Home Blog Page 305

Tasyakuran Wisudawati Angkatan XXX

0

Warna khas biru pink, menghiasi seluruh aula beirut dan sekitarnya. Terlihat indah dan anggun dengan berbagai macam hiasan. Diiringi berlimpahnya rasa kesyukuran dan keberkahan. Rasa syukur, bukan karena telah diberi apa-apa yang telah dicita-citakan namun bersyukur telah diberi apa-apa yang sama sekali yang tidak disadari dari hal terkecil. Alhamdulillah pada hari Jum’at (7/9) dapat diadakanya tasyakuran Wisudawati XXX. Acara ini dihadari oleh seluruh guru senior dan mahasiswi UNIDA Gontor Putri Kampus 2.

Acara diawali dengan sambutan dari wisudawati XXX yang diwakili oleh Al-Ustadzah Rita Asfuriah, S.Ag. Dilanjutkan dengan sambutan Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 2, Al-Ustadz H. Umar Sa’id Wijaya, S.Ag.

Pesan dan nasehat dari Bapak Pengasuh
Pesan dan nasehat dari Bapak Pengasuh

Terdapat beberapa performance yang disajikan dalam acara ini, diantaranya: marawis, puisi, pop singer, frozen dance, dan gp2 wordgraphy. Seluruh mahasiswi pun antusias dengan diadakannya kuis dan sesi perfotoan antar sektor (kamar). Berbagai slide dokumenter tentang usaha dan perjuangan wisudawati XXX dipertontonkan, untuk memotivasi para mahasiswi agar menjadi mahasiswi teladan dan mendapatkan gelar sarjananya.

Diharapkan dengan adanya acara ini, dapat menambah rasa syukur bagi para mahasiswi dan wisudawati khususnya. Karena orang yang bersyukur itu lebih tinggi derajatnya dari orang yang bersabar. Dengan adanya kesyukuran, in sya Allah akan menambah ozon keberkahan. Amin. Marvi

654 Siswa Kelas 5 KMI 2019 Siap Hadapi Rutinitas Pondok

0

GONTOR-Tuntas sudah beban kelas 5 di Drama Arena, agenda tersebut telah sukses dilaksanakan pada Kamis malam (9/8) lalu. Kali ini, kelas 5 mulai memasuki rentetan agenda pondok non-Khutbatul Arsy, salah satunya adalah belajar malam yang rutin diadakan setiap malam kecuali pada hari Ahad, Kamis, dan Jum’at. Belajar malam kelas 5 KMI dibuka oleh Wakil Direktur KMI, H. Farid Sulistyo, Lc., pada Sabtu malam (25/8) lalu. Pada tahun ini, tempat belajar malam siswa kelas 5 KMI tidak lagi di gedung Satelit, namun sudah berpindah ke gedung Al-Azhar, dikarenakan kedua gedung tersebut sudah bertukar fungsi.

Dengan dimulainya rutinitas pondok, siswa kelas 5 KMI harus menstabilkan keadaan mereka dan lebih memfokuskan diri dengan kegiatan-kegiatan penting lainnya, seperti Diskusi Umum, Ulangan Umum, Drama Contest, Fathul Mu’jam, dan Ujian Semester Pertama.

Berbeda dengan kelas 1-4 KMI, kelas 5 juga memiliki tambahan kegiatan rutin berupa diskusi yang diadakan setiap Ahad malam. Namun, sebelum kegiatan mingguan tersebut berjalan, siswa kelas 5 KMI dihadapkan dengan Diskusi Umum terlebih dahulu, yaitu simulasi singkat terkait pelaksanaan diskusi mingguan atau biasa disebut dengan diskusi perdana. Agenda tersebut diadakan tepat 3 hari setelah kegiatan belajar malam dibuka, yaitu pada Selasa malam (28/8) di BPPM.

Diskusi Umum Kelas 5 tahun ini mengambil tema pendidikan. Pemakalah, Muhammad Fauzi (5-B), membawa makalah yang berjudul “Kemodernan dalam Pendidikan Pesantren”, berbanding dengan Faris Alfi Fauzi (5-H), yang membawa makalah berjudul “Peran Pesantren dalam Membangun Bangsa”, walhasil keduanya berhasil membawakan makalah masing-masing dengan baik. Dengan diadakannya diskusi umum ini, diharapkan siswa kelas 5 KMI memiliki gambaran awal pelaksanaan diskusi.

Demikian bagian kecil dari kehidupan kelas 5 KMI, santri senior yang dididik untuk menjadi kader pemimpin umat. Masih banyak agenda dan momen lainnya yang akan dihadapi ke depannya. Sand88

 

 

 

Salurkan Kreativitas Santriwati Melalui Perlombaan Muharram

0

Gontor Putri Kampus 2 – Penyambutan Tahun Baru Hiriyyah selalu dimeriahkan dengan berbagai perlombaan Muharram. Nuansa tersebut dihidupi oleh keikutsertaan santriwati dalam perlombaan yang disediakan. Perlombaan Muharram yang dimulai seminggu sebelum, telah menyibukkan santriwati setiap sorenya dimana perlombaan memiliki 3 kriteria peserta antara lain individu, rayon juga angkatan. Kategori  perlombaan yang ada mengajak santriwati agar selalu aktif dalam kegiatan apapun, tanpa disadari juga merupakan media pendidikan karakter santriwati hingga terwujudnya rasa percaya diri dan persaingan sehat yang dapat diapresiasikan melalui perlombaan tersebut.

Demi lancarnya perlombaan, urgensi kepanitiaan sangatlah dibutuhkan. Maka, disusunlah sturktur panitia bulan Muharram yang beranggotakan kelas 4 dan 3 Intensive. Mereka yang dianggap mampu, bertugas untuk mengatur dan mengawasi jalannya perlombaan walau tetap berada di bawah naungan para ustadzah pembimbing. Keberadaan kepanitiaan ini menjadi awal pengalaman mereka untuk  kepanitian-kepanitiaan selanjutnya.

DSC_4367
Perlombaan membaca puisi

Dari banyaknya perlombaan, Pop Singer menjadi salah satu lomba yang menarik banyak perhatian terlihat dari ramainya orang yang memenuhi area perlombaan tersebut, dimana peserta wajib membawakan shalawat-shalawat yang sedang populer akhir-akhir ini. Itulah salah satu kreativitas panitia dalam mengemas lomba sehingga tercipta kemauan berpartisipasi pada diri masing-masing santriwati. Berakhirnya perlombaan yang bertujuan untuk memeriahkan Tahun Baru Hijriyyah ini memberi kesan pada santriwati untuk meperbahaui niat kembali khususnya dalam menuntut ilmu di jalan Allah. Shafira

Kiai Hasan Isi Kajian Ahad Pagi di Masjid Imam Syuhodo, Sukoharjo

0

Sukoharjo–Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah duduk suatu kaum, kemudian mereka berdzikir kepada Allah dalam duduknya hingga mereka berdiri, melainkan dikatakan oleh malaikat kepada mereka. Berdirilah kalian, sesungguhnya Allah SWT telah mengampuni dosa-dosa kalian dan keburukan-keburukan kalian pun telah diganti dengan berbagai kebaikan.” (HR. Ath-Thabrani).

Ahad pagi (26/8), Majelis Tabligh Muhammadiyah Cabang Blimbing, Sukoharjo menyelenggarakan kajian rutin Ahad Pagi yang bertempat di Masjid Pondok Pesantren Imam Syuhodo. Pada kajian kali ini, panitia mengundang Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) K.H. Hasan Abdullah Sahal untuk sedianya memberikan tausyiah kepada jama’ah masjid dengan tema “Peran Pondok Pesantren dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia”. Kiai Hasan yang baru saja menghadiri acara Peringatan 10 Tahun Islamic International School Pesantren Sabilil Muttaqien Magetan (ISS PSM) sehari sebelumnya, usai acara langsung bertolak menuju Sukoharjo.

Sesampainya di tempat acara, sekitar pukul 07.30, kiai Hasan langsung memulai tausyiahnya dengan tahmid dan tahniah kepada seluruh jama’ah masjid yang jumlahnya kurang lebih sebanyak 2.000 jam’ah yang terdiri dari, santri/santriwati dan guru PP. Imam Syuhodo, warga sekitar, dan beberapa anggota TNI dan IKPM Gontor Cabang Solo. Pada tausyiahnya beliau banyak menyampaikan tentang arti dari penjajahan dan kemerdekaan, beliau berkata, “Negara merdeka, Bangsa merdeka, Undang-undang merdeka, Ekonomi merdeka, Politik merdeka, semuanya merdeka, itulah yang harus kita perjuangkan dan kita pertahankan untuk mengisi kemerdekaan. Indonesia sekarang ini masih dijajah, sampai kapanpun akan dijajah sampai rakyatnya benar-benar cerdas. Penjajah itu tidak ada yang menginginkan jajahannya itu cerdas, karena jika mereka cerdas pasti akan memberontak, dan rakyat Indonesia akan cerdas jika dipimpin oleh pemimpin yang cerdas.”

Selepas tausiyah, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama keluarga pondok, dan ditutup dengan sesi perfotoan bersama. Acara berlangsung dengan khidmat hingga rentetan acara Kajian Ahad Pagi selesai dilaksanakan. rukh

Demonstrasi Bahasa, Media Pengenalan Keanekaragaman Santri Gontor

0

Demonstrasi Bahasa merupakan salah satu acara dalam rentetan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-Arsy yang berpanitiakan dari santri kelas 3 intensif dan kelas 4. Demonstrasi bahasa tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yaitu mengusung konsep drama berbahasa daerah. Pada tahun ini, Demonstrasi Bahasa membawakan konsep pidato yang bertema “Keutamaan Menuntut Ilmu” dari setiap konsulat yang terpilih untuk memperkenalkan bahasa khas dari daerah mereka.

 

Adapun para peserta pada Demonstrasi Bahasa kali ini,diantaranya:

  • Konsulat Aceh.
  • Konsulat Banyumas.
  • Konsulat Bali dan Nusa Tenggara.
  • Konsulat Besuki.
  • Konsulat Luar Negeri.
  • Konsulat Kalimantan.
  • Konsulat Surabaya-Madura.
  • Konsulat Sumatra selatan.
  • Konsulat Sumatra Utara.
  • Konsulat Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya.

 

Dengan keunikan dan kekhasan bahasa mereka, mereka mampu mengajak penonton untuk mengenal bahasa mereka. Yang lebih unik lagi adalah hadirnya konsulat luar negeri yang membawakan bahasa mandarin dengan fasih dan terlihat sangat menarik. Acara ini wajib dihadiri oleh anak baru untuk mengenalkan kepada mereka arti kebhinekaan di Gontor. Al- Ustadz Agus Budiman, M.Pd. selaku utusan pimpinan pondok yang membuka acara ini berpesan kepada para penonton agar mengenal Gontor secara utuh dengan mengetahui bahasa anggota di Gontor. Reyzin.

Fatih Seferagic Kunjungi Gontor

0

GONTOR–Hafidz Qur’an, Qori Internasional, Aktivis Kemanusiaan dan Dakwah Islam, Fatih Seferagic kunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), nama Fatih Seferagic pertama kali dikenal secara luas di media sosial. Fatih adalah seorang penghafal Al-Quran berkewarganegaraan Amerika Serikat. Fatih dan rombongan tiba di Gontor pada hari Rabu (29/8) dan langsung disambut oleh Al-Ustadz Noor Syahid di Kantor Pimpinan PMDG.

 

Setibanya di Gontor, Fatih langsung menjadi Imam shalat subuh di Masjid Jami’ Gontor. Bersama ribuan santri, Fatih melantunkan Surat Al-Mulk dan Surat An-Naba’ dalam rakaat pertama dan kedua dengan suara yang merdu. Para santri merasakan nuansa baru dalam shalat subuh di Gontor dengan hadirnya Fatih.

 

Dalam rangkaian kunjungan ini, Fatih berbagi pengalaman yang dirasakan selama mempelajari Al-Quran serta rintangan yang ia hadapi terutama karena dia tumbuh di lingkungan minoritas muslim. Diharapkan dengan kehadiran seorang sosok yang berhasil melalui rintangan tersebut, teman teman penghafal di rumah Tahfidz dapat termotivasi untuk tetap semangat melanjutkan program mereka di segala situasi yang mereka hadapi, termasuk segala keterbatasan fasilitas yang dihadapi.

 

Pada tahun 2016, untuk pertama kalinya Fatih mengunjungi Indonesia dalam rangkaian tur Heaven on Earth. Berkat antusias yang besar, di tahun ketiga ini, Dian Pelangi kembali menyelenggarakan Heaven on Earth Tour 3.0 bersama sang Qori & Hafidz Amerika Fatih Seferagic. Bertajuk For the Future of Tahfidz Indonesia, Heaven On Earth 3.0 berfokus kepada pengembangan program para penghafal Al-Quran di beberapa pesantren dan rumah Tahfidz Indonesia. Salah satunya Gontor. Rakafadel

MUSYAWARAH KERJA STAF BAGIAN DISKUSI ILMIAH DAN PENERBITAN

0

 

Jadilah ulama yang intelek, bukan intelek yang tahu agama. Sebuah perkataan Trimurti tersebut kerap dijadikan latar belakang pembentukan dan penyaluran potensi intelektualitas anggota Darussalam. Salah satu perwujudannya adalah dengan musyawarah kerja Staf Bagian Diskusi Ilmiah dan Penerbitan yang disebut juga COSMIC (Community of Such Marvelous in Creation). Bertujuan peningkatan intelektualitas, staf tersebut memulai segenap kegiatan yang akan dilaksanakannya setahun kedepan dengan musyawarah mengenai program-program kerja.

Dalam musyawarah tersebut, staf yang beranggotakan santriwati kelas 4 dan 3 intensif ini membicarakan tentang mekanisme agenda-agenda di waktu selanjutnya. Mulai dari kepengurusan inti, pembagian kerja, pembuatan majalah dinding, pembacaan berita rutin, dan seterusnya. Selain itu, kegiatan ini juga melatih para anggota untuk memahami langkah-langkah proses musyawarah yang baik dan benar. Tak lain untuk mempersiapkan mereka pada tingkatan yang lebih tinggi seperti halnya musyawarah kerja rayon maupun organisasi lainnya kelak di kelas 5 dan 6.

DSC_7390

Sebuah organisasi didukung secara maksimal dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri pondok kita tercinta. Tentu tak lepas dari tujuan mulianya yakni mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun peradaban Islami. NISAHABIBA

Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy: Khutbah Perpeloncoan bagi Seluruh Warga Pondok Modern

0

Mantingan–Ahad pagi (5/8), PMDG Putri Kampus 1, Mantingan mengadakan Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy, khutbah ta’aruf, khutbah perpeloncoan bagi seluruh warga Pondok Modern. Tujuannya adalah untuk mengenalkan santri baru tentang pondok dan kepondokmodernan beserta program-programnya selama satu tahun yang akan datang, dan untuk mengingatkan santri lama juga para guru agar selalu memperbaharui niatnya di awal tahun ajaran baru.

Penyerahan Bendera Merah Putih oleh Bapak Pimpinan kepada PASKIBRA (Pasukan Pengibar Bendera).
Penyerahan Bendera Merah Putih oleh Bapak Pimpinan kepada PASKIBRA (Pasukan Pengibar Bendera).

Tepat pukul 07.00 WIB, acara dimulai dengan persiapan barisan dan pengibaran bendera merah putih, lalu dilanjutkan dengan pembacaan Pidato Apel Tahunan oleh Bapak Pimpinan selaku Inspektur Upacara. Dalam pidatonya, Kiai Hasan berkata,

“Anak-anakku, santri/santriahku, guru-guru dan keluarga besar PMDG yang kami cintai, rohimakumullah!!!. Dinamika yang terjadi dan dicapai puluhan tahun sebelum hari ini, hari-hari ini berkaitan dan tidak terlepas dari dinamika puluhan tahun bahkan puluhan tahun sebelumnya, dan untuk puluhan ratusan tahun sesudahnya. Ibarat tiang-tiang pancang, atau batu-batu fondasi yang terpendam, berjasa bagi bangunan-bangunan menjulang di atasnya setinggi, sebesar, sekuat apapun.”

 “Dynamic Generation, Smart Generation, Prestigious Generation, Identity Generation, Survival Generation, Inspiring Generation dan sekarang Guardian Generation.”

“Gontor Mengawal Nilai-Nilai dan Sistem Pesantren, bagi Kejayaan Umat dan Bangsa”

Seusai pidato, acara dilanjutkan dengan penampilan-penampilan kreativitas santriwati, yang terdiri dari: Grand Opening, Rebana, Senam Massal, Tari Massal dan Atraksi Pramuka, yang dibuka dengan penampilan Marching Band Gema Nada Darussalam MBGND dari PMDG Pusat dan Reog Ponorogo dari PMDG Kampus 2. Kemudian acara ditutup dengan parade-parade barisan, dari barisan Guru KMI, Siswa Akhir KMI, Mahasiswi, dan barisan Tiap-tiap Konsulat. Lalu dilanjutkan dengan Kuliah Umum Babak I dan II pada siang dan malam hari, serta kuliah umum Babak III dan IV pada keesokan harinya.

Acara ini diikuti oleh seluruh santriwati, guru KMI PMDG Putri Kampus 1 dan 2, dosen dan mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Putri Kampus Mantingan, yang masing-masing berjumlah 3.612 santriwati dan 434 guru PMDG Putri Kampus 1.1.644 santriwati dan 222 guru PMDG Putri Kampus 2.950 mahasiswi dan dosen UNIDA Gontor Putri Kampus Mantingan. Bapak Pimpinan Pondok, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., ketua-ketua lembaga pondok dan beberapa guru senior rombongan Gontor juga turut hadir pada acara ini hingga usai. rukh

Membentuk Ummahat Sitti-l-Kull Melalui Pelatihan Memasak Bersama Chef Furqon

0
Chef Furqon sedang mempraktikkan di depan para peserta
Chef Furqon sedang mempraktikkan di depan para peserta

Gontor Putri Kampus 1Gontor selalu mempersiapkan para santrinya untuk menjadi mujahid-mujahidah umat yang membawa perubahan, terkhusus bagi para santriwati yang berada didalamnya. Karena melalui tangan-tangan inilah, nasib suatu umat ditentukan apakah baik ataupun tidak. Dalam usaha pembentukan inilah, Gontor Putri Kampus 1 mengadakan pelatihan memasak yang ditutori oleh chef yang handal dan terpercaya.

Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam peningkatan kualitas keputrian di Gontor Putri Kampus 1. Acara ini diadakan sejak hari Jum’at, 31 Agustus 2018 sampai dengan Senin, 3 September 2018. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah 80 orang, yang terdiri atas 40 orang ustadzah baik dari Gontor Putri Kampus 1, 2, dan 3, serta 30 orang madamat Gontor Putri Kampus 1 dan 2. Para peserta dibagi dalam 3 kelompok memasak, yang mana berlatih dalam sesi-sesi yang telah dibagikan oleh panitia. Acara ini dipusatkan di bangunan Nadi-l-Qubaits, yang merupakan sentral pengembangan keputrian dalam bidang masak-memasak.

Peserta sedang mempresentasikan hasil masakan di depan tutor dan para peserta
Peserta sedang mempresentasikan hasil masakan di depan tutor dan para peserta

Tutor yang melatih dalam acara ini adalah Chef Furqon, yang memiliki nama lengkap Ahmad Furqon Nur. Beliau merupakan alumnus Gontor yang kini telah berdomisili di Denmark sebagai chef. Sebelum menjadi tutor dalam acara ini, beliau sering berkunjung ke Gontor Putri Kampus 7 untuk memberi pelatihan yang serupa kepada para santriwati disana. Dalam pelatihan ini, beliau mengajarkan teknik memasak makanan dan minuman, baik dalam kategori berat, sedang, maupun ringan , kepada seluruh peserta yang ada. Besar harapan dari acara ini agar tujuan yang diinginkan dapat terwujud, yaitu munculnya ummahat sitti-l-kull yang membawa umat dalam kejayaannya. Fayra

Kiai Hasan Hadiri Sidang Pleno Wantim MUI ke-30

0

Jakarta-K.H. Hasan Abdullah Sahal hadiri Sidang Pleno Wantim MUI ke-30. Rabu (29/8) siang bertempat di Kantor MUI Pusat, Jakarta. Sidang ini akan membahas masalah-masalah strategis keorganisasian, keumatan, dan kebangsaan. Salah satu poin pembahasannya adalah posisi ketum yang menjadi cawapres.

Sidang yang dipimpin oleh Din Syamsuddin ini dihadiri oleh kurang lebih 30 utusan dari berbagai ormas dan lembaga Islam. Acara dimulai pukul 13.30 WIB dan selesai sekitar pukul 15.30 WIB. Sidang berlangsung lancar dan hangat.

Sidang kali ini dinyatakan tertutup untuk wartawan. Selesai Sidang, Wantim MUI adakan Press release, mereka memberikan pandangan bahwa berdasarkan ketentuan keorganisasian MUI, khususnya Pedoman Rumah Tangga Pasal 1 ayat 6 butir f, Ketum MUI harus melepaskan jabatan sebagai ketum apabila terpilih menjadi Wakil Presiden RI.

“Namun, demi menegakkan marwah organisasi dan peran MUI sebagai khadimul ummah wa shadiqul hukumah yakni berada di atas dan untuk semua elemen umat Islam dan bangsa Indonesia maka seyogyanya organisasi MUI dan posisi-posisi di MUI tidak digunakan untuk kepentingan politik kekuasaan yang dapat memecah belah umat Islam dan bangsa Indonesia” Jelas Ketua Wantim MUI, Prof Didin. AaRum