Home Blog Page 3

Di Balik Perjalanan Waktu, Tersimpan Makna Kehidupan

0

Drama Arena 5101 sukses menghadirkan sebuah pertunjukan penuh makna dan emosi melalui kisah perjalanan seorang santriwati dalam menapaki kehidupan di pondok pesantren. Dengan balutan alur fantasi dan refleksi kehidupan, drama ini membawa penonton larut dalam perjalanan waktu yang sarat pelajaran berharga.

Cerita dimulai dari seorang santriwati yang tanpa sengaja memasuki sebuah mesin waktu. Dari situlah ia menjalani kembali perjalanan kehidupannya sejak duduk di kelas 1 hingga kelas 5 KMI. Dalam setiap fase yang dilalui, ditampilkan berbagai dinamika kehidupan santri mulai dari adaptasi di tahun pertama, proses belajar disiplin, kebersamaan bersama teman, suka duka kegiatan pondok, hingga pengalaman-pengalaman sederhana yang ternyata meninggalkan kesan mendalam.

Selama menjadi santriwati, tokoh utama selalu berangan-angan untuk segera tumbuh dewasa dan melewati masa-masa sulit yang ia jalani. Ia menganggap kehidupan setelah dewasa akan terasa lebih bebas dan membahagiakan. Namun, ketika akhirnya sampai pada fase kedewasaan, ia justru merasakan kerinduan yang besar terhadap masa-masa hidup di pondok.

Perasaan tersebut membawanya kembali mencari mesin waktu agar dapat mengulang kehidupan yang dahulu ingin ia percepat. Dari situlah tokoh utama mulai menyadari bahwa tidak semua hal yang kita inginkan adalah jawaban terbaik dalam kehidupan. Terkadang, waktu yang ingin kita percepat justru menjadi masa paling berharga yang akan dirindukan di kemudian hari.

Melalui pengemasan cerita yang emosional, dialog yang menyentuh, drama ini berhasil menyampaikan pesan mendalam kepada para penonton. Menjelaskan bahwa setiap fase memiliki makna, pelajaran, dan kenangan yang tidak dapat terulang kembali.

Drama Arena 5101 bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang arti perjalanan, kedewasaan, serta pentingnya mensyukuri waktu yang sedang dijalani.

Kontributor: Hanin, Siska, Nisrina, Syifa

Editor : Johansyah, Faza

Drama Arena 5101: Ketika Disiplin Menjadi Nafas Kehidupan Santriwati Gontor

0

Dalam rangka menanamkan nilai kedisiplinan melalui seni dan kreativitas, santriwati kelas 5 KMI sukses menggelar Drama Arena. Acara ini berlangsung pada Rabu (13/5) bertempat di depan Auditorium PMDG Putri 3. Pada tahun ini Drama Arena membawakan tema “Disiplin Adalah Nafas Gontor” dengan mengusung moto, “Urip Iku Urup”  hidup itu harus memberi manfaat dan cahaya bagi sekitar.

Drama Arena kali ini mengangkat kehidupan santri yang lekat dengan aturan, tanggung jawab, dan disiplin di setiap aspek kehidupan. Melalui alur cerita yang emosional dan penuh makna, penonton diajak memahami bahwa disiplin bukan sekadar peraturan, melainkan ruh yang harus dimiliki seluruh santri Gontor.

Berbagai persiapan telah dilakukan jauh sebelum hari pelaksanaan. Mulai dari latihan rutin, penyusunan konsep, pengaturan panggung, hingga gladi bersama para pembimbing. Di balik megahnya penampilan di atas panggung, tersimpan kerja keras, pengorbanan waktu, serta semangat kebersamaan.

Penampilan para pemain berhasil memukau penonton melalui penghayatan karakter yang kuat, dialog yang menyentuh, serta tata panggung yang menarik. Tidak hanya menjadi hiburan, Drama Arena ini juga menjadi media edukasi dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab.

Moto “Urip Iku Urup” menjadi pesan penutup yang menguatkan keseluruhan makna pertunjukan. Bahwa seorang pengurus rayon tidak hanya dituntut untuk hidup bagi dirinya sendiri. Kehidupan pengurus rayon lebih dari itu. Menjadi penerang, pemberi, juga pendidik bagi para anggotanya.

Dengan terselenggaranya Drama Arena 5101 ini, diharapkan nilai-nilai disiplin dan semangat pengabdian dapat terus tertanam dalam kehidupan para santriwati. Sebab, sebagaimana tema yang diangkat tahun ini, “Disiplin adalah nafas Gontor,” dan dengan semangat “Urip Iku Urup,” setiap langkah kehidupan hendaknya mampu membawa cahaya dan manfaat bagi sesama.

kontributor : Hanin, Siska, Nisrina, Syifa

Editor : Johansyah, Faza

Atraksi Santriwati Tampilkan Keindahan Budaya dan Kekompakan Dalam Khutbatu-l-‘Arsy

0

Suasana Lapangan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 6 Ittihadul Ummah Poso, tampak semarak dengan penampilan atraksi seni dan budaya dalam rangkaian Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy, Senin (12/05).

Penampilan berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan kekompakan serta kesungguhan dalam setiap gerakan dan formasi yang ditampilkan di lapangan.

Tidak hanya santriwati yang turut ambil bagian dalam menyukseskan acara ini, para ustadzah juga ikut berpartisipasi dalam berbagai penampilan dan persiapan kegiatan. Kebersamaan antara ustadzah dan santriwati menjadi salah satu bentuk kerja sama dan kekeluargaan yang terjalin di lingkungan pondok.

Menariknya, sebagian peserta tidak hanya mengikuti satu penampilan, tetapi turut berpartisipasi dalam dua hingga beberapa penampilan sekaligus demi mendukung kelancaran dan kesuksesan acara. Semangat berkhidmat dan rasa tanggung jawab terlihat dari kesiapan para peserta dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan.

Berbagai atraksi budaya yang ditampilkan juga menjadi simbol persatuan, kreativitas, dan kekayaan budaya yang dikemas dalam nuansa pendidikan pesantren. Dengan penuh antusias, seluruh peserta berupaya memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk kontribusi dalam memeriahkan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy PMDG Putri 6.

Kontribtutor : Nurul Farhah Jalal, Tim Multimedia PMDG Putri 6

Editor : Johansyah, Faza

Melalui Khutbatu-l-‘Arsy, PMDG Putri 6 Poso Bentuk Karakter Santriwati

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 6 Ittihadul Ummah Poso, menggelar Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (12/05), pukul 07.00 WITA. Suasana apel berlangsung khidmat dan semangat. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy sekaligus momentum awal bagi seluruh santriwati untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat perjuangan dalam menuntut ilmu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Badan Wakaf, Al-Ustadz Prof. Dr. K.H. Husnan Bey Fananie, M.A., dan Wakil Direktur Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyyah, Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Suharto, M.Pd.I., beserta rombongan yang lainnya. Kehadiran para tamu menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap proses pendidikan serta pembinaan karakter santriwati di PMDG Putri 6.

Kegiatan apel berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Prosesi pengibaran bendera, Inspeksi barisan, penyampaian amanat, serta penampilan santriwati menambah suasana semakin semarak. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kedisiplinan sebagai bentuk kesiapan dalam menyambut tahun ajaran baru dan berbagai agenda pendidikan di pondok.

Dengan terselenggaranya Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy ini, diharapkan seluruh santriwati PMDG Putri 6 dapat semakin siap menjalani proses pendidikan dengan semangat baru, disiplin yang tinggi, serta tekad untuk terus berkembang menjadi generasi muslimah yang berilmu dan berakhlak mulia. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi seluruh rangkaian acara.

Kontributor : Nurul Farhah Jalal, Tim Multimedia PMDG Putri 6

Editor : Johansyah, Faza

Langkah Kecil Jaya Untuk Mengubah Dunia Melalui Pendidikan

0

Panggung Gembira 6101 berhasil menghadirkan pertunjukan drama penuh makna yang menyentuh hati para penonton. Drama ini menceritakan perjuangan seorang guru relawan bernama Jaya yang hidup di tengah dunia yang dipenuhi kerusakan moral dan kehancuran lingkungan.

Penampilan para pemain mampu membawa suasana emosional sekaligus menggugah kesadaran tentang pentingnya pendidikan dalam membangun peradaban.

Dalam cerita tersebut, Jaya digambarkan sebagai sosok pendidik yang mulai kehilangan harapan karena melihat generasi muda yang kehilangan arah dan semangat hidup. Namun, kehadiran tiga malaikat kecil menjadi titik balik perjalanan hidupnya. Mereka membawa Jaya menuju Istana Candradimuka, tempat simbolis pembentukan jiwa tangguh, keteladanan, kemandirian, dan kebebasan berpikir.

Melalui tiga realita kehidupan yang harus dihadapi, Jaya akhirnya menyadari bahwa perubahan besar selalu dimulai dari diri sendiri dan pendidikan menjadi jalan utama untuk memperbaiki dunia.

Pesan moral yang disampaikan dalam drama ini terasa sangat kuat. Sosok Zuaym menegaskan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui pendidikan, kerja sama, keteladanan, dan keyakinan yang kokoh.

Drama ini juga mengajarkan bahwa perjuangan tidak dapat dilakukan sendirian, melainkan membutuhkan kebersamaan dan saling mendukung dalam kebaikan.

Dengan alur cerita yang inspiratif, penampilan yang penuh penghayatan, serta pesan yang mendalam. Drama PG 6101 sukses memberikan kesan mendalam bagi para penonton. Pementasan ini bukan hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga pengingat bahwa harapan. Disamping itu perubahan juga menjadi hal yang akan selalu ada bagi mereka yang terus berjuang demi masa depan yang lebih baik.

Kontributor : Tim Jurnalistik PMDG, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah

Panggung Gembira 6101: Wadah Pengembangan Bakat dan Kreativitas Santri

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kembali menggelar Pagelaran Seni Panggung Gembira sebagai ajang pendidikan kreativitas dan penggalian bakat santri. Hadir Panggung Gembira 6101 bertajuk “The Absolute Spectacle” pada Minggu (5/10) dengan nuansa baru melalui hadirnya New BPPM.

Kegiatan dibuka dengan penampilan hadroh, lalu di lanjut dengan sambutan oleh Pimpinan PMDG,K.H. Hasan Abdullah Sahal. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Panggung Gembira bukan ajang pamer kemewahan, melainkan sarana pengembangan bakat dan pembelajaran bermasyarakat bagi santri.

“Meskipun anak-anakku tidak menjadi penari, tapi tetap kelak harus menjadi mundzirul-qaum dan muqidzul-ummah,” ujar beliau. Beliau juga menjelaskan bahwa kegiatan pondok didukung oleh kontribusi para santri melalui berbagai unit usaha pondok seperti café, laundry, dan KOPEL.

Beragam penampilan menarik turut mengisi pergelaran yang bertepatan dengan usia 101 tahun pondok ini. Mulai dari drama atlan, pementasan Wayang kulit, berbagai tarian daerah, hingga pembacaan puisi dari beberapa negara.

Panitia pelaksana berupaya semaksimal mungkin menyuguhkan perhelatan yang bersifat edukatif (educate), menghibur (entertain), elegan (elegant), dan menyenangkan (enjoyable). Hasil kerja keras mereka pun mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri, bahkan Pimpinan Pondok memberikan nilai “20” sebagai bukti .

Menyongsong satu abad usia pondok, diharapkan Panggung Gembira kali ini dapat menjadi sarana pembentukan pribadi santri dan masyarakat yang berakhlak mulia dan bernilai.

Kontributor : Tim Jurnalistik PMDG, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah, Faza

Reformasi Pengurus, Penguatan Karakter Santriwati PMDG Putri 4

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 4 menyelenggarakan Reformasi Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gugus Depan Gerakan Pramuka (KGGP) pada Ahad (10/5) di Mini Hall kampus. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam melanjutkan roda organisasi sekaligus membina jiwa kepemimpinan santriwati.

Reformasi kepengurusan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi selama masa Panitia Bulan Ramadhan (PBR) dan Panitia Bulan Syawwal (PBS). Pengurus yang dinilai memiliki etos kerja dan dedikasi baik dipilih untuk menempati posisi yang telah ditentukan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemerataan tugas bagi santriwati kelas 6 sekaligus memperkuat struktur kepengurusan organisasi.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Pengasuh, Muhammad Fathan Aziz, para ustadzah pembimbing OPPM dan KGGP, serta santriwati kelas 5 dan kelas 6.

Dalam sambutannya, Wakil Pengasuh menegaskan bahwa seluruh aktivitas di pondok merupakan bagian dari proses pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa reformasi kepengurusan harus dimaknai sebagai sarana pendidikan, kaderisasi, pemenuhan kebutuhan penugasan, dan evaluasi organisasi.

Beliau juga menjelaskan bahwa perpindahan posisi dalam organisasi bertujuan agar seluruh santriwati dapat merasakan pengalaman berorganisasi sebagai bagian dari sistem pendidikan di pondok. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya disiplin, keteladanan, dan pengorbanan dalam membangun kemajuan organisasi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan, pelantikan, serta pengambilan sumpah pengurus baru OPPM dan KGGP oleh Wakil Pengasuh. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Wakil Direktur KMI.

Sebanyak 16 pengurus baru dilantik dalam reformasi kali ini. Dengan demikian, OPPM kini memiliki 226 pengurus yang terbagi dalam 24 bagian, sementara KGGP memiliki 52 pengurus yang menempati 8 bagian.

Reformasi berlangsung dengan khidmat dan tertib. Melalui kegiatan ini, diharapkan kepengurusan OPPM dan KGGP dapat berjalan lebih optimal, terorganisir, serta mampu menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan lebih baik di masa mendatang.

Kontributor : Marsya

Editor : Johansyah, Faza

Membentuk Jati Diri Surgawi, Dalam Drama Arena 5101

0

Drama Arena 5101 sukses menghadirkan pertunjukan yang berkesan bagi seluruh penonton. Beragam penampilan yang ditampilkan oleh siswa kelas 5 KMI. Ini merupakan penampilan yang menghibur saja, akan tetapi juga sarat dengan pesan moral dan nilai pendidikan. Dari sekian banyak penampilan, Drama “jati diri surgawi”menjadi salah satu sajian utama yang paling menarik perhatian.

Drama “Jati Diri Surgawi” mengisahkan kehidupan para mudabbir di rayon GBS melalui sudut pandang Bintang, seorang Ketua Rayon  yang dikenal disiplin, dan menjunjung tinggi nilai keikhlasan serta ukhuwah Islamiyyah.

Alur cerita dibuka dengan visualisasi kilas balik kehidupan kelas lima yang menggambarkan pondok sebagai “surga” di tengah kerasnya dunia. Itu merupakan tempat para santri belajar hidup sederhana, saling membantu, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain

 Kehidupan Bintang sebagai mudabbir kemudian diperlihatkan melalui berbagai interaksinya bersama anggota rayon. Muali membantu anggota yang kesulitan, bercanda bersama mereka, hingga memberikan nasihat tentang makna “Urip Iku Urup”, bahwa hidup bukan sekedar hidup, tetapi juga harus mampu menghidupi dan memberi manfaat bagi sesama.

Dalam suasana penuh kebersamaan tersebut, Bintang berusaha menanamkan pentingnya ukhuwah, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan pondok.

Konflik dalam drama ini muncul dari perbedaan cara pandang antara Bintang dan Pijar dalam menjalankan amanah sebagai mudabbir. Pijar menganggap jabatan sebagai bentuk kekuasaan sehingga bersikap keras kepada anggota. Dalam pandangan lain Bintang menekankan bahwa amanah harus dijalankan dengan keikhlasan, kasih sayang, dan keteladanan. Perbedaan pemahaman tersebut menjadi inti cerita sekaligus menggambarkan pertentangan antara pendidikan berbasis nurani dan sikap yang mengedepankan kuasa.

Melalui konflik tersebut, drama ini menyampaikan pesan bahwa kehidupan pondok yang ideal hanya dapat terwujud apabila setiap amanah dijalankan dengan adab, keikhlasan, dan nilai-nilai panca jiwa, sehingga tercipta “jati diri surgawi” yang sesungguhnya.

Dengan alur cerita yang menarik serta penyampaian dialog yang mudah dipahami, drama ini berhasil menjadi salah satu penampilan unggulan dalam Drama Arena 5101. Selain dekat dengan kehidupan santri kelas 5, drama tersebut juga menyampaikan pesan bahwa seorang pendidik harus mampu bersikap seimbang. Ketegasan diperlukan untuk menanamkan disiplin, namun kelembutan juga penting agar nasihat dapat diterima dengan baik.

Kontributor : Faza, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah

Lebih dari Hiburan, Drama Arena Hadirkan Makna Kehidupan

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sukses menyelenggarakan Pagelaran Seni Akbar Drama Arena pada Kamis malam (07/05) di depan Gedung BPPM. Mengusung moto “Nyalakan Api Kebersamaan, Wujudkan Idealisme Kehidupan”, santri kelas 5 KMI berhasil mempertahankan identitas Drama Arena sebagai pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan menginspirasi. Pada kesempatan berharga tersebut, acara di buka langsung oleh pimpinan PMDG, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed dan K.H Hasan Abdullah Sahal.

Dalam sambutannya, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat menyampaikan bahwa Drama Arena merupakan bagian dari kurikulum PMDG. Beliau juga menjelaskan makna “Idealisme Kehidupan” yang diangkat sebagai moto tahun ini.

“Ideal daripada kehidupan adalah kebersamaan, saling mengingatkan, saling menolong, dan saling mendukung satu sama lain. Inilah yang kemudian menjadi tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr, itulah Idealisme Kehidupan,” terangnya.

Drama Arena tahun ini menghadirkan 48 penampilan selama kurang lebih empat jam. Inti pertunjukan berpusat pada drama lima babak berjudul “Jati Diri Surgawi” yang mengisahkan dua pengurus rayon, Pijar dan Bintang, dengan karakter yang saling bertolak belakang. Drama tersebut menggambarkan dinamika sosial yang mereka alami bersama sesama pengurus rayon, non-pengurus, hingga para anggota rayon.

Selain drama utama, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni musik, seni tari, seni atraksi, dan seni visual. Dekorasi panggung bergaya Turki yang megah serta tata pencahayaan yang memukau semakin menambah semarak suasana Drama Arena tahun ini.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan PMDG, ketua lembaga, Badan Wakaf, seluruh santri, serta bapak guru KMI. Hadir pula tamu utusan dari Gontor Kampus 2, Gontor Putri, dan beberapa pondok pesantren di sekitar Gontor. Sementara itu, wali santri juga diperkenankan hadir meskipun tidak menerima undangan khusus.

Kontributor : Tim Literasi PMDG, Tim Media PMDG

Editor : Johansyah

Kuliah Umum Khutbatu-l-‘Arsy : Momentum Awal Untuk Menanamkan Nilai Kehidupan

0

Babak pertama Pekan Perkenalan Khutbatu-l-Arsy di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3, Selasa, (5/5). Kesemapatan ini diisi dengan rangkaian khutbah yang memaparkan makna dan hakikat pendidikan di PMDG kepada seluruh santriwati.

Melalui penyampaian yang sarat nilai dan nasihat, para santriwati diajak memahami lebih dalam ruh perjuangan pondok, falsafah pendidikan, serta tujuan kehidupan pesantren. Materi yang disampaikan menekankan bahwa pendidikan di lingkungan pondok tidak semata berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan kepribadian secara utuh.

Setiap paparan dirancang tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, melainkan sebagai bekal pemahaman. Dengan demikian, santriwati diharapkan mampu memaknai kehidupan pondok sebagai proses pembentukan jiwa, akhlak, mental, dan intelektualitas secara terpadu.

Babak pertama ini menjadi momentum awal untuk menanamkan kesadaran bahwa pendidikan di PMDG menuntut keseimbangan antara aspek keilmuan dan pembinaan karakter. Nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, serta tanggung jawab ditegaskan sebagai fondasi utama dalam kehidupan sehari-hari santri.

Selain itu, khutbah yang disampaikan juga menggarisbawahi pentingnya pengabdian sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan. Santriwati didorong untuk tidak hanya berorientasi pada capaian pribadi, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat dan umat.

Rangkaian khutbah dalam babak ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Nilai-nilai yang disampaikan diharapkan dapat tertanam dan menjadi pedoman dalam perjalanan menuntut ilmu di pondok. Dengan demikian, Pekan Perkenalan Khutbatu-l-Arsy tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana pembentukan kesadaran dan orientasi hidup santriwati.

Kontributor : Ayunda, Tim Media PMDG putri 3

Editor : Johansyah, Faza