Date:

Share:

Jangan Tafsirkan Al-Qur’an dengan Terjemahan, Pesan Guru Besar Al-Azhar di Gontor

Related Articles

Guru besar sekaligus dosen Universitas Al-Azhar Mesir, Syekh Jamal Faruq Ad-Daqqoq, mengingatkan para penuntut ilmu agar memahami Al-Qur’an secara langsung melalui bahasa Arab, bukan melalui terjemahan. Pesan ini beliau sampaikan dalam sesi tanya jawab seminar qiraat di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Selasa (20/10/2026) malam.

Pesan tersebut muncul saat seorang peserta bertanya tentang langkah praktis pertama agar penuntut ilmu terbiasa dengan rasa bahasa Arab dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Penanya menyinggung pentingnya ilmu balaghah, mengingat banyaknya penggunaan majaz dalam Al-Qur’an, sementara kebanyakan orang terbiasa dengan terjemahan harfiyah.

Terjemahan Tidak Boleh Dijadikan Sarana Untuk Menafsirkan Al-Qur’an

Menurut Syekh Jamal, rahasia dan hukum-hukum Al-Qur’an tidak mungkin dipahami kecuali melalui lafaz bahasa Arabnya. Beliau menegaskan bahwa terjemahan tidak boleh dijadikan sarana untuk menafsirkan Al-Qur’an.

“Jangan mencoba memahami Al-Qur’an dengan terjemahan, dan jangan gunakan terjemahan kecuali dalam keadaan darurat untuk pengajaran,” tegasnya.

Beliau menilai memahami Al-Qur’an langsung dengan bahasa Arab jauh lebih utama. Sebaliknya, memahaminya dengan terjemahan harfiyah dinilainya sangat berbahaya.

Sebagai langkah praktis, Syekh Jamal mendorong para penuntut ilmu untuk memperbanyak praktik, bersungguh-sungguh, membaca, mendengarkan, dan aktif berbicara dengan bahasa Arab.

Dalam kesempatan itu, beliau juga menyatakan kegembiraannya terhadap sistem pembelajaran di pondok. Menurutnya, pengajaran setiap mata pelajaran secara terintegrasi di Gontor merupakan hal yang sangat penting.

Di akhir jawabannya, Syekh Jamal mendoakan agar Allah memberkahi penanya dan memudahkannya dalam memahami Al-Qur’an, seraya mengutip firman Allah Swt. bahwa Al-Qur’an telah dimudahkan untuk menjadi pelajaran.

pesan Syekh Jamal Faruq Ad-Daqqoq saat di tanya oleh peserta seminar :

“Tidak mungkin seseorang bisa memahami rahasia-rahasia Al-Qur’an dan hukum-hukumnya kecuali dengan lafaz bahasa Arab. Jangan mencoba memahami Al-Qur’an dengan terjemahan, dan jangan gunakan terjemahan kecuali dalam keadaan darurat untuk pengajaran. Jangan menafsirkan Al-Qur’an dengan terjemahan, melainkan memahaminya langsung dengan bahasa Arab itu jauh lebih utama. Aku mendorong kalian untuk memperbanyak praktik, bersungguh-sungguh, membaca, mendengarkan, dan aktif berbicara dengan bahasa Arab. Dan aku merasa senang dengan keadaan pondok ini, karena di sini setiap pelajaran diajarkan secara terintegrasi, ini sangat penting. Tidak boleh memahami Al-Qur’an dengan terjemahan harfiyah, ini sangat berbahaya. Semoga Allah memberkahimu dan memudahkan bagimu dalam memahami Al-Qur’an, sebagaimana firman-Nya: ‘Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran”

Kontributor : Faza, Mufti

Editor : Johansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles