Nanang mengaku tak kuasa menyembunyikan kekagumannya melihat skala dan atmosfer pendidikan di PMDG. “Saya tidak bisa berkata-kata ketika datang, saking besarnya Gontor,” tutur beliau.

Beliau bercerita bahwa salah satu teman dekatnya merupakan bagian dari keluarga besar Gontor, yaitu Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dr. (H.C.) Susi Pudjiastuti. “Putra Bu Susi pernah belajar di sini, masuk tahun 1996.”
Dalam dialog bersama pimpinan PMDG, Kapolda menekankan pentingnya pesantren sebagai patron moral di tengah perubahan zaman. Menurutnya, santri harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kedisiplinan dan kemandirian.

Pak Nanang menegaskan bahwa teknologi membawa kemudahan, namun juga risiko besar jika tidak dibarengi proteksi yang kuat, baik dari keluarga maupun institusi. “Anak-anak harus punya proteksi sendiri. Di samping memudahkan, teknologi juga bisa menjerumuskan,” kata beliau.
Di sisi lain, K.H. Hasan Abdullah Sahal menegaskan bahwa Gontor tidak menolak kemajuan. “Kita tidak mengharamkan kemajuan. Kita mendidik kebenaran,” ujar beliau. Kiai Hasan menambahkan bahwa alumni Gontor telah banyak mendirikan pesantren baru, meneruskan tradisi pendidikan yang menekankan kemandirian dan pembebasan diri dari ketergantungan. “Anak-anak kita dididik untuk hidup tenang, dan bisa melakukan apa saja tanpa bantuan orang luar.”

Pak Nanang menutup kunjungan dengan menyampaikan dukungan penuh terhadap rangkaian kegiatan Peringatan 100 Tahun Gontor. “Selamat dan sukses untuk Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor,” ujar beliau kepada Tim Media PMDG.
Beliau berharap Gontor terus menjadi teladan nasional dalam pembinaan generasi muda. “Anak-anak itu maunya berkembang. Gontor sudah menjadi patron. Luar biasa.”

(Kontributor: Ghazi, Dejuan, Editor: Winka, Alif)
Related Articles: