Home Blog Page 261

Api unggun LPG/TPI

0

Semarak malam yang mengoncangkan lapangan kembali singgah pada acara Api Unggun LPG/TPI (kamis,11/7/2019) Pasukan ber-atribut coklat dengan tongkat berlambangkan gudep  masing –masing memeriahkan acara pada malam itu.

Dibuka oleh Bapak wakil Pengasuh Al-Ustadz Umar Said Wijaya,M.Pd, serta penutup oleh Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz,Lc dengan pembacaan dasa darma paramuka oleh andika pramuka dengan membawa obor melingkari lapangan, penyalaan Api unggun dengan cara

Setiap gudep menampilkan tarian daerah dengan lincahnya, tarian daerah disini agar santriwati lebih memahami arti daerah dan tahu bagaimana tari daerah yang bervariasi di Indonesia ini, penampilan dimeriahkan pula oleh pendamping setiap gudep yang ikut serta dalam tarian daerah tersebut  membuat acara lebih menarik.

Acara Api unggun ditutup dengan menyanyikan lagu syukur 3 kali, santriwati melingkari api unggun dengan khidmat dan beribawa agar disetiap pramuka selalu ingat allah dan selalu bersyukur apa yang diberi oleh Allah SWT. FANI

Menjelang Panggung Gembira Kelas 6 Gontor 2

0

Siman – Seolah tanpa lelah wajah-wajah kelas 6 Prominent Generation menyiapkan acara pentas seni kebanggaan mereka. Panas seolah bukan halangan berarti untuk mengerahkan segala kemampuan mereka untuk mempersiapkan segala keperluan panggung untuk Gebyar Seni Panggung Gembira yang akan dilaksanakan malam hari ini (Sabtu 13/07/2019). Mulai menyusun dekorasi panggung berupa triplek sepanjang 20 meter dan lebar 12 meter area yang cukup lebar untuk penampilan akbar selevel anak Sekolah Menengah Atas (SMA) diluar.

Dekorasi panggung inibkurang lebih dikerjakan selama 2 bulan, para dekoratorpun harus bekerja keras pagi, siang dan malam tak bisa dipungkiri juga mereka harus meninggalkan kelas di pagi hari untuk merampungkan settingan dekorasi panggung yang sangat menguras tenaga. Selain panggung mereka juga harus menyiapkan tatanan sound system yang akan digunakan pula, mulai dari sisi utara dan selatan panggung, depan panggung dan juga sound agak sedikit memanjang ke sisi timur (depan panggung) lokasi para penonton berada. Belum lagi persiapan ligthting diatas panggung yang digunakan untuk pencahayaan setiap penampilan mereka agar dapat membuat kesan artistik. Selain itu pula terlihat santri-santri bagian pertamanan yang biasa disebut Basatino (Perkebunan) terlihat antusias dalam menata hiasan aneka ragan bunga dan juga bebatuan hias di area depan panggung agar memunculkan kesan asri dan indah.

Seluruh kegiatan kelas 6 ini tidak luput dari pengawalan guru-guru senior dan junior, beliau-beliau langsung memberi instruksi, arahan dalam penataan lokasi acara jika dilihat kurang rapi maupun ada yang kurang cocok dengan alam pendidikan di Pondok Modern Gontor. Secara tidak langsung para santri telah belajar seni, manajemen, leadership dan juga filosofi kesenian ala Gontor. Terlihat pada sofa depan panggung mulai pagi tadi hingga siang ini KH. Muhammad Hudaya, M.A, ustadz Nur Salis Al- Amin, Sugeng, Ustadz Didik, terjun langsung ke lapangan memantau pergerakan kinerja kelas 6 dalam mempersiapkan panggung.

Acara Pentas Seni Panggung Gembira ini baru akan berlangsung nanti malam pukul 20.00 Wib di lapangan Sintesa Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 Madusari Siman Ponorogo.

Nada-Nada Kedamaian Darussalam

0

Karangbanyu – Gema nada yang terlontarkan dari suara alunan musik yang menggema, mengiringi kemeriahan lomba volk song antar rayon yang diadakan Gontor Putri Kampus 3 yang dilaksanakan pada Jumat (12/7) di auditorium Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3, acara ini diikuti oleh seluruh rayon yang berjumlah 20 rayon. Adanya acara ini bertujuan melatih kekompakkan dan kebersamaan antar rayon se-darussalam.

Acara rutin yang diadakan pada rentetan acara Khutbatul ‘Arsy ini, berdurasikan 8 menit untuk setiap rayon dalam menyanyikan lagu wajib, dimana lagu wajib tersebut terdiri dari 5 buah lagu yang disebar disetiap rayon, sehingga lagu wajib untuk volk song kali ini tidak beratap pada satu judul tetapi bermacam-macam judul, namun masih dalam satu naungan nada dan irama. Dan yang menjadi kriteria perlombaan ini adalah kekompakan gerakan anggota, suara, kostum dan kreativitas penyajian lagu. Keluarlah juara pertama dalam lomba ini yaitu perwakilan Rayon Lahore B dan untuk juara kedua adalah Syiria 2B

Dengan adanya kegiatan ini  maka para santriwati berlomba-lomba menampilkan bakad terbaik guna mendapatkan hasil yang terbaik pula.Fikra17

Kompetisi Seni Baca Puisi Dan Festival Lagu

0

Gontor– Di sela sela liburan santri pada hari Jum’at, kali ini Gontor mengadakan acara Vocal Group Among Hostel yang mana ini adalah salah satu dari rentetan acara pekan perkenalan Khutbatu-l-Arsy, yang di panitiai oleh santri kelas 3 Int dan kelas 4 KMI. Acara ini diadakan pada hari Jum’at 12 Juli 2019 yang dimulai tepat pukul 07.32, dan acara ini resmi dibuka oleh Al-Ustadz Hasan Muttaqien kata beliau. “ Ini adalah sebuah dinamika atau pergerakan yang nyata, karna di pondok ini yang di didik adalah totalitas dalam segala hal entah itu totalitas dari santri ataupun gurunya. Dan pada volk song kali ini bermotokan “ Dengan loyalitas, berfikir keras dan usaha keras, mari satukan perbedaan demi sebuah kesuksesan, ubah kata lelah menjadi Lillah”. Demikian ungkapnya.

Maka dari itu disemua acara gontor termasuk acara Volk Song ini semuanya di didik, Panitia, penyelenggara, dan dewan jurinya pun didik untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal. Karna pada hakikatnya santri gontor itu apabila mengadakan suatu acara mereka ingin memaksimalkan acara tersebut dangan apa adanya. Jadi ini adalah sebuah kesenian yang di kolaborasikan dengan karya dari setiap rayon di Darussalam, sekian waktu yang digunakan anak-anak untuk berlatih volk song ini, agar rayonya menjadi yang terbaik. Tetapi harus diperhatikan pada volk song ini vocal, music, alat music, dan gerakan harus ada tempatnya, jangan sampai salah satunya berebut tempat entah itu antara vocal dan music, atau music dan gerakan harus serasih”.
Dibacakan pula kriteria penilaian oleh salah seorang juri yaitu Al-Ustadz Rendy Yudha Bashkara, “Jadi pada Vocal Group kali ini juri berjumlah 8 orang yang mana mereka menilai masing masing kriteria. Ada 4 kriteria yaitu : Koreografi, Lagu, Isi / Kandungan dari lagu yang dibawakan, dan yang terakhir vocal. Dan pada vocal yang dinilai adalah artikulasi dan penghayatan.
Setiap rayon diberikan waktu 11 menit, yang mana nanti dimenit kesepuluh akan ada peluit peringatan bahwasanya waktu sudah hampir habis dan apabila masih berlanjut atau lebih dari 11 menit maka tirai akan ditutup.” Ujar Al-Ustadz Rendy Yudha Bashkara. #fardan

Pelangi Antar Nusa-Ajang Pengenalan Seni Budaya Antar Daerah

0

Indonesia merupakan negara luas yang terdiri dari banyak pulau dan keaneragaman budaya. Begitupula santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor yang datang dari seluruh penjuru negara maupun mancanegara. Oleh karena itu, Pondok Modern Darussalam Gontor memberikan wadah untuk saling mengenal seni budaya antar daerah di seluruh Indonesia melalui penampilan hasil karya santriwati yang di namakan Pelangi Antar Nusa atau yang sering di kenal dengan PAN.

           Pelangi Antar Nusa merupakan salah satu rentetan acara Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy yang menjadi ajang adu kreativitas antar provinsi. Dibuka dengan penampilan dari Konsulat Jawa Timur dan di lanjutkan oleh Konsulat Jawa Tengah, Sumatra, Jawa Barat dan di tutup oleh Provinsi Indonesia Timur. Para santriwati menyuguhkan drama dengan bahasa daerah masing-masing, selain drama terdapat juga tarian daerah, makanan daerah, permainan daerah hingga icon daerah masing-masing.

            Hasil yang dicapai dari kompetisi ini adalah juara 1 diraih oleh Konsulat Jawa Barat, juara 2 di raih oleh Konsulat Jawa Tengah, dan juara 3 diraih oleh Konsulat Indonesia Timur.hasnab

Lomba Poetry Reading dan Fashion Show

0

Gontor Putri Kampus 3 – Banayak acara dan lomba-lomba yang sengaja diselenggarakan dalam rangka menyambut acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy yang bertujuan menciptakan santriwati multitalenta serta untuk mengenalkan santriwati baru berbagai acara pondok. Salah satunya adalah lomba Putri reading dan fashion Show yang di laksanakan pada hari Kamis (11/7) di auditorium Gontor Putri Kampus 3. Acara tersebut di buka oleh Al-Ustadz Suwarno TM, beliau berkata “Supaya semuanya mengetahui bahwa ke pondok bukan hanya untuk belajar di kelas, tapi juga untuk menggali potensi yang di miliki dengan mengadakan berbagai kegiatan di luar kelas.” Setelah memberikan pidatonya, acara pun di buka dengan pukulan gong sebanyak tiga kali serta takbir yang diikuti para santriwati.

            Dalam lomba Poetry reading, dua orang perwakilan antar gedung mengumpulkan teks puisi berbahasa Inggris yang bertemakan “Muslim of the world” beserta terjemahannya kepada panitia dua hari sebelum acar ini dilaksanakan.

            Sedangkan lomba fashion show di bagi menjadi dua, yaitu casual dan wedding. Lomba fashion show casual tahun ini bertemakan “Summer casual fashion week” dimana pesertanya merupakan satu orang perwakilan tiap rayon. Untuk lomba fashion show wedding bertemakan “Back to nature wedding dress” dalam bentuk karnaval wedding dengan berbagai elemen yaitu : api, pohon, bunga, daun kering, buah, emas dan perak. Pesertanya merupakan satu orang perwakilan tiap gedung.

            Semoga dengan acara ini santriwati dapat mengambil nila-nilai positif yang terdapat di dalamnya serta mampu memiliki mental yang kuat untuk tampil di depan. Fikra17

GEMA NADA DARUSSALAM DALAM LOMBA LIVE MUSIC

0

Karangbanyu, alunan musik gitar yang terdengar merdu mengiringi berjalannya acara lomba live music atau biasa dikenal dengan festival musik, kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 9 Juli 2019/ 6 Dzulqo`dah 1440 yang bertempat di Auditorium Gontor Putri Kampus 3.

Acara ini merupakan salah satu media dalam menyalurkan minat dan bakat santriwati dalam bidang musik. Adapun alat musik yang dimainkan santriwati diantara lain keyboard, gitar listrik, cajon, pianika, recorder. Dengan ini, diharapkan santriwati tidak hanya mendapatkan hiburan, namun juga membangun kepribadian yang kreatif dan juga luwes dalam mengeluarkan ekpresi perasaan. Dan Juara pertama  festival musik antar individu ini diraih oleh Fathia Izzatul Kelas 1 INT dan untuk juara keduanya diraih oleh Rizka Kelas 4.

Adanya acara ini dapat mengasah bakat-bakat terpendam santriwati dalam bidang musik khususnya dalam memainkan alat musik.

Pembukaan Latihan Baris – Berbaris Antar Konsulat – Menciptakan generasi anti berkoloni

0

Lapangan hijau – adalah saksi bisu dari acara pembukaan baris – berbaris antar konsulat kala itu, tak  luput dihadiri oleh segenap asatidz, ustadzat, dan juga seluruh santriwati. Acara ini pun dibuka secara resmi oleh Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2.

Selasa, 9/7/19 – Tepatnya pada hari itu, rutinitas baris – berbaris tahunan antar konsulat dimulai. Mengingat bahwa acara ini adalah salah satu rentetan dari acara Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy ( PKA ), acara perpelocoan terkhusus santriwati baru, agar lebih memahami metamorfosa dan nilai – nilai gontory.

Dengan diadakannya acara baris – berbaris antar konsulat, diharap kepada seluruh santriwati agar tetap menjalin ukhuwah yang baik antar sesama konsulat, menghindari diri dari sifat pragmatis, juga sadar bahwa dengan diadakannya acara antar konsulat mereka paham, bahwa mereka mempunyai sandaran juga keluarga baru di pondok.

Dari sini jugalah kekompakkan antar konsulat dinilai, jiwa saing adalah salah satu motivasi terbesar, untuk menunjukkan keunggulan dari suatu konsulat. Kekompakkan, irama hentakkan kaki, dan rapihnya suatu barisan pun menjadi salah satu point nilai kejuaraan, dari acara baris – berbaris antar konsulat.

Dan bagi anak – anak baru pun akan mendapatkan bimbingan khusus dari kakak – kakak kelas 5 ( pembimbing dari masing – masing konsulat ), dalam menjalani rutinitas tahunan ini. Terik matahari, bukanlah suatu alasan, untuk mensukseskan dan mengharumkan nama konsulat mereka masing – masing.

Baris – berbaris antar konsulat terdiri dari berbagai macam konsulat, diantaranya ; Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, dan Indonesia Timur. Dan diikuti oleh santriwati kelas 1 – 6. WANDA

Pembacaan Hasil Musyawarah Kerja OPPM

0

GONTOR—Suasana di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) selalu terkesan dinamis, karena berbagai kegiatan yang memang tidak pernah berhenti. Pagi ini (8/7) Seluruh santri berkumpul di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) untuk mendengarkan Pembacaan Ketetapan Hasil Musyawarah Kerja Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM).

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, beserta Direktur KMI, dan ketua-ketua lembaga PMDG. “Keputusan-keputusan di Pondok ini adalah hasil dari musyawarah, apa yang sering saya sampaikan ini juga hasil musyawarah, salah satu tanda kemodernan adalah berorganisasi” Pesan Kiai Hasan sebelum pembacaan ketetapan hasil Musyawarah Kerja.

Ketetapan Hasil Musyawarah Kerja disampaikan oleh beberapa ketua bagian OPPM dari siswa kelas 6, mulai dariKetua, Sekretaris, Bendahara, Keamanan, hingga Bagian Koperasi Pelajar, Koperasi dapur, dan lain-lain. Malam harinya, akan dilanjutkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari seluruh Bagian OPPM. Dinamika di Pondok ini memang tidak ada hentinya, para santri tidak penah kosong dari berbagai kegiatan yang mendidik dan bermanfaat. Faruq

Pemilihan Ketua Dewan Mahasiswa Kampus Rabithah

0

GONTOR–Seluruh Mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Kampus Rabithah Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali memilih ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) kampus Rabithah.

Acara yang bertempat di Aula Rabithah (2/7) ini, dihadiri oleh segenap Mahasiswa UNIDA kampus Rabithah. Selain itu, yang bertugas menjadi Panitia Pergantian Pemilihan ketua Dewan Mahasiswa (P3DEMA) adalah semester 3 yang berjumlah sekitar 60 orang. Adapun kandidat ketua DEMA kampus Rabithah tahun ini adalah:

1. Ahmad Nawirul Huda.

2. Muhammad Miftahul Falah.

3. Muhammad Yusril Mustaqim

4. Falihuddin Hasan

5. Tegar Cahyo Wibowo

Mereka berlima adalah mahasiswa UNIDA Gontor semester 7.

Para mahasiswa yang hadir, memiliki hak penuh untuk menentukan pilihannya dengan mencoblos foto kandidat di kertas pemilu yang telah disediakan oleh panitia, dan setiap pemilih hanya boleh mencoblos 2 foto kandidat saja, dan memilih kandidatnya secara bergantian di tempat yang telah disediakan oleh panitia.

Terpilih dari lima nama tersebut adalah Ahmad Nawirul Huda dan Muhammad Miftahul Falah, mereka berdua menggantikan posisi ketua sebelumnya, yaitu Karya Nata Buana dan M. Aminuddin.

DEMA adalah organisasi yang mengurus semua kegiatan mahasiswa, baik yang akademis, maupun non akademis. Pergantian pengurus DEMA dilaksanakan

Begitulah organisasi di Pondok Modern Darussalam Gontor, selalu mengestafetkan nilai kepada generasi selanjutnya, sehingga dinamika pondok tetap berjalan dengan dinamis dan lancar. Solihin