Mantingan, (sabtu,19/01/19) Bertepatan dengan hari pertama ulangan umum akhir tahun Gontor Putri Kampus 2 kedatangan tamu dari pondok alumni yaitu pondok pesantren Annajiyah Lubuklinggau Sumatera Selatan untuk Studi wisata,Santriwati sendiri dari angkatan akhir kelas 6 berjumlah 21 orang dan dengan segenap ustadz dan ustadzah pembimbing yang menemani.Anak dari pondok alumni ini adalah Fatinah biari yang sebelumnya juga mengabdi digontor putri kampus 2.
Acara penyambutan dilaksanakan pukul 08.00 dibuka oleh Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 Al-Ustadz Umar Said Wijaya,M.Pd.I dilanjutkan dengan pendiri pondok pesantren Annajiyah yang juga merupakan alumni gontor.
Acara belajar dengan santai dan antusias karena disini menceritakan pengetahuan tentang pondok gontor seluruhnya, banyaknya yang ingin bertanya membuktikan bahwa ingin lebih dalam lagi mengetahui bagaimana diGontor ini. Ditutup dengan pemberian kenang-kenangan oleh Pondok Pesantren Annajiyah ke Gontor Putri Kmapus 2 delanjutkan dengan perfotoan bersama, daiadakan nya seperti ini agar masyarakat lebih memahami dan lebih paham tentang gontor itu sendiri. FANI
Pondok Modern Darussalam Gontor adalah lembaga pendidikan kader pemimpin yang mengutamakan mental karakter anak didiknya. Gontor menerapkan sistem pendidikan yang integral, komprehensif dan mandiri. Gontor juga memberikan pendidikan dan pengajaran kepada para santriwati di dalam segala sudut kehidupan.
Jum’at (4/01), Auditorium Gontor Putri Kampus 1 dipenuhi oleh ribuan santriwati untuk melihat acara spektakuler yaitu SOPM EXPO 2019. Acara ini merupakan ajang untuk menyalurkan, mengembangkan, menyatukan ide, kreatifitas serta potensi melalui berbagai acara, perlombaan dan pertunjukan yang dirancang sedemikian rupa sebagai penutupan rentetan acara Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), dan salah satu tujuan utama diadakan acara ini adalah untuk memperkuat daya sentuh OPPM terhadap pendidikan mental santriwati. Acara yang dimulai dari pukul 08.00-12.30 WIB ini berlangsung sangat meriah dengan adanya berbagai perlombaan yang diadakan dari setiap Bagian OPPM dan beberapa pertunjukan.
Acara ini dibuka secara langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I, ditandai dengan pemukulan bedug. Beberapa pertunjukan diadakan dalam acara ini, diantarannya: Drum Band MI Nurussalam, Tari India, Tari Daerah, Paduan Suara, Modern Dance, Fashion Show, Tari Kombinasi, dan Lomba Masak-memasak antar Provinsi yang dimenangkan oleh Provinsi Jawa Barat.
Acara ini adalah acara yang sangat penting, karena dengan ini santriwati dapat meningkatkan kreatifitas, inovasi dan juga sebagai perkenalan adanya OPPM kepada seluruh santriwati, seperti yang disampaikan oleh Bapak Wakil Pengasuh Al-Ustadz KH. Ahmad Suharto, M.Pd.I dalam pidatonya: “OPPM adalah suatu organisasi yang mempunyai peran dan fungsi untuk membantu pimpinan pondok, dalam mengatur ketertiban, kebersihan dan kegiatan disiplin pondok. SOPM EXPO ini sebagai sarana untuk mengenalkan kegiatan-kegiatan OPPM kepada seluruh santriwati khususnya santriwati baru, acara ini juga dalam rangka mengasah kreatifitas, inovasi dan inisiatif. Gontor membuka kepada seluruh santriwati untuk mengembangkan potensi dan kreatifitasnya dalam berbagai bidang”. Finkar
Mantingan,(Ahad,16/01/19) Dengan berpindahnya estafet perjuangan dari kelas 6 ke kelas 5 , Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 mengadakan pengarahan Pelajaran Sore untuk kelas 5, agar merka dapat menyampaikan ilmu yang telah didapatkan sebelumnya, “At-Ta’allumu bit Ta’lim” Belajar dengan mengajar itulah yang sering Bapak Wakil Direktur KMI Pondok Modern Darussalam Gontor.
Pengarahan ini diadakan di pelataran Rayon Damaskus pukul 20.00 WIB yang dihadiri oleh seluruh angkatan kelas 5 KMI, para pembimbing pelajaran sore, beserta seluruh guru senior dan asatidz. Pengarahan ini dibuka oleh Bapak Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2 Al Ustadz H. Umar Said Wijaya, S.Ag dan dilanjutkan oleh Bapak Wakil Direktur KMI PMDG Putri Kampus 2 Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz,Lc.
Pelajaran sore sebagai penambahan ilmu digontor dan ajang untuk mengestafetkan perjuangan yang sangat dinamis dan mengacu pada titik yang sama karena “Al-Ma’hadu la yanaamu abadan’ selalu ada yang harus dikerjaan dan diamalkan.FANI
Pondok Modern Darussalam Gontor, dengan sistem pendidikan yang komprehensif, Gontor maju dan berkembang pesat di dalam segala bidangnya. Dalam rangka mengembangkan dan memajukan Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor merumuskan Panca Jangka, yang merupakan program kerja Pondok yang memberikan arah dan panduan untuk mewujudkan upaya pengembangan dan pemajuan tersebut. Diantara syarat terpenting bagi sebuah lembaga pendidikan, untuk mewujudkan pengembangan dan pemajuan agar tetap berkembang dan eksistensinya melalui kemandirian, yang mana ini sesuai dengan panca jangka yang keempat yatu Chizanatullah.
Dari masa kemasa Pondok Modern Darussalam Gontor khususnya Gontor Putri 1, selalu berusaha untuk membuat usaha-usaha mandiri untuk mencukupi segala kebutuhan dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran kepada para santriwati dan para gurunya. Dengan Gerakan Ekonomi Produktif, yaitu usaha kemandirian pondok dari sisi ekonomi terus ditingkatkan. Diantara Unit Usaha yang dikelola oleh santriwati, di bawah Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka, yaitu: Koperasi Pelajar, Kantin Pelajar, Penatu (laundry), Fotografi, Toko Buah dan Kedai Pramuka, sedangkan Unit Usaha yang dikelola oleh para guru, di antaranya adalah; Depot La Tansa, Wartel, Mini Market, Fotokopi, An-Nisa’ Taylor, Wisma La Tansa, Pabrik Roti dan Pabrik Mie Ayam.
Pada pekan ini Gontor Putri Kampus 1 membuka membuka unit usaha baru yang dikelola oleh para guru, yaitu: Pabrik minuman (Annisa Beverage), yang mana didalam pabrik ini, barbagai macam minuman dikelola, seperti, Es Krim, Air Jeruk, Sari Kedelai ,dsb. Selanjutnya adalah Perikanan Lele, hanya dikelola oleh para guru senior (ustadz), dan sekarang telah menghasilkan ribuan lele, yang berkualitas sehat dan baik. Dan yang terakhir adalah Penggembukan sapi, bidang ini juga dikelola oleh para ustadz senior, hingga saat ini sapi berjumlah sekitar 15 ekor. Finkar
GONTOR – Prajurit Kodim 0802 Ponorogo melatih ketangkasan santri-santri pramuka Pondok Modern Darussalam Gontor yang tergabung dalam Pramuka Saka Wira Kartika, pelatihan tersebut dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 208-3 Januari 2019. Sebanyak 150 Santri KMI yang duduk di kelas tiga intensif dan kelas empat sangat antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan yang dipandu langsung oleh para prajurit.
Kursus Orientasi Saka Wira Kartika berbentuk pendidikan di luar sekolah, oleh sebab itu para santri PMDG diberikan pengetahuan serta kecakapan khusus dalam kewira kartikaan agar mampu berbakti kepada masyarakatnya masing-masing, sesuai dengan tema yang diambil “Dengan kursus otientasi Saka Wira Kartika kita tingkatkan mutu pengetahuan ke-Wira Kartikaan dan kepramukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor”.
Dengan kegiatan ini, KODIM 0802 Ponorogo ingin membentuk para pelajar sebagai generasi muda yang pintar, cinta tanah air dan fisik yang prima. Pelatihan ini akan terus dilakukan jajaran KODIM Ponorogo kepada para pelajar sebagai bentuk pembinaan terhadap generasi muda.AbuFariz.
Darussalam- Setelah berakhirnya Laporan Pertanggungjawaban dan Serah Terima Amanat, kini kesempatan pemegang organisasi utama pondok diserahkan seutuhnya kepada kelas 5. Demi kelancaran berjalannya roda penggerak kegiatan pondok ini, maka diperlukan bagi para pengurus untuk mendalami materi maupun aktivitas yang akan mereka lakoni selama setahun ke depan.
Pengarahan oleh Bapak Wakil Pengasuh
Mulai dari hari Ahad (13/1), Gontor Putri Kampus 2 mengadakan orientasi bagi seluruh pengurus OPPM dan Koordinator dan Gerakan Pramuka. Orientasi tak hanya sebatas pengenalan, tapi juga penggemblengan yang bertujuan untuk membuat para pengurus benar-benar memahami tindak-tanduk permasalahan organisasi sedalam-dalamnya. Ini juga merupakan pembelajaran dan peningkatan kemampuan mereka masing-masing, karena seluruh pengurus harus mampu menguasai hal-hal yang berbau administratif dan komputeritatif.
Dengan ini, diharapkan agar para pengurus memulai langkah awalnya dengan niat dan hati yang bersih. Agar roda penggerak pondok dapat berjalan lancar, dan sunnah Pondok Modern Darussalam Gontor dapat terus ditegakkan demi berhasilnya pendidikan untuk generasi mendatang. Addien
Darussalam- Pada kesempatan kali ini, Dewan Mahasiswi UNIDA Gontor Putri Kampus 2 menyelenggarakan DEMA Olimpiade yang resmi dibuka pada hari Kamis (10/1) malam. Wakil Direktur Kulliyatu-l Mu’allimat Al-Islamiyah, Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc. menghadiri acara pembukaan dan memberikan sambutan. Adapun sambutan yang disampaikan beliau adalah yang berkenaan dengan Tri Dharma perguruan tinggi.
Di dalam perguruan tinggi khususnya UNIDA, ada tiga hal pokok yang menjadi acuan bagi seluruh kegiatan mahasiswi. Yang pertama adalah At-Tarbiyah wa-t Ta’liim, yaitu bahwa dalam setiap kegiatan haruslah ada unsur pendidikan dan pengajaran. Kemudian Bahtsu al-Ilmi agar mahasiswi dapat menggali lebih banyak ilmu dari pengalaman-pengalaman yang dirasakan. Dan tak lupa Al-Khidmah Al-Ijtimaa’iyah sebagai wujud pengabdian untuk masyarakat.
Lomba “Once Upon A Time”, story telling dengan dua bahasa
“Apa unsur Tri Dharma yang ada di acara ini? Kalau tidak ada lebih baik juga tidak usah diselenggarakan acara seperti ini. Karena dalam setiap aktivitas mahasiswi UNIDA haruslah disana ada yang menyangkut hal seperti ilmu dan pendidikan,” pesan Al-Ustadz Muhammad Fathan Aziz, Lc. pada malam itu.
Di dalam DEMA Olimpiade, terdapat berbagai macam kompetisi yang menyangkut bidang-bidang yang berbeda. Mulai dari keilmuan seperti Debat Bahasa Arab, Lomba Karya Tulis Ilmiah, kemudian uji kreativitas dalam lomba Video Creative dan Visual Poster, sampai olahraga seperti Basket dan Cheers. Kesemuanya tersebut melibatkan peserta antar fakultas, angkatan, dan juga sektor mahasiswi guru.
Setelah berjalan selama 3 hari, DEMA Olimpiade ditutup pada Ahad (13/1) malam. Fakultas teraktif dalam kompetisi ini adalah Fakultas Ushuluddin, dan angkatan teraktif Inspiring Generation. Dengan ini, bagi para mahsiswi guru untuk terus meningkatkan kemampuan dan ruuhu-t-Tasabbuq dalam mencapai kebaikan. Addien
Hal yang sangat memprihatinkan pada ummat zaman sekarang adalah gaya berbusana, khususnya bagi wanita. Gontor Putri Kampus 1sebagai Lembaga Pendidikan khusus putri turut andil dalam mendidik santriwati dalam berbusana bukan hanya bagaimana seharusnya berpakaian bagi seorang muslimah, tetapi lebih dari itu Gontor Putri Kampus 1membentuk mentalitas santriwati bahwa bukan syari’ah yang harus mengikuti fashion, tetapi fashion-lah yang harus bedasarkan syari’ah. Salah satu media Pendidikan Gontor dalam hal tersebut adalah dengan mengadakan Islamic Wear Exhibition (IWE), acara ini merupakan pameran busana-busana wanita yang diadakan sendiri oleh pihak Annisa Tailor Gontor Putri Kampus 1, yang khusus dipersembahkan untuk santriwati Gontor Putri Kampus 1.
IWE beberapa waktu terakhir rutin diadakan dua tahun sekali diadakan pada Senin malam tanggal 17 Desember 2018. IWE bertujuan membuka pandangan para santriwati seputar alternatif gaya berbusana yang modis dan tetap sesuai syari’ah. Annisa Tailor Gontor Putri Kampus 1 kali ini menunjukkan lebih dari 100 varian busana muslimah. Acara ini juga menanamkan jiwa kemandirian, bahwa semua pihak berhak memilih dan memiliki style sendiri, tidak harus selalu mengikuti tren yang apalagi jika tren tersebut tidak sesuai dengan syari’ah. Tidak hanya itu acara ini juga menanamkan mentalitas santriwati untuk tidak selalu bergantung pada tren zaman dan terkesan ikut-ikutan, tetapi menciptakan tren sendiri dengan mamacu kreatifitas dan produktifitas. Seperti biasa, Gontor Putri tidak pernah absen melibatkan santriwati dalam acara-acara tertentu sebagai media pendidikan, begitu juga dalam IWE panitia mengikutsertakan lebih dari 100 santriwati dalam peragaan busana. Hal itu tidak lain untuk memberikan kesan yang melekat pada santriwati sehingga tujuan diadakannya acara ini lebih mengena.pearl.
Gontor Putri Kampus 1– Ar-rahatu fii tabaaduli a’maal, begitulah syiar tersebut digaungkan di Pondok Modern Darussalam Gontor, syiar itu mengindikasikan bahwa Gontor tidak beristirahat kecuali pada pergantian dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Gontor selalu meningkatkan segala aspek kegiatan, karena segala sesuatu yang dilihat dan dirasakan di dalamnya ialah pendidikan,termasuk kegiatan kepramukaan.
Kepramukaan ialah salah satu kegiatan di Gontor yang di dalamnya terkandung nilai-nilai pendidikan, diantaranya ukhuwah islamiyyah. Dalam meningkatkan kegiatan ini, maka Gontor mengadakan latihan kepramukaan. Kegiataan ini diadakan setiap hari kamis siang di gugusdepan masing-masing. Latihan pramuka sangatlah penting, karena di dalamnya para andika dibina dengan pembinaan mental yang baik dan pelatihan kerja sama (team Work) yang kuat.
Pembinaan anggota muda Gerakan Pramuka sebagai peserta didik tidak hanya dilakukan di gugusdepan saja, juga melalui latihan rutin mingguan. Setiap golongan dalam Gerakan Pramuka baik Penggalang maupun Penegak memiliki sarana tersendiri dalam mengembangkan wawasan, pengetahuan dan pengalaman. Salah satu sarana tersebut juga berbentuk acara kebersamaan, seperti Scout Party.
Scout Party adalah sarana pendidikan yang mengajarkan peserta didik untuk bergaul, berkarya, bersaing dan mengembangkan wawasan, pengetahuan dan pengalamannya. Pertemuan besar pada setiap golongan memungkinkan anggota dari satu gugusdepan bertemu dengan anggota dari gugusdepan lain. Hal ini dapat menguatkan persaudaraan antar anggota Gerakan Pramuka. Juga merupakan ajang berbagi pengalaman dengan apa yang didapat dari satu gugus depan ke gugus depan lainnya.
Salah Satu Perlombaan di Scout Party
Guna meningkatkan pembinaan mental para santriwati melalui kepramukaan, maka Majelis Pembina Koordinator Harian (Mabikori) mengadakan Scout Party atau pesta pramuka antar gugusdepan. Acara ini bertepatan pada tanggal 3 Januari 2019 dan bertempat di Auditorium Gontor Putri Kampus 1, kemudian dibuka dengan sambutan Al-Ustadz K.H Ahmad Suharto, M.Pd.I selaku wakil pengasuh Gontor Putri 1. Acara ini juga merupakan persembahan terakhir Koordinator Gugusdepan Gerakan Pramuka di akhir masa jabatan mereka.
Di acara ini terdapat berbagai macam perlombaan, diantaranya; fashion show, hear me, find me, dll. Perlombaan tersebut umumnya dimenangkan oleh gugusdepan 17-74 dengan ketua gugusdepan Dhea Fairuz. Begitulah salah satu cara Gontor dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan para santriwati melalui berbagai kegiatan. Ghariza
Pergantian Pembina Gugusdepan di Gugusdepan masing-masing
Gontor Putri- Sejarah pasang surutnya pondok-pondok di tanah air, memberikan pelajaran kepada para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor tentang pentingnya perhatian terhadap kaderisasi. Sudah banyak riwayat tentang pondok-pondok yang maju dan terkenal, tetapi kemudian menjadi mundur dan bahkan mati setelah pendiri atau kyai pondok tersebut meninggal dunia. Di antara faktor terpenting yang menyebabkan kemunduran ataupun matinya pondok-pondok tersebut adalah kaderisasi yang masing kurang baik.
Bercermin pada kenyataan ini, Pondok Modern Darussalam Gontor memberikan perhatian terhadap upaya menyiapkan kader yang akan melanjutkan cita-cita Pondok salah satunya ialah dengan mengadakan pergantian Pembina Gugus Depan (Bindep) disetiap Gugusdepan. Acara ini bertujuan untuk mewariskan nilai-nilai kepramukaan kepada para pengurus baru, agar nilai kaderisasi dalam pendidikan Gontor tetap berlangsung. Dengan acara ini, pengurus baru diberi kesempatan untuk belajar berorganisasi.
Acara ini berlangsung pada tanggal 3 Januari 2019, pemungutan suara dilakukan secara demokratis yaitu dengan pemungutan suara di setiap gugusdepan masing-masing. seperti dalam semboyan Pondok ‘siap dipimpin dan mau memimpin’ pada hari ini pun akan terukir sejarah baru dengan memunculkan sosok pemimpin yang diharapkan pendidikan ini dapat bermanfaat nantinya untuk bekal santriwati bagi umat dan bangsa. Alya.