Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A., di Masjid Jami’ PMDG pada Sabtu, 4 Ramadhan 1447 H/21 Februari 2026 M.
- Jiwa pondok harus disampaikan berulang-ulang, ping sewu.
- Kamu telah dididik untuk berpegang pada Panca Jiwa. Sekarang, tanyakan pada dirimu, apakah Panca Jiwa sudah tertanam?
- Keikhlasan adalah Panca Jiwa yang pertama. Dari keikhlasan, segala kegiatan kita akan dihitung sebagai ibadah.
- Ketika keikhlasan sudah tertanam di dalam hati, maka kita akan tergerak sendiri untuk melaksanakan hal-hal yang baik.
- Di Pondok dibiasakan bangun untuk shalat Shubuh tepat waktu, ketika sudah tidak di pondok, kebiasaan itu harus terjaga
- Pahala shalat qabliyyah Shubuh lebih besar dari dunia dan seisinya.
- Allah SWT berfirman dalam surat Adz-Dzariyat, “Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahku.” Hal tersebut menjelaskan identitas manusia sebagai seorang ‘abdullah (hamba Allah).
- Kita diciptakan untuk mengabdi kepada Allah dengan do’a kita, dengan hati kita.
- Sumber Panca Jiwa yang pertama adalah rukun islam yang pertama, yaitu syahadat.
- Syahadat yang pertama merupakan inti keikhlasan. Kita bersaksi bahwa ktia mengetahui, memahami, dan menyadari bahwa tidak ada tuhan selain Allah.
- Ibadah yang diperintahkan oleh Allah bukan hanya shalat, zakat, dan haji. Tetapi, semua yang kita lakukan seharusnya merupakan ibadah.
- Kita belajar ilmu yang banyak sekali karena perintah dari Allah Swt.
- Belajar, mondok, dan bersekolah di manapun karena Allah, itulah wujud ikhlas.
- Niat yang ikhlas adalah unsur pokok dalam menyembah Allah.
- Al Ikhlaashu ruuhul ‘amal (keikhlasan adalah jiwa setiap pekerjaan).
- Kita melaksanakan segala sesuatu karena Allah. Berbakti kepada orang tua karena perintah dari Allah. Menjadi pejabat dan berlaku adil karena Allah.
- Kita meninggalkan segala sesuatu yang buruk karena Allah.
- Syahadatu-t-tauhid wa syahadatu-r-risalah. Syahadatu-t-tauhid artinya mengakui keesaan Allah, sedangkan syahadatu-r-risalah mengakui Rasulullah SAW sebagai utusan Allah.
- Di akhirat, tidak ada tempat lagi kecuali surga dan neraka. Kalau mau masuk surga, silahkan tinggalkan fahsya’ dan munkar.
- Kita diperintahkan untuk beribadah agar bertakwa, dan orang yang bertakwa akan menjadi muflihun (orang-orang yang beruntung/bahagia). Al-Falah artinya keberuntungan atau kebahagiaan.
- Dengan adzan dan iqamah, kita diingatkan berkali-kali untuk menuju kemenangan.
- Orang yang akan mendapat al-falah adalah orang beriman, berakhlak sholeh, dan yang membersihkan jiwanya dari dosa-dosa. Sebaliknya, orang yang mengotori jiwanya sendiri adalah orang yang sesat
- Kita menjaga jiwa kita supaya tenang, menjadi an-nafs al-muthma’innah (jiwa yang tenang). Ketika kita menjadi an-nafs al-muthma’innah, maka kita akan disambut di surga.
- Shalat menjadikan kita selalu ingat kepada Allah. Dengan mengingat Allah, jiwa kita menjadi tenang.
- Allah akan menyambut mereka yang beribadah dengan tenang di surga kelak.
- Nyalakan GPS kehidupanmu, tanyakan sudah sampai mana diri kita.
- Sebaik-baik manusia adalah yang selalu ingat kepada Allah Swt.
- Sayangnya, ada orang yang sudah tua tapi tidak tau diri, belum menjadi hamba Allah yang benar. “Wes tuek kok malah petakilan,” kata orang-orang.
- Saling mengingatkan diri sendiri, kenapa kita dilahirkan di dunia ini, sejak kita lahir, hingga kemudian menjadi hamba Allah yang bahagia.
Notulen: Hilmi
Related Articles:
Kuliah Shubuh 1 Ramadhan 1447 H, KH. Hasan Abdullah Sahal
Kuliah Shubuh 2 Ramadhan 1447 H, Ust. H. Imam Shobari
Kuliah Shubuh 3 Ramadhan 1447 H, Ust. Assoc. Prof. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A.