Dalam perjalanannya menuju alumni yang berkualitas, siswa kelas akhir Kuliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) 2027 Impervious Generation, mengikuti berbagai program penempaan diri. Salah satu program tersebut adalah Ujian Imamah dan Khatib yang diselenggarakan pada Selasa (31/3). Bertempat di Masjid Jami’ Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG).
Ujian ini diselenggarakan untuk mengukur kapasitas pribadi santri dalam mendirikan ibadah, khususnya dalam menjadi imam dan khatib Jumat. Hal ini sangat lah penting mengingat para siswa mendapatkan kesempatan untuk menjadi imam serta menjadi Khatib Jumat.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 719 siswa dibagi ke dalam 72 kelompok ujian. Setiap kelompok terdiri atas sekitar 10 siswa. Diuji secara langsung oleh bapak guru dari Jam’iyyatul Qurra’ (JMQ) atau pembimbing kelas 6. Proses ujian berlangsung dengan tertib dan khidmat, mencerminkan keseriusan para santri dalam mengikuti setiap tahapan penilaian.

Adapun materi yang diujikan mencakup berbagai aspek penting dalam ibadah. Mulai dari ketepatan bacaan surah, kesesuaian gerakan salat, kelancaran hafalan doa. Juga kemampuan membaca dan menyampaikan naskah khutbah Jumat dalam bahasa Arab dengan baik dan benar.
Setelah seluruh rangkaian ujian selesai dilaksanakan, hasil penilaian diklasifikasikan ke dalam lima kategori. Seperti mumtaz, jayyid jiddan, jayyid, maqbul, dan rasib (tidak lulus). Hasil tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi staf JMQ dalam menyusun jadwal imam salat. Serta menentukan siswa yang layak dan mampu untuk menjadi khatib Jumat.

Melalui ujian ini, diharapkan para santri tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam beribadah, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual dalam mengemban amanah di tengah masyarakat.
kontributor : Faza, Bagian Phorography OPPM
Editor : Johansyah