Home Blog Page 252

Shalat Idul Adha Di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo

0

Gontor – Kumandang takbir menggema sejak sabtu malam setelah Maghrib (10/08/19) di Pondok Modern Darussalam Gontor dan itu terus berlanjut hingga pagi harinya Ahad (11/08/19). Persiapan bagian Pengasuhan Santripun tak kalah sibuknya mulai mensterilkan lokasi shalat ‘id di depan Masjid Jami’ Gontor, membersihkan area, menyiapkan karpet untuk peserta shalat ‘id dan lain sebagainya. Jama’ah putra dipersiapkan di area depan masjid memanjang ke timur meliputi area lapangan bola volly dan sepak takraw sedangkan untuk jama’ah putri shalat ‘id dipersiapkan di dalam Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Jama’ah para santri sejak pagi hari pukul 05.30 Wib berbondong mulai mengisi shaf yang telah di sediakan tepat di area lapangan bola volly yang diisi terlebih dahulu oleh santri kelas 6 pada 10 shaf awwal dan selanjutnya diisi secara acak oleh rayon-rayon kamar yang ada di PMDG. Sementata Khatib Idul Adha kali ini adalah ustadz Hanif Hafidz, S.Ag, dan KH. Hasan Abdullah Sahal sebagai imam.

Beberapa pesan yang disampaikan oleh khatib dalam khutbahnya:

“Idul Adha merupakan hari yang sangat istimewa dan berbeda dengan hari lainnya, dalam Idul Adha bagian dari sejarah dalam Islam, terdapat unsur pengurbahan, pengabdian, penyempurnaan dalam Islam. Dan Haji merupakan bagian dari sejarah amaliyah Nabi Ibrahim”.

Iapun berpesan bahwa, “Dalam ibadah haji juga melambangkan kesamaan menjadi hamba Allah, semua jama’ah menggunakan pakaian ihram yang sama putih, melakukan amaliyah haji dengan serentak dan seragam menandakan semua makhkuk hidup yang di ciptakan Allah adalah sama tidak ada kategori ras atau golongan level tertentu”.

Ia juga berpesan bahwa Idul Adha terdapat pesan pengorbanan & juga ketaatan, “Pengorbanan seorang Ibrahim yang telah lama tidak mendapatkan keturunan hingga ia mendapatkan keturunan seorang anak bernama Ismail, hingga ia telah sampai dewasa Ibrahim mendapatkan pesan agar menyembelih putranya sendiri yang mulai beranjak dewasa, pesan Allahpun disampaikan kepada putranya (Ismail), ‘wahai anakku, aku mendapat perintah dari Allah untuk menyembelihmu’, jawaban Ismail sangatlah mengejutkan karena jawaban tersebut bernilai ketaatan seorang Ismail kepada Ayahnya dan juga Allah yang telah memerintahkan kepada Ayahnya untuk menyembelihnya, ‘Wahai Ayah lakukanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu, maka engkau akan mendapatiku termasuk sebagai orang-orang yang Sabar”.

Pesan diatas telah Allah gambarkan dengan sekenario yang sangat indah dan telah diabadikan dalam Al-Qur’an surat As-Shafaat ayat 99-111.

“Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?” Ia menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami memanggilnya: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. Ash-Shaaffaat: 99-111).

Pengorbanan dan ketabahan Ibrahim juga ketaatan seorang Ismail berbuah manis, ternyata Allah mengganti sembelihan Ibrahim dengan seekor domba yang sehat dan besar, dan hingga saat ini apa yang silakukan oleh Ibrahim di teladani oleh ummat Islam di dunia.

Pelantikan Staf OPPM-Melatih Santriwati Berorganisasi Sejak Dini

0

Staf OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern) merupakan organisasi yang bergerak dibawah bimbingan pengurus OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern) dengan beranggotakan kelas 4 dan 3 Intensif. Masa dimana proses awal transisi dimulai, mereka merupakan anggota paling tua di rayon. Oleh karena itu, pendidikan berorganisasi harus ditanamkan sejak saat ini.

Jum’at-(9/8) lalu dengan disaksikan para ustadzah pembimbing dan segenap asatidz kalimat syahadat dilantunkan. Resmi sudah menjadi staf OPPM setelah dilantik oleh Al-Ustadz Oemar Ardi Budi Laksana, S.Pd.I Setelah pelantikan dilanjutkan dengan perkumpulan bersama pembimbing bagian masing-masing. Para staf dilatih untuk memahami kinerja tiap-tiap bagian OPPM untuk persiapan kelak. Dan tentu saja untuk membantu terlaksananya program-program tiap-tiap bagian.hasnab

Gema Takbir Malam Idul Adha 2019

0

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن، وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن، وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن، لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه، صَدَق ُوَعْدَه، وَنَصَرَ عبْدَه، وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ .الاحْزَابَ وَاحْدَه، لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ

Idul Adha adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

Gema Takbir Idul Adha beriringan dengan beranjaknya sang malam. Lantunan takbiran pun, tiada hentinya dikumandangkan, hingga mentari esok menyapa.

Sabtu, 10/8 – Tepat dimana seluruh kegirangan dan kebahagiaan bersatu padu, dengan iringan takbiran. Idul Adha – adalah hari raya besar bagi seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Namun, bagi santriwati di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 kegiatan takbiran Idul Adha, adalah momentum yang sangat berbeda dan dinanti-nanti. Mengingat dimana mereka akan melewati Hari Besar Umat Muslim ini, hanya didalam lingkup Pondok, tentunya bersama keluarga kecil mereka, teman mereka.

Sahutan takbir lintas angkatan dimulai. Baik dari kalangan ustadzah, maupun santriwati. Mempunyai genre tersendiri, dengan satu tujuan yang sama yakni, demi menyemarakan Hari Raya Idul Adha.

Dan akhir dari takbir keliling adalah dengan diadakannya perkumpulan Malam Takbiran Idul Adha. Bertempat di Mini Hall gedung serbaguna Gontor Putri Kampus 2. Pesan dan Nasehat tak luput disampaikan demi menyambut keesokan harinya. WANDA

PKA: “Gontor Garda Terdepan Membina Bangsa”

0

RIMBO PANJANG – Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy (PKA) merupakan kegiatan rutinitas yang dilaksanakan di awal tahun ajaran baru. Acara ini, telah menjadi sunnah Pondok Modern Darussalam Gontor untuk tetap melaksanakan Khutbah Perkenalan atau disebut dengan Khutbah Perpeloncoan. Dengan tujuan, sebagai ajang perkenalan seluruh rangkaian kegiatan pondok kepada keluarga besar pondok, baik santri, dewan guru, ataupun guru berkeluarga. Khususnya para santri baru.  

Pada hari Selasa (6/8) seluruh santriwati dan dewan guru PM Gontor Putri Kampus 7 diwajibkan untuk mengikuti agenda PKA di Lapangan Utama yang dihadiri oleh Al Ustadz H. Imam Shobari, S.Ag, Al Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A, M.L.S, Al Ustadz Sunanto WR, M.A, Al Ustadz Muhammad Badrun, Al Ustadz Suwarni dan Wakil Pengasuh PM Gontor Kampus 14 Al Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I.

Dengan bermotokan, “Gontor Garda Terdepan Membina Bangsa, Mempertahankan Peradaban,” seluruh rangkaian acara PKA tahun ini berjalan dengan lancar dan khidmat, apalagi para tamu sangat senang saat disajikan dengan penampilan menarik dari santriwati dan dewan guru. Sajian tersebut meliputi, Tari Persembahan, Atraksi Pramuka, Senam Kreasi, Tari Massal, Simphony of Angklung dan Grand Closing.

Selain itu, dalam Kuliah Umum Babak I, Ustadz H. Imam Shobari, menyampaikan amanat nasehat Pimpinan PM Gontor dan dilanjutkan dengan pengumuman baris-berbaris terbaik antar konsulat. Peraih juara tersebut meliputi, Juara Umum Konsulat Kepri, Juara 1 Konsulat Kampar 1, Juara 2 Konsulat Siak 1, dan Juara 3 Konsulat Pekanbaru 1. Ulfa Meida

Peserta Baksos 2019 Resmi Diberangkatkan

0

GONTOR—Peserta Bakti Sosial (Baksos) 2019 resmi diberangkatkan pada Jum‘at siang (9/8). Acara pemberangkatan tersebut dimulai pukul 14.00 WIB di depan Gedung Asia. Seluruh peserta Baksos telah berbaris rapih mengenakan kemeja guru dan sepatu. Yang membuka acara ini dan melepas para peserta adalah K.H. Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), didampingi H. Noor Syahid, M.Pd. sebagai Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) dari Universitas Darussalam (Unida) Gontor.

Acara Baksos tahun ini diadakan di Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Para peserta Baksos merupakan mahasiswa guru tahun pertama di PMDG, dan ditemani oleh panitia dari guru tahun ketiga. Setelah upacara pelepasan, para peserta mengadakan perfotoan bersama Bapak Pimpinan beserta Ustadz Noor Syahid, kemudian berangkat menuju tempat bakti sosial menggunakan 2 unit truk dan satu mobil pick up.

Acara berlangsung selama dua hari tiga malam, dan ditutup dengan acara pentas seni pada malam terakhir. Dengan adanya acara ini para peserta diharapkan mendapat banyak pengalaman tentang kemasyarakatan, sosial, serta bisa mengamalkan beberapa ilmu yang telah didapat dari Pondok kepada masyarakat.(Faruq)

Menanamkan Jiwa Kepemimpinan dengan Training Organization

0

Mantingan-Pondok modern darussalam Gontor selalu mengajarkan tentang kepemimpinan bukan hanya memberi tugas, melaporkan, ataupun menerima hasil, tetapi kepemimpinan yang diajarkan oleh pondok adalah menjadi pemimpin yang memiliki pandangan jauh ke depan serta melatih diri agar dapat mengayomi, melatih, dan mengarahkan untuk mewujudkan sosok pemimpin yang uswatun hasanah.

Ahad, 30 Juni 2019 yang bertepatan dengan 26 Syawwal 1440 pondok modern darussalam gontor putri kampus 1 melaksanakan training organization bagi kelas 5 yang bertujuan untuk memperluas dan meningkatakan wawasan para santriwati dalam hal keorganisasian. Acara ini diikuti oleh seluruh santriwati kelas 5, ustadz, dan ustadzah sebagai pembimbing rayon. Kegiatan ini berlangsung pada pagi dan malam hari yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan seluruh buku administrasi setiap bagian di rayon masing-masing.

Dalam acara ini menekankan bahwa kelas 5 adalah manifestasi pak kyai, yang mana menjadi penyalur nilai-nilai pendidikan bagi para anggota muda melewati bimbingan, pendidikan serta pengarahan di rayon masing-masing karena para mudabbiroh lah yang selama 24 jam berada bersama para anggota.

Diharapkan dengan selesainya acara ini dapat menumbuhkan kesemangatan berorganisasi bagi para santriwati kelas 5, dan dapat menjadi teladan bagi para anggotanya. -Tiarala

Demo Musyawarah Kerja Rayon Gontor Putri Kampus 2

0

Kamis(8/8)- Pelataran rayon Gedung Damaskus dipenuhi oleh santriwati kelas 5 dan seluruh ustadzah pembimbing rayon guna mengikuti Demo Musyawarah Kerja Rayon. Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan tata cara musyawarah kerja rayon yang baik dan benar agar tidak adanya kesalahan ataupun ketidakpahaman dari tiap-tiap anggota pengurus rayon  dalam musyawarah kerja nantinya.

            Dibimbing oleh Pengasuhan Santriwati, demo ini dipraktekkan langsung oleh sebagian kelas 6. Dalam peragakannya, mereka mencontohkan tata cara musyawarah kerja yang diawali dengan sidang pleno, komisi dan yang terakhir adalah paripurna. Tidak hanya itu, tata cara pengetukan pengesahan program kerja dan tata peletakan sidangpun dipraktekkan.hasnab

Pembukaan Pramuka Gontor Putri Kampus 2

0

Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai wadah untuk membina para santriwati agar menjadi disiplin dan mandiri. Selain itu, juga membentuk ketrampilan santriwati sehingga menjadi santriwati yang kreatif dan bermanfaat. Kegiatan kepramukaan di Gontor wajib diikuti oleh seluruh santriwati. Setiap anak di tuntut untuk berkecimpung dalam kegiatan rutin yang di adakan tiap Kamis siang itu. Dengan seragam coklat dan atribut kepramukaan lengkap serta yel-yel merupakan ciri khas pramuka yang selalu terlihat riang dalam setiap aktivitasnya.

            Setelah selesainya rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy dengan pagelaran seni Panggung Gembira sebagai puncaknya. Kamis (8/8)-Kegiatan kepramukaan di Gontor Putri Kampus 2 kembali di buka dengan upacara pembukaan yang di adakan di lapangan hijau. Kegiatan yang di ikuti oleh seluruh anggota Darussalam ini di buka langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz K.H Umar Said Wijaya, M.Pd secara simbolis dengan pemotongan pita dan penyerahan tumpeng.hasnab

Al-Hambra Night 3.0, Pentas Seni Keluarga UNIDA Gontor

0

UNIDA Gontor – Tidak hanya mahasiswa saja yang tampil, tenaga kependidikan, dosen, rektor, bahkan putra dosen senior juga ikut tampil meramaikan acara Al-Hambra Night 3.0.

Penampilan Persidama

Pagelaran Seni Akbar Al-Hambra Night Spectakuler Show lebih lengkapnya merupakan puncak dari rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-Arsy. Untuk kali ketiga acara ini dilaksanakan, Al-Hambra Night 2019 mendapat apreasiasi positif dari penonton khususnya Rektor UNIDA Gontor, baik dari segi penampilan, panggung maupun kepanitiaan. “Saya puas dengan acara pada malam hari ini, dikemas bagus tapi tidak meninggalkan nilai pendidikan”, ungkap Prof. Amal.

Background Al-Hambra Night 3.0

“Berbeda dengan tahun sebelumnya nampak dari background sudah terlihat, ini baru pentas seninya mahasiswa, apalagi ada buku misykat saya disana. Dalam hal penampilan saya tidak bisa mengomentari banyak karena seni itu tidak ada yang salah”, lugas Dr. Hamid setelah acara usai.

Penampilan Tari Nusantara (Tari Saman)

Acara yang di gelar pada Kamis malam, 8 Agustus 2018 di depan Gedung Terpadu UNIDA Gontor ini mengundang seluruh dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa UNIDA Gontor tentunya. Selain itu, mahasiswi kampus putri sekitar 200 mahasiswi juga turut hadir mengisi kursi penonton.  

Penampilan Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A

Penampilan demi penampilan ditampilkan begitu apik walaupun dengan persiapan latihan yang terbilang singkat sekitar 1 minggu saja. Beberapa penampilan yang ada diantaranya Nasyid, Band, Tari Nusantara, Modern Dance, Puisi, Taekowondo dan lain sebagainya. Tak ketinggalan Prof. Amal juga ikut tampil menyanyikan sebuah lagu yang pernah populer dimasanya berjudul “Yesterday” dari Nuansa Blues.

Penampilan putra-putra dosen senior

Tidak hanya itu, beberapa tenaga kependidikan juga menampilakan nasyid dan tari, kemudian dosen putra memebentuk grup band dan menymbang 2 buah lagu, lalu putra dari beberapa dosen senior dengan lincahnya tampil diatas panggung bak dancer cilik yang professional. Itulah  yang membuat Al-Hambra Night tahun ini sedikit berbeda  dari tahun sebelumya. UNIDA

Warna-Warni Nusantara

0

MANTINGAN- Auditorium membludak dengan beribu pasang mata, menyaksikan warna-warni nusantara yang begitu memukau. Sering disebut sebagai Pelangi Antar Nusa (PAN). Ini adalah salah satu rangkaian acara Pekan Perkenalan, yaitu bagaimana pondok mengenalkan santri kepada kebudayaan nusantara. Setiap perwakilan daerah memperkenalkan dirinya, masyarakatnya dan kultur budayanya.

Inilah Indonesia dengan beraneka ragam ras, suku, dan bahasanya. dari Sabang sampai Merauke santri yang datang untuk menuntut ilmu, mereka bersama-sama menunjukkan kebolehannya. Tak kalah juga bagi santri dari mancanegara, mereka sangat berantusias menampilkan sesuatu yang jarang bahkan tidak pernah dikenal oleh teman-teman Indonesia mereka.

Acara yang dilaksanakan tepat pada hari Rabu malam, 3 Juli 2019, sangat menarik dan memukau para penonton. Sorakan supporter dari tiap daerah terdengar begitu jelas memecahkan kesunyian malam. Para peserta PAN tidak memandang kelas, semua perwakilan tiap angkatan disetiap konsulat ada untuk mengikuti acara ini dengan panitia dari kelas 5 dan bimbingan dari para pembimbing konsulat.

Persiapan untuk acara ini cukup melelahkan tetapi pendidikan yang didapat sangat berharga yaitu pendidikan kreatifitas dan kemandirian. Acara ini dinilai dari kekompakan, bahasa, drama, slide dan seni. Pelangi Antar Nusa tahun ini dimenangkan oleh konsulat Jawa Timur yang selanjutnya disusul oleh Sumatera, Indonesia Timur, Kalimantan dan Jawa Barat. Seperti inilah Gontor yang mana disetiap kegiatan yang dikonsumsi para santri mengandung pendidikan yang sangat berharga.

Penyerahan Piala kepada pengurus konsulat Jawa Timur atas penghargaan sebagai Juara 1 PAN