Karangbanyu– “Al-Aqlu Salim fil Jismi Salim” adalah salah satu semboyan yang menggemakan Darussalam. Tepat pada hari Sabtu (7/7) bertepatan dengan 23 Syawwal 1439 H Gontor Putri Kampus 3 adakan Pekan Olahraga dan Seni Darussalam (PORSENI) Bertempatkan di halaman Auditorium.
Al-Ustadz H. Suwarno T.M,S.Ag Selaku Bapak Wakil Pengasuh membuka acara Pekan Olahraga dan Seni secara simbolis dengan Penyalaan Api Obor serta dihadiri oleh seluruh santriwati dan guru Gontor Putri Kampus 3. Hiburan berupa tarian, senam dan perlombaan ditampilkan meriah di lataran Auditorium Gontor Putri Kampus 3.
Gontor Mengawal Sistem dan Nilai Pesantren bagi Kejayaan Umat dan Bangsa merupakan tema gontor pada tahun ini. Dengan tujuan Gontor dapat mengawal serta memperhatikan sistem dan nilai yang sudah ada demi jayanya umat dan bangsa yang akan mendatang.
Kegiatan Porseni akan berlangsung selama 7 hari, dibuka hari sabtu (7/7) dan ditutup pada hari sabtu (13/7) dengan membagikan hadiah kepada pemenang sesuai dengan angkatan, konsulat, rayon ataupun club-club Darussalam. Perlombaan yang diadakan digontor bukan hanya untuk meraih ataupun merebut piala semata, akan tetapi untuk membentuk mental dan mempersatukan ukhuwah Islamiyah antar kelompok-kelompok Darussalam.
Selain itu Porseni ditujukan untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani santriwati sampai seluruh pembimbing ikut terjun didalamnya. Dan tujuan yang paling utama adalah memperkenalkan kepada santriwati baru akan adanya rentetan acara yang ada didalam Pondok Modern Darussalam Gontor. Hamida90
Acara Pentas Seni ini diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswi (DEMA) yang dipanitiai oleh guru Tahun ke-3 yang berjumlahkan 36 Mahasiswi. Acara ini adalah kegiatan tahunan pondok yang ditujukan untuk menggali dan mengeluarkan kreativitas dan inovasi agar menjadi mahasisiwi yang sittil kul dan bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Grand Clossing pertanda telah selesainya pentas seni dengan panitia menyanyikan lagu yang berjudul “This is Me”. Yang menggambarkan atas kepercayaan diri, kebersamaan dan menjalin ukhuwah islamiyah yang sangat kuat bagi seluruh mahasiswi mantingan. Hamida90
Beberapa santriwati kelas 6 yang sebelumnya di Rayon ada yang dilantik menjadi anggota OPPM dan Koordinator baru dan 8 santriwati kelas 5 dilantik menjadi Kader OPPM, guna mempelajari lebih banyak lagi tentang organisasi sebelum mengemban amanat di tahun mendatang.
Karangbanyu- Drama Arena merupakan salah satu acara tahunan Pondok Modern Darussalam Gontor yang diselenggarakan oleh Santriwati Kelas 5 yang berjumlah 463 Santriwati. Acara ini bertujuan melatih mental, meningkatkan kebersamaan dan kreatifitas santriwati. Selain itu juga melatih santriwati kelas 5 membagi waktu mereka, karena peran mereka dirayon, konsulat juga sebagai santriwati yang menimba ilmu.
Hal menarik yang ada di Drama Arena kali ini adalah Acara Drama yang mengangkat Kisah Fiktif menceritakan Sang Nyai yang mempunyai Pondok Al-Quddus dan dijajah oleh pemerintah Jepang yang menginginkan aset persenjataan, namun keteguhan hati Sang Nyai yang kuat berhasil mempertahankan Pondok tersebut sampai titik penghabisan darah terakhir. Santriwati sangat antusias menyaksikan Pagelaran Seni ini, terlihat dari kesemangatan dan tidak adanya santriwati yang mengantuk hingga acara berakhir. Acara ini diakhiri dengan evaluasi oleh Dewan Juri dan Pemberian Nilai dan Drama Arena tahun ini mendapat nilai 8,69 meningkat 0,2 dari tahun sebelumnya 8,67. Dengan segala usaha dan do’a, acara ini berjalan lancar setelah sore harinya turun rintik-rintik hujan membasahi bumi Darussalam. @Qudwah8830
Karangbanyu- الراحة في تبادل الأعمال. Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3 terus dipenuhi dengan berbagai macam kegiatan, termasuk peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Gontor Putri Kampus 3 ikut merayakan Kemerdekaan Indonesia pada hari Jum’at, 17 Agustus 2018 di Depan Auditorium diikuti oleh seluruh santriwati dan Dewan Guru.


Perlombaan baris-berbaris ini sengaja diadakan dan terkhususkan kepada segenap santri di asrama/rayon yang belum melibatkan dirinya dalam kegiatan kepramukaan secara mendalam, agar mereka juga mampu melakukan kegiatan baris-berbaris, yang merupakan salah satu ilmu dasar kepramukaan. Maka yang diharapkan untuk dikuasai adalah terbiasanya para santri dalam hal melakukan baris-berbaris dengan baik, menciptakan kreativitas para santri, dan latihan menjadi pemimpin yang tegas dalam bersikap dan berperilaku.

