Date:

Share:

Menapaki Jejak Perjuangan Trimurti dalam Pembekalan Intensif

Related Articles

Bertepatan pada hari Senin (16/2), Siswa Kelas Akhir KMI 2026 The Brilliant Generation menyelenggarakan pembekalan intensif guna mempersiapkan santri menghadapi kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang sudah diselenggarakana sejak berdirinya KMI acara ini diikuti lebih dari 2.000 santri. Berasal dari berbagai macam suku, sifat dan daerah dari PMDG kampus pusat hingga kampus 6 Riyadhotul Mujahidin.

Rentetan pembekalan dibuka oleh direktur KMI, Al-Ustadz K.H Masyhudi Subari M.A, yang menjelaskan tentang ke-KMI-an sekaligus membuka rentetan kegiatan ini. Beliau menerangkan tentang Dasar-dasar di bentuknya kurikulum KMI, sejarah terbentuknya, visi misi hingga alasan mengapa Gontor membentuk KMI.

Beliau sangat menegaskan tentang wujud perjuangan Trimurti untuk membangun dan membuat lembaga pendidikan yang bermutu dan bermutu dan berarti. ”Bondho bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan” itulah ungkapan yang beliau lontarkan. Maka tidak akan ada orang yang berani mengorbankan harta hinnga dirinya jika bukan karena tekad yang kuat.

Perjuangan yang dikeluarkan trimurti bukanlah omong kosong belaka, itu semua bisa kita rasakan dengan sistem yang paten. Sistem yang paten bukanlah hal mudah tanpa keimanan yang kokoh maka dari itu KMI telah didirikan dengan iman yang kuat.

KMI diikrarkan pada 19 September 1936 sebagai sekolah guru Islam tingkat menengah pertama dan menengah atas. Persemaian guru-guru ialah KMI yang mendidik dan mencetak para santri-nya untuk menjadi seorang guru di masa mendatang. Bertepatan pada tanggal itu pula Gontor secara resmi diberi nama Darussalam.

Berbagai wejangan yang beliau berikan dengan harapan para santri dapat memahami dan mengamalkan ilmu-ilmu dari para guru. Dalam pidatonya beliau sering menyampaikan akan pentingnya seorang guru. ”Cara belajar itu lebih penting dari pada materi yang di ajarkan dan guru lebih penting dari pada cara belajar dan roh seorang guru itu lebih penting dari pada gurunnya itu sendiri” ujarnya.

Kontributor: Faza,Kholis, Afghan
Editor: Winka, Alif, Ghazi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles