Date:

Share:

Kuliah Shubuh 3 Ramadhan 1447 H, Ust. Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.

Related Articles

Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. di Masjid Jami’ pada Jumat, 20 Februari 2026

  • Dahulu, Buddha adalah agama yang sangat besar di Indonesia. Sebelum akhirnya Islam datang dan berjaya di bumi Nusantara.
  • Menyebarnya agama Islam di Indonesia membuat seluruh dunia takjub. Salah satu faktornya adalah banyaknya majelis ilmu seperti yang sekarang kita lakukan.
  • Tidak hanya itu, doa-doa para kiai dan pendahulu yang terzalimi juga menjadi salah satu faktor banyak yang masuk islam.
  • Rasulullah juga menyampaikan bahwasannya takdir pun akan berubah jika kita berdoa, maka berdoalah di manapun dan kapanpun kalian berada.
  • Contohnya adalah Gontor kita ini. Ini semua karena doa orang-orang terdahulu. Gontor bisa besar sampai saat ini karena ini dulu bermula dari nol.
  • UNIDA bisa sampai tingkatan unggul dan juga hampir internasional, maka jika tidak bisa di luar negeri cukup di UNIDA.
  • Yang diriwayatkan kepada saya dari bapak saya seperti ini, dulu pohon kelapa itu sangat banyak sekali berderet dan KH. Ahmad Sahal lompat dari pohon satu ke pohon lainnya, kemudian diceritakan dongeng-dongeng dan ilmu-ilmu. Lalu diceritakan ke ibu-ibu mereka dan jika mendengar suara dentuman, orangtua mereka menyuruh anak mereka keluar dan menghampiri KH. Ahmad Sahal karena ilmu dan cerita beliau yang sangat bermanfaat. Dan pada akhirnya bisa sampai didirikan TA (Tarbiyatul Athfal).
  • Itu tidak lepas dari doa beliau kepada orang-orang yang menghampirinya agar bisa menjadi orang bermanfaat dan pandai bahasa Inggris dan Arab.
  • Itulah contoh dari desa yang kecil tapi sangat bermanfaat karena berkat doa-doa kiai.
  • Ada orang yang selalu datang shalat Jum’at di Masjid Pusaka sana dan dia berdoa, “semoga salah satu dari mereka adalah anak saya”, 20 tahun kemudian ada anak yang sangat pintar dan mendapatkan juara-juara di berbagai negara, dan ternyata merupakan anak dari orang tersebut.
  • Itulah akibat dari dahsyatnya do’a.
  • Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu.
  • Sekarang ini adalah bulan puasa, maka banyak-banyaklah berdoa kerena sekarang ini bulan-bulan berkah dan mudah untuk diijabah.
  • Malam Lailatul Qodar setara dengan seribu bulan, jika dihitung maka kita sudah setara berdo’a sebanyak 30.000 kali doa, dan berdzikir sebanyak 35 juta dzikir.
  • Rasulullah bersabda bahwasannya setiap huruf yang kita baca di dalam Al-Quran itu mempunyai kebaikan 10 kali lipat.
  • Dengan membaca Al-Qur’an banyak sekali kebaikan yang bisa kita dapatkan lebih dari 20 juta kebaikan.
  • Dan dari kebaikan itulah yang menjadi syafa’at kita nanti di hari kiamat.
  • Amalan-amalan baik itu banyak, setiap rakaat yang kita dapatkan itu menjadi amalan baik.
  • Al-Fatihah dan Al-Baqarah adalah surat yang tidak diturunkan kepada Nabi-Nabi sebelumnya.
  • Berdoalah yang sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan ini.
  • Barang siapa yang berdoa sebanyak-banyaknya maka Allah akan mengampuninya.
  • Tidak terhitung ampunan yang diberikan kepada kita.
  • Ketika berdoa, yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa kita.
  • Pengabulan doa itu disesuaikan dengan kemampuan kita, karena Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita agar kita tidak melebihi batas yang ada.
  • Perasaan kita yang menjadi perantara dari doa tersebut.
  • Dzikir itu mempunyai pengaruh yang dahsyat bagi kehidupan kita. Kalau seandainya Nabi Yunus tidak bertasbih, maka tidak akan diselamatkan oleh Allah. Tetapi, karena dengan subhanallah itu maka ia diselamatkan dari perut ikan paus.
  • Agar kita selamat dalam perjalanan menuju akhir hayat, shalatlah dengan benar dan khusyu’.
  • Ketika melakukan sesuatu yang disukai Allah, maka itu adalah ibadah.
  • Manusia hidup adalah mereka yang berpikir, sedangkan mereka yang tidak berpikir adalah mayat.
  • Kita sekarang ini di bulan Ramadhan, maka banyak-banyaklah berpikir dan berinisiatif, jangan sampai tidak berpikir dan tidak berinisiatif.

Notulen: Hilmi

Related Articles:

Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1447 H, Ust. H. Imam Shobari

Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1447 H, KH. Hasan Abdullah Sahal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles