Gontor Olympiade resmi dibuka pada Jumat (2/10/2026) sebagai ajang kompetisi santri di awal 100 tahun kedua Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Dalam amanahnya sebagai pembina upacara, Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fananie, M.A. mengingatkan bahwa kebiasaan berkompetisi di pondok adalah bekal bagi santri untuk menghadapi persaingan di tengah masyarakat. Gontor Olympiade menjadi wadah bagi santri untuk mengasah kemampuan berkompetisi, membangun semangat bersaing, dan meningkatkan keterampilan di berbagai bidang.
Dalam amanahnya, K.H. Husnan Bey mengibaratkan pendidikan santri di PMDG seperti Gatotkaca yang ditempa di Kawah Candradimuka. Menurutnya, proses panjang yang dijalani santri di pondok diharapkan menumbuhkan pribadi yang kuat dan berdaya guna.

Memasuki 100 tahun kedua PMDG
Pesan itu terasa sejalan dengan momentum yang sedang dijalani PMDG. Memasuki 100 tahun kedua, pondok akan terus menempa jiwa dan ruh, jasmani, pengetahuan yang luas, serta kemampuan beradaptasi. Proses tersebut diharapkan membentuk santri berjiwa besar yang mampu menghadapi tantangan zaman.
K.H. Husnan Bey juga menyampaikan bahwa santri adalah manusia yang memiliki kekuatan untuk membangun masa depan. Bahkan, kata dia, masa depan yang dibayangkan itu sebenarnya sedang dijalani para santri sendiri.

Dari situ, beliau menekankan pentingnya kompetisi. Di lingkungan pondok, santri dibiasakan berkompetisi dengan teman-temannya. Kebiasaan itu diharapkan menjadi bekal ketika mereka terjun ke masyarakat dan bersaing dengan orang-orang yang tidak mereka kenal.
“Kita akan berkompetisi dengan manusia yang tidak pernah kita ketahui, dan kita harus memenangkan peradaban, dan meletakkan peradaban itu, dan membangun negeri ini,” tuturnya.

Selain sebagai ajang adu kemampuan, Gontor Olympiade juga menjadi sarana pendidikan karakter. K.H. Husnan Bey menegaskan bahwa seluruh santri memiliki peran dalam pelaksanaannya. Keterlibatan itu menjadi bagian dari pendidikan kemandirian, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan yang diterapkan di PMDG. Upacara kemudian ditutup dengan doa sebagai tanda dibukanya Gontor Olympiade pertama di 100 tahun kedua PMDG.

Kontributor : Ashabrio, Tim Media PMDG
Editor : Johansyah, Faza