Home Blog Page 357

Rayon Darul Hijroh Juarai Lomba Arabic Drama Contest 1439 H

0

DARUSSALAM-Jum’at (22/9), Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, mengadakan acara tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 1 Muharram, lebih khusus ketika perayaan Tahun Baru Islam yaitu lomba drama berbahasa  Arab atau yang lebih sering disebut dengan Arabic Drama Contest. Tapi, pada tahun ini ada suasana yang berbeda, dikarenakan 1 Muharram bertepatan pada hari Kamis, 21 September 2017. Maka pada hari tersebut hanya digunakan untuk Expo OPPM dan Koordinator 1439 H. Sedangkan perlombaan ini, dimundurkan 1 hari pelaksanaannya menjadi hari Jum’at, 22 September 2017 / 2 Muharram 1439.

Acara ini diadakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) diikuti oleh 21 Rayon di PMDG pusat, dibagi menjadi 2 kategori; Kibar dan Shigor. Acara ini diadakan untuk pendidikan mental santri, untuk menambah wawasan santri dalam berbahasa, sarana da’wah, sekaligus menjadi sutradara bagi pengurus rayon.

 “Semuanya terdidik, bukan hanya pemerannya, sutradaranya, bahkan jurinya pun terdidik dan penontonnya pun juga terdidik” sambut Ust. Muhammad Nur pada pembukaan acara tersebut. Kriteria yang dinilai oleh tim juri antara lain : alur cerita, bahasa, mimik / ekspresi pemain, dan pemeran utama dalam drama tersebut.

Hasil Keputusan juri lomba Arabic Drama Contest 1439 adalah sebagai berikut; Juara Shigor (1) Darul Hijroh, (2) Gedung Baru Shigor, (3) Wisma Hadi. Juara Kibar (1) Sholihin 2, (2) Gedung Baru Kibar, (3) Palestina. The Best Language : Sholihin 2, The Best Actor : Syarif Hidayat, 1P, Darul Hijroh. Dan juara umum diraih oleh rayon Darul Hijroh. Reyzin.

Gontor Kampus 12 Jambi Memulai Kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD)

0

Jambi – Pondok Modern Darussalam Gontor kampus 12 Jambi mengundang waka kwarnas bidang perencanaan pengembangan dan kerjasama; kak Marbawi, Sos, M.Si untuk memotivasi santri yang notabene anggota pramuka agar lebih kreatif dan meningkatkan kwalitas kegiatan kepramukaan dan sekaligus berkenan membuka kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar secara resmi.

Kepramukaan di Gontor ada sejak berdirinya pondok tahun 1926, pendiri pondok adalah seorang “pandu kawakan”…beliau adalah penggerak pandu “bintang Islam” pandu2 yang ada sebelm masa kemerdekaan adalah embrio lahirnya gerkaan pramuka yang di resmikan oleh keppres No.238 tahun 1961.
Saat itu Pandu2 yang ada dilebur menjadi satu dalam wadah organisasi Gerakan pramuka

Kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar (KMD) yang diadakan di PMDG kampus 12 tahun ini adalah “an extraordinary course” karena terlibat didalamnya peserta dari lintas kwarda… serta dari wilayah kwarda Riau, peserta utusan dari Gontor kampus 14 Siak, kemudian dari wilayah kwarda Padang, peserta dari Gontor kampus 11 Sulit air. Juga para pramuka dari wilyah kwarda Jambi.
Bahkan pelatihnya pun lintas kwartir, pelatih dari pusdiklatcab Ponorogo, dari pusdiklatcab Tanjung Jabung Timur, juga pelatih dari kwarda Jambi.

Dalam sambutanya, waka kwarnas mengatakan, bahwa sesungguhnya mengurus pramuka adalah mengurus kehidupan. Pola-pola kegiatan yang ada di pramuka adalah kegiatan dalam hidup dan kehidupan, semuanya memuat “life skill” ketrampilan hidup. Bahkan dalam pramuka kita diajari tentang kepemimpinan, lebih tegas beliau berujar: “pramuka adalah holistic training leadership” totalitas pendidikan kepemimpinan.

Harapan terbesar bangsa ini sebagaimana tertuang dalam reambule UUD 1945 adalah menuju negara indonesia yang merdeka bersatu, berdaulat, adil dan makmur..
Indonesia sudah merdeka, apakah sudah bersatu…? Jika belum…? Bagaimana akan mencapai berdaulat? Dan kiranya masih jauh dari harapan utama yakni adil dan makmur.

Terkait hal ini, WakaKwarnas mengharapkan lewat pramuka lah, kita berupaya memupuk persatuan bangsa dengan banyak kegiatan yang positif, mendidik kader2 pemimpin yang berkaraker dimasa datang.

Dan sejarah sudah membuktikan bagaimana kiprah pandu2/pramuka dalam merintis, menyiagakan, menggalang persatuan, hingga menegakkan kemerdekaan…the founding father negri ini adalah mayoritas penggerak kepanduan/kepramukaan.

Sehingga pramuka tidak bisa dipisahkan dari NKRI dalam keadaan bagaimanapun. Gerakan pramuka adalah satu organisasi yang mewadari pramuka dan kegiatan-kegiatannya, maka sebagai seorang pramuka, harus terus bergerak, berkreatif, berinovasi, jangan sampai mandeg, jumud dan tidak ada gerakan.

Dalam bahasa pesantren: “bergeraklah, karena dalam gerakan ada berkah”… taharrak fainna filharokati barokah”.

“The Legend” Kembali Sabet Juara Umum DEMA Cup 1439

0

DARUSSALAM – “The Legend” kembali memastikan dirinya sebagai juara umum pada DEMA Cup tahun 1439, setelah pada tahun lalu mereka berhasil tampil sebagai juara umum. Hal ini dapat diketahui dari akumulasi poin yang diperoleh oleh guru di atas tahun ke-6 ini di berbagai divisi perlombaan. Mereka hampir mendominasi di segala jenis perlombaan, khususnya pada divisi olahraga. Kualitas dan pengalaman yang dimiliki oleh para punggawanya memang sudah tak diragukan lagi. Rata-rata sudah lebih dari 6 kali mengikuti agenda tahunan ini. “Pengalaman memang bisa mengungguli skil dan kemampuan,” komentar salah seorang peserta DEMA Cup.

Tahun baru hijriyah di Gontor memang selalu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, baik untuk para santri maupun guru. Salah satu agenda rutin bagi para guru adalah DEMA Cup. Sesuai namanya, kegiatan ini merupakan perlombaan yang diselenggarakan oleh pengurus Dewan Mahasiswa kampus Gontor dalam rangka memeriahkan tahun baru hijriyah. Kompetisi yang dimulai pada hari Kamis (21/9) ini diikuti oleh 7 kontingen, dari mulai guru tahun 1 hingga “the legend”, sebutan untuk guru tahun ke-7 ke atas. Perlombaannya juga bermacam-macam yang tergolong dalam 3 divisi, yakni olahraga, olahfikir, dan olahrasa. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari di dalam kampus Pondok Modern Darussalam Gontor.

Kegiatan dibuka pada hari Kamis (21/9) oleh al-Ustadz Firdaus Ilham Astria, S.Th.I. di halaman depan gedung al-Azhar. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan diadakannya DEMA Cup, selain untuk meningkatkan semangat para asatidz dalam berolahraga dan berkarya, juga untuk mempererat kebersamaan para guru seluruh angkatan. “Emosi dalam pertandingan itu biasa, tetapi setelah pertandingan, semuanya harus bersatu dan rapat kembali sebagai korps guru KMI.” tegas beliau.

Alhamdulillah kompetisi berjalan dengan lancar dan tertib. Para guru dapat mengeksplorasi potensi yang dimilikinya dalam berbagai bidang. Pertandingan olahraga juga berlangsung sangat seru dan ketat, sehingga menarik banyak penonton dari para santri dan guru. Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini, para asatidz yang kebanyakan masih berstatus sebagai mahasiswa ini dapat mendapat banyak pelajaran dan pengalaman, sehingga mampu meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang dan memompa kreatifitasnya dalam berkarya.brada89

DAFTAR HASIL KEJUARAAN DEMA CUP 1439
DIVISI OLAHRAGA
CABANG JUARA 1 JUARA 2 JUARA UMUM
Sepak Bola Tahun ke-1 The Legend The Legend
Futsal Tahun ke-5 Tahun ke-2
Basket The Legend Tahun ke-3
Bulu Tangkis The Legend Tahun ke-3
Takraw Tahun ke-3 The Legend
Tenis Meja (Ganda) Tahun ke-1 The Legend
Tenis Meja (Tunggal) Tahun ke-1 Tahun ke-6
DIVISI OLAHRASA
CABANG JUARA 1 JUARA 2 JUARA 3 JUARA UMUM
Fotografi Tahun ke-1 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-5
Khot Tahun ke-3 The Legend Tahun ke-5
Puisi Tahun ke-1 Tahun ke-5 The Legend
Poster Tahun ke-6 Tahun ke-4 Tahun ke-5
DIVISI OLAHFIKIR
CABANG JUARA 1 JUARA 2 JUARA 3 JUARA UMUM
Opini Bahasa Indonesia Tahun ke-3 Tahun ke-1 Tahun ke-4 Tahun ke-3
Opini Bahasa Arab Tahun ke-3 Tahun ke-4 The Legend
Opini Bahasa Inggris Tahun ke-1 Tahun ke-6 Tahun ke-5
JUARA UMUM DEMA CUP 1439 : THE LEGEND

Gontor Adakan Penataran bagi Santri Pengurus Organisasi

0

GONTOR–Pondok Modern Darussalam Gontor mendidik santrinya dengan berbagai macam sarana pendidikan, salah satunya berbentuk penugasan melalui amanat keorganisasian. OPPM, Koordinator Gerakan Pramuka, dan organisasi lainnya adalah wadah pendidikan amanat tersebut, dengan demikian dapat tercipta sebuah keadaan santri yang siap dipimpin dan siap memimpin, mampu melaksanakan semua amanat yang dilimpahkan dengan sebaik mungkin. Demi mewujudkan organisasi yang baik, Gontor mengadakan Penataran Manajemen dan Keorganisasian yang diikuti oleh seluruh santri yang menjabat sebagai ketua, sekretaris, dan bendahara di setiap organisasi.

Acara yang dibuka langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pada Sabtu malam (23/9) tersebut, bertempat di BPPM, dengan berpanitiakan 88 orang, gabungan dari santri kelas 3 intensif dan 4 KMI.

Adapun kegiatan penataran ini akan berlangsung selama kurang lebih seminggu, dengan rangkaian sesi berikut:

Sabtu, 3 Muharram 1439/23 September 2017

Materi                  : Dinamika Keorganisasian di Pondok Modern

Pemateri             : Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

 

Ahad, 4 Muharram 1439/24 September 2017

Siang

Materi                  : Leadership

Pemateri             : H. Yoyok Suyoto Arief, M.Si.

 

Malam

Materi                  : Perilaku Organisasi dan Manajemen Islam

Pemateri             : Muchammad Taufiq Affandi, M.Sc.Fin

 

Senin, 5 Muharram 1439/25 September 2017

Siang

Materi                     : Profil Sekretaris, Fungsi, dan Tugasnya dalam Organisasi dan Model-model

Proposal beserta penulisannya

Pemateri                : M. Ihsan Kamil Shadik, S.Pd.

 

Malam

Materi                     : Profil Bendahara, Fungsi, dan Tugasnya dalam Organisasi

Pemateri                : Ulwan Maghfur, S.E.I.

 

Selasa, 6 Muharram 1439/26 September 2017

Materi                     : Administrasi, Korespondensi, dan Kearsipan

Pemateri                : Muhammad Miftah Kharmain

 

Rabu, 7 Muharram 1439/27 September 2017

Penutupan

 

Semua rentetan penataran tersebut ditujukan untuk memperkenalkan kepada segenap santri pengurus organisasi tentang bagaimana menjalankan organisasi dengan baik, serta dapat mencapai targer program yang telah disusun. sand

Ahli Balaghah Mesir, Prof. Dr. M. Mohamed Emam Dawood Kunjungi Gontor

0

GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor kembali kedatangan tamu agung dari luar negeri. Kali ini giliran  Prof. Dr. M. Mohamed Emam Dawood, Guru Besar Linguistik Arab dan Studi Islam dari Canal Suez University Mesir berkunjung ke Kampung Damai. Beliau yang juga merupakan direktur Markas al-‘Aly li-l-Qur’ani-l-Karim wa ‘Ulumihi di Mesir ini mengadakan silturahim dengan Pimpinan PMDG pada hari Jum’at sore (22/9), tepatnya pada pukul 17.00 WIB. K.H. Hasan Abdullah Sahal secara langsung menerima kunjungan dari ahli Ilmu Balaghah ini di kantor pimpinan PMDG. Turut menyambut juga para ketua lembaga tinggi pondok serta beberapa guru dan dosen alumni universitas al-Azhar Mesir. Acara ramah tamah berlangsung selama setengah jam, dilanjutkan shalat maghrib berjama’ah dengan kurang lebih 4.200 santri dan guru di Masjid Jami’ Gontor.

Prof. Dr. M. Mohamed Dawood saat memberikan ceramah di depan seluruh santri setelah shalat maghrib
Prof. Dr. M. Mohamed Dawood saat memberikan ceramah di depan seluruh santri setelah shalat maghrib

Setelah selesai menunaikan shalat maghrib berjama’ah, para santri berkesempatan mendengarkan ceramah dari Prof. Dawood. Sebelum ceramah, Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A., dosen Universitas Darussalam Gontor menyampaikan sambutannya. Beliau memperkenalkan Gontor secara singkat, sekaligus meminta agar Prof. Dawood berkenan memberikan ilmu dan motivasinya kepada para santri dengan berbahasa arab yang fasih. Prof. Dawood pun berkenan menyampaikan ceramahnya dengan durasi yang cukup lama, kurang lebih 1 jam. Dalam kuliah singkat tersebut, beliau banyak menyampaikan tentang fadhilah al-Qur’an, serta pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, baik yang tersurat maupun tersirat. Para santri dan guru mendengarkan dengan khidmat sambil berusaha memahami apa yang disampaikan oleh pembicara dengan bahasa dan logat asli Arab. Alhamdulillah, hampir setiap kali sang Profesor melantunkan sebuah ayat al-Qur’an, para santri dapat melanjutkan potongan ayat tersebut.

Kunjungan ini merupakan rentetan dari acara yang sudah dijadwalkan oleh Panitia Seminar Internasional dan Workshop Pusat Bahasa UNIDA Gontor. Panitia sengaja mengundang beliau untuk mengisi seminar tentang Perkembangan Bahasa Arab Modern, serta workshop tentang pembelajaran Balaghah. Kegiatan beliau di Gontor dimulai pada hari Kamis (21/9). Acara seminar dan workshop pertama diselenggarakan di PMDG Putri Kampus 1 Mantingan, dilanjutkan di UNIDA  Gontor Kampus Pusat di Siman. Peserta akan diberi pengetahuan tentang perkembangan Bahasa Arab Modern di kancah internasional, serta pembelajaran balaghah, khususnya balaghah qur’aniyyah.Semoga dengan diadakan silaturahim dan seminar ini, ilmu dan semangat santri maupun mahasiswa dapat meningkat dalam menggali lebih dalam kemampuan Bahasa Arab, khususnya dalam ilmu Balaghah. Karena, tidak dapat dipungkiri bahwa Bahasa Arab merupakan mahkota Pondok Modern Gontor yang harus senantiasa dijaga.brada89

Gontor Raih Juara dalam Festival Kaligrafi Islam ASEAN

0

Jombang–Menyambut datangnya Hari Nasional Santri (HNS), Ahmad Atho’illah selaku Ketua Panitia Peringatan HSN 2017 (penggagas metode Hamidi pertama di Indonesia) di bawah bimbingan Research Centre For Islamic History, Art and Culture (IRCICA), Turki mengadakan Pameran dan Festival Kaligrafi Islam ASEAN di Sekolah Kaligrafi Al-Qur’an PP. Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang. Acara yang diselenggarakan selama 5 hari ini (14-17 September 2017) diikuti oleh 120 peserta dari berbagai Negara ASEAN, dan Timur Tengah yang memamerkan puluhan karya kaligrafinya masing-masing. Mulai dari Indonesia, Singapore, Malaysia, China, Thailand, Turki, Mesir, hingga Maroko.

Acara ini menghadirkan Syeikh Belaid Hamidi, Dr. Halit Eren, Syeikh Dr. Abdullah Abdu Fatini, Syeikh Hasan Salabi dan beberapa tokoh khottot Internasional yang datang dari Maroko, Turki, dan Mesir. Para peserta yang hadir pada acara tersebut, tidak hanya memamerkan karya seni kaligrafi yang mereka miliki saja, melainkan mereka juga mendapatkan pembekalan kaligrafi melalui seminar-seminar yang diisi langsung oleh para khottot Internasional. Berikut seminar-seminar yang diselenggarakan : 1. Pembuatan Ibru oleh Al-Ustadz ‘Alim Gema Alamsyah (Alumni Gontor 2001 yang pernah meraih juara 2 Khot Maghribi pada Kompetisi Kaligrafi Internasional ke-9 di Turki tahun 2013), 2. Manhaj Hamidi oleh Syeikh Belaid Hamidi (Penggagas Metode Hamidi juga Kaligrafer Kerajaan Maroko), 3. Muhadhoroh Khot oleh Dr. Halit Eren (Direktur Jendral IRCICA tahun 2005), 4. Khot Kufi, dan 5. Marosim Ijazah.

Sebagai pembuka acara, panitia membacakan nama-nama pemenang Lomba Kaligrafi Khot Riq’ah dan Diwani bagi para peserta yang telah mengirimkan karyanya jauh hari sebelum acara ini diselenggarakan. Al-Ustadz Abdullah Mukhtar Syafi’i selaku Pembimbing Markaz Khot Gontor berhasil meraih Juara 1 pada Khot Riq’ah juga Khot Diwani, disusul oleh para peserta lainnya di posisi 2 dan 3. Beberapa asatidz pembimbing markaz khot beserta anggotanya juga turut hadir mengikuti seminar-seminar yang diadakan kala itu, mereka adalah Al-Ustadz Muhammad Nur, Lc., Al-Ustadz Anggo Triyono, S.Pd.I., Al-Ustadz Akmal Firdaus, Muhammad Yusuf kelas 6D, A. Baihaqi Adam kelas 6D dll. Disamping itu mereka juga turut meramaikan acara ini dengan pameran beberapa karya seni kaligrafi Markaz Khot hingga acara usia. rosikh

Gontor Gelar Malam Peringatan 1 Muharram 1439 H

0

GONTOR-Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar malam peringatan 1 Muharram 1439 Hijriah pada Rabu (20/9) malam. Pertemuan dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1439 H ini, dipusatkan di Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal ikut hadir dalam kegiatan ini.

Peringatan 1 Muharram dimulai usai shalat isya sekitar pukul 20.30 hingga 22.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri ribuan santri Gontor dari kelas 1 hingga kelas 6.

Al-Ustadz Badrun Syahir, M.A. menyampaikan pidato tentang berbagai hal terkait peringatan 1 Muharrram ini, diantaranya; Sejarah dinamika dakwah nabi-nabi dalam Al Qur’an, jalan keluar dari berbagai tantangan dalam berdakwah, peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW bersama Abu Bakar As-Shiddiq R.A dari Mekkah menuju Madinah, dsb. Menurut beliau, kita harus meneladani seluruh ajaran Rasul kita, karena sudah jelas dalam Al-Qur’an bahwa gelar “Uswatun Hasanah” bagi Rasulullah SAW perlu kita hadirkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ia menambahkan peringatan Tahun Baru Islam 1439 H merupakan momen yang penting di Gontor, karena di sini kita bisa mensyukuri perjalanan pondok selama satu tahun yang telah berlalu. “Pondok Modern Darussalam Gontor melihat 1 Muharram, merupakan momen yang penting, selain diadakan pidato 1 Muharram secara formal seremonial kita bersyukur dapat sampai ke awal tahun baru Islam.” Tutur Ustad Badrun

Dalam kesempatan ini, melengkapi pidato Ustadz Badrun, Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan, peristiwa hijrah Nabi yang bersejarah itu adalah awal mula Tahun Baru Islam yang dikenal dengan Hijriah. Di samping itu beliau pun sering bercanda dan bercerita pengalaman unik beliau di hadapan santri-santrinya. Rafa

Expo Darussalam Meriahkan Tahun Baru Islam

0

Gontor–Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) setiap tahunnya menyelenggarakan Perayaan Tahun Baru Islam, yaitu dengan mengadakan Expo Darussalam (21/9). Bertugas membuka Expo ini Al-Ustadz H. M. Taufiqurrahman, S.Ag., pameran yang dilaksanakan di depan gedung Aligarh dan kawasan BPPM tersebut menarik perhatian banyak santri, begitu juga tamu yang memadati pondok pada hari itu.

Berbagai macam perlombaan diadakan bagi para santri maupun asatidz. Mereka menyambut acara ini dengan penuh antusias. Hal ini terlihat dengan banyaknya santri yang memadati stan-stan tiap bagian. Acara ini berlangsung meriah, setiap bagian OPPM maupun Non OPPM mendirikan stan masing-masing dan menghiasnya dengan semenarik mungkin, para santri dan beberapa guru ikut meramaikan acara ini. Selain perlombaan, Expo Darussalam ini juga dipenuhi oleh penampilan-penampilan, bazar dan masih banyak kegiatan lainnya.

Expo Darussalam ini berlangsung dari pagi hingga menjelang petang. Melalui acara ini, diharapkan seluruh santri dapat mengetahui dan memahami secara mendalam tentang keorganisasian di tiap-tiap bagian di pondok ini, dan juga sebagai salah satu sarana pengembang kreativitas mereka. Muis

DEMA Gelar Workshop Quantum Tahfizh Qur’an Bagi Mahasiswa Guru

0

GONTOR-Dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1439 H di Pondok Modern Darussalam Gontor, Dewan Mahasiswa (DEMA) menggelar workshop yang bertema “Quantum Tahfizh” bagi Mahasiswa Guru, dengan pembicara Al-Ustadz Dana Akhmad Dahlani,Lc. Direktur Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an Qurrota A’yun Ponorogo, Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan di Aula Robitoh Gontor, Rabu (20/9) dimulai sejak pukul 20.30 – 22.10 WIB.

“Menghafal Al-Qur’an itu mudah, Cuma tergantung kitanya saja, mau apa tidak menghafal Al-Qur’an” ungkap Tutor Ilmu Qiraat dan Tajwid di Markaz Qur’an dan Markaz Sirah Unida Gontor, Rabu (20/9) malam.

Dalam pemaparannya beliIMG_8466au menjelaskan beberapa alasan, mengapa kita harus menghafal Al-Quran, diantaranya adalah:

1.Menjaga keaslian/keotentikan Al-Qur’an
2.Menghafal Al-Qur’an itu mudah
3.Banyak kemuliaan yang akan di dapat oleh seorang penghafal Al-Quran

Sebagai umat muslim seyogyanya berusaha berinteraksi lebih dekat dengan Al-Qur’an, membacanya, memahaminya, bahkan menghafalnya hingga diluar kepala, itu akan menjadi lebih baik tidak hanya bagi kita, tapi juga untuk santri-santri generasi penerus.
Kepada 150an peserta workshop yang hadir, Ust. Dana memperkenalkan metode Tahfidz yang tepat bagi mahasiswa guru Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) yang berdomisili di Gontor, walaupun banyak kegiatan yang mereka kerjakan di pondok, diantaranya:

1.Membuat program harian menghafal Al-Qur’an
dengan rincian sebagai berikut:
a. Pukul 04.30 – 06.00 untuk menyetor hafalan baru kepada Muhafidz
b. Pukul 18.00 – 19.00 untuk murajaah hafalan kepada Muhafidz
c. Pukul 22.00 – 23.00 untuk setoran ekstra

2.Membuat target hafalan
a. Dalam sehari minimal 1 halaman
b. Dalam seminggu minimal 5 halaman
c. Satu bulan sebanyak 1 Juz
d. Khatam 30 Juz dalam waktu 2 tahun

3.Membuat Komunitas Tahfidz Al-Qur’an
Dengan adanya komunitas ini, maka satu sama lain akan saling memotivasi untuk selalu istiqomah dalam menghafal Al-Qur’an dan menggapai target.

Sebelum pemateri menyampaikan isi workshop, moderator Al-Ustadz Raka Fadel memutar 2 video, dalam 2 video itu menunjukkan, 2 anak yang lancar menghafal Al Quran, tidak hanya itu, mereka pun mengetahui posisi dan nomor ayatnya dalam Al-Qur’an. Subhanauloh. Setelah itu ada video dari salah seorang ulama besar, yang mampu memaparkan seluruh masalah dan solusi dalam kehidupan kita bersumber dari Al-Quran.
Dengan diadakannya Workshop ini, besar harapan DEMA kepada para mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan tahfizh yang sudah diadakan ini, sehingga bisa tercipta lingkungan Halaqoh Ahlul Qur’an bagi para mahasiswa guru di PMDG. Rafa

Ulangan Umum Sebagai Tolak Ukur Pemahaman Santri

0

KAMPUS 2–  Kegiatan akademis pondok kembali berjalan seperti biasa usai melewati rentetan panjang acara Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy. Terhitung lima hari mulai dari hari Sabtu (16/9) hingga Rabu (20/9) Ulangan Umum dilaksanakan untuk santri Kulliyatul Mua’llimin Al Islamiyah Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2.

Para santri begitu serius dalam mengerjakan Ulangan Umum.
Para santri begitu serius dalam mengerjakan Ulangan Umum.

Dengan ulangan umum ini diharapkan para Asatidz bisa mengevaluasi tingkat pemahaman santrinya akan pelajaran. Untuk itu Ulangan Umum dapat dijadikan tolak ukur atau Barometer penting dalam kegiatan belajar mengajar guna mengetahui kemampuan pemahaman santri dalam belajar selama sekitar tiga bulan sejak bulan Syawwal.

Tidak hanya mengetahui tingkat pemahaman santri dalam belajar, tapi juga sebagai batu loncatan agar lebih semangat dalam belajar mengingat Ujian Semester Pertama tidak lama lagi akan datang. Dalam hal ini evaluasi diri sendiri setiap santri menjadi sangat krusial untuk penerapan strategi belajar yang cocok untuk dirinya sendiri.

Terutama santri kelas dua yang mana mereka harus menghadapi perbedaan bahasa dalam pelajaran mereka. Karena dikelas baru ini hampir semua pelajaran berbahasa arab, baik dalam pembelajaran maupun dalam penyampaian.EmhaDit