Di Pondok Modern Gontor, pendidikan lebih banyak ditanamkan dan ditularkan secara tidak formal. Pendidikan lebih banyak dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, penugasan, dan pengkondisian atau penciptaan lingkungan (إيجاد البيئة) yang kondusif untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kegiatan ekstrakurikulerpun bisa menjadi penting dalam pendidikan dan perkembangan santriwati. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan penunjang pembelajaran yang dilaksanakan di luar jam tatap muka. Meskipun demikian, kegiatan ini mendatangkan kesenangan dan keasyikan tersendiri bagi santriwati, serta membantu perkembangan santriwati sesuai kebutuhan, potensi, bakat dan minat yang berbeda.
Jumat, 25 Januari 2019/19 Jumadal Ula 1440 telah diadakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) untuk setiap bagian klub ekstrakulikuler yang ada di Gontor Putri Kampus 3. Acara tersebut berlangsung pada malam hari, dihadiri oleh pengurus klub lama dan baru, serta ustadzah pembingbing dari masing-masing klub. Ada 32 klub yang merupakan gabungan dari divisi kesenian, divisi olahraga, divisi keilmuan, divisi kepramukaan dan divisi bahasa. Beberapa klub yang cukup di gemari ialah klub JMK (Jumiatul Khitobah), JMQ (Jumiatul Quroo), Clid-Net, DKK (Dewan Kerja Koordinator), dan persada. Sayangnya pada LPJ tersebut ada beberapa klub dari divisi kesenian yang terpaksa belum mengikuti LPJ dikarenakan beberapa sebab. Namun, di balik itu semua acara berjalan lancar dan khidmat.
Laporan pertanggung jawaban ini dilaksanakan dengan tujuan agar para santriwati dapat mengetahui, mengevaluasi dan menilai serta melanjutkan kegiatan-kegiatan klub guna mengembangkan kreatifitas dan ide-ide serta inovasi baru dari para santriwati. Fikra17
Karangbanyu – Patah tumbuh, hilamg berganti, mati satu tumbuh seribu, itulah salah satu dari filsafat Pondok Modern Darussalam Gontor, seperti yang telah dikatakan oleh bapak kyai, bahwa estafet perjuangan harus selalu dilaksanakan, demi mempertahankan nilai-nilai pendidikan gontori dan memperjuangkannya, oleh karna itulah Pondok Modern Darussalam Gontor selalu mengadakan acara Laporan Umum dan serah Terima Amanat OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka.
Setelah laporan umum dilaksanakan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru dan serah terima amanat dari pengurus lama ke pengurus baru, tampak begitu berat dalam melepaskan amanah yang telah diperjuangkan, namun demi mempertahankan nilai-nilai pendidikan gontori yang merupakan sunah Pondok Modern Darussalam Gontor, perjuangan ini harus diestafetkan walaupun dalam mengemban amanat adalah hal yang tak mudah.







Dalam acara tersebut seluruh guru senior dan sarjana menjadi pembimbing micro teaching guna untuk pengarahan penulisan persiapan mengajar. Dengan memilih perwakilan dua santriwati setiap kelas dan dibagi menjadi dua kelompok dengan materi Muthola’ah berjudul “Abdullah wal Usfuru”. Micro teaching menggunakan 26 kelas terdiri dari gedung Al-Azhar dan Madinah ketika jam pelajaran sore. Adapun kelas yang dipakai adalah kelas 2 dan kelas 1 Intensif.