Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan akademik tahunan Fathul Kutubut Turats bagi seluruh santri kelas 5 Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI). Berlangsung dengan penuh khidmat pada Sabtu (26/9/2026) bertepatan dengan 14 Rabiul Akhir 1448 H, pembukaan ini digelar secara terpusat oleh Gontor Pusat melalui platform Zoom. Kegiatan virtual tersebut diikuti secara serentak oleh seluruh siswa kelas 5 KMI dari seluruh kampus cabang PMDG, baik putra maupun putri.
Di PMDG Kampus 12, para santri memadati Aula Kampus yang berlokasi di Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, untuk mengikuti jalannya transmisi acara secara langsung. Agenda krusial ini didampingi langsung oleh Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12, Al-Ustadz H. Himmah Azhar Latif, S.Th.I., dan Wakil Direktur KMI PMDG Kampus 12, Al-Ustadz Muhammad Rifqi Inani, M.Pd. Turut hadir pula seluruh asatidz pembimbing yang akan mengawal para santri dalam menyelami literatur klasik Islam selama kegiatan berlangsung.

Secara akademis, Fathul Kutubut Turats dirancang sebagai sarana penggemblengan komprehensif guna memperkuat metodologi penelitian keislaman (bahtsu ‘ilmi). Melalui program ini, santri dilatih kemandiriannya serta diasah kecakapan bahasa Arab akademisnya. Kecakapan tersebut digunakan untuk menelaah literatur klasik tak berharakat (Kutubut Turats) peninggalan para ulama mu’tabar. Dengan menelaah sumber-sumber primer dalam disiplin ilmu Tafsir, Hadits, Akidah, dan Fiqh, kegiatan ini diorientasikan untuk membentuk pola pikir santri yang kritis, analitis, dan memiliki toleransi keilmuan yang tinggi terhadap dinamika perbedaan pendapat (ikhtilaf).
Lebih dari sekadar transfer pengetahuan
Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, kegiatan ini membawa misi fundamental dalam pembentukan karakter sumber daya manusia (SDM). Menyampaikan pesan dan nasihatnya, K.H. Hasan Abdullah Sahal menegaskan bahwa esensi dari aktivitas membaca dan menelaah kitab ini bermuara pada upaya mencetak individu yang berkualitas tinggi. Beliau secara khusus menyinggung sebuah hadits Rasulullah SAW riwayat Al-Bukhari dan Muslim mengenai kualitas SDM:
تَجِدُونَ النَّاسَ كَإِبِلٍ مِائَةٍ لَا يَجِدُ الرَّجُلُ فِيهَا رَاحِلَةً
“Kalian akan mendapati manusia itu seperti 100 ekor unta, di mana seseorang hampir tidak menemukan di antaranya satu pun unta tunggangan (raahilah).”
Hadits tersebut menjadi metafora tajam mengenai ketimpangan antara tingginya kuantitas dan rendahnya kualitas. Di tengah melimpahnya populasi manusia yang layaknya seratus ekor unta, sangat sulit untuk menemukan sosok raahilah di antara mereka. Raahilah sendiri merupakan sosok individu yang tangguh dengan kapabilitas tinggi serta memiliki ketahanan mental yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, sosok tersebut juga harus berintegritas moral dan memiliki jiwa kepemimpinan yang mumpuni. Semua kualitas itu diperlukan agar ia siap memikul beban serta tanggung jawab besar yang diamanahkan kepadanya.

Melalui penyelenggaraan Fathul Kutubut Turats, PMDG Kampus 12 menegaskan kembali urgensi pembinaan kualitas SDM secara substantif. Kemajuan suatu peradaban tidak diukur dari seberapa besar kuantitas personelnya, melainkan dari hadirnya individu-individu berkualitas unggul. Para santri kelas 5 KMI dibekali dengan otentisitas sanad keilmuan. Mereka juga dibekali dengan kemandirian intelektual sebagai bekal ke depan. Bekal tersebut diharapkan mampu membawa mereka bermetamorfosis menjadi sosok raahilah. Raahilah adalah calon pendidik atau mu’allim yang tangguh dan menjadi pilar utama. Mereka juga diharapkan menjadi penggerak perubahan dalam menjawab tantangan keagamaan di tengah masyarakat.
Kontributor : Aryyo Widagdho, Tim Media PMDG 12
Editor : Johansyah, Faza