Home Blog Page 360

Gontor Gelar Penyuluhan “Santri Sehat”

0

Gontor – Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) menggelar penyuluhan bertajuk “Santri Sehat” bagi seluruh santri Pondok Modern Gontor. Kegiatan yang dilaksanakan sejak Senin (4/9) hingga Rabu (13/9) mendatang ini, merupakan gagasan para staf BKSM terhadap peningkatan mutu kesehatan santri.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan dengan metode diskusi, tanya jawab, sharing, dan evaluasi. “Dengan metode diskusi anak-anak bisa lebih aktif dalam bertanya kepada pembicara” tutur Dr. Adikara Pagan Pratama, salah satu dokter di BKSM Gontor. Penyuluhan ini dimulai pukul 20.00 – 22.00 WIB, kegiatan yang digelar di Aula Robitoh dan Masjid Jami’ Gontor ini, dalam pelaksanaannya terbagi kedalam beberapa zone rayon, dimulai dari zone anak baru, rayon shigar, sampai rayon kibar.

Dalam penjelasannya dokter lulusan Universitas Airlangga ini menyampaikan, tujuan diadakannya penyuluhan ini agar santri dapat menambah wawasannya terkait penyakit yang sering diderita, mampu meminimalisir keluhan yang ada, serta timbul kesadaran akan pentingnya kesehatan dalam diri santri.

“Harapan kami derajat kesehatan santri-santri meningkat, paling tidak kesadaran mereka tentang sakit itu ada, kalo sudah ada keluhan langsung ke BKSM untuk berobat, jangan menunggu hingga penyakitnya parah, dan bagi penyakit yang menular, penularanannya bisa dicegah.” Tutur dokter Adikara. Rafa

Diklat Mahasiswa dan Mahasiswi Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang

0

Tebuireng–Selasa (5/9), KH. Hasan Abdullah Sahal selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengisi acara Diklat Pondok Pesantren (PP) Tebuireng yang bertempat di daerah Jombang, setelah sebelumnya menghadiri acara walimah di Jakarta. Acara Diklat ini adalah yang keempat kalinya diselenggarakan oleh PP. Tebuireng bagi para mahasiswa dan mahasiswinya yang duduk di semester 7 bangku perkuliahan dan berlangsung selama 30 hari pada bulan september, dengan harapan dapat memantapkan ilmu yang sudah didapat selama menjadi santri dan memberikan pembekalan ilmu tambahan kepada para mahasiswa dan mahasiswinya agar dapat memberikan dampak positif di kehidupan bermasyarakat kelak.
Setibanya di pondok, kiai Hasan disambut dengan ramahnya oleh keluarga dan asatidz yang mewakili Ir. KH. Solahuddin Wahid selaku Pimpinan PP. Tebuireng yang sedang menunaikan haji di tanah suci. Setelah sedikit berbincang-bincang, kiai Hasan langsung berangkat menuju lokasi tempat diselenggarakannya acara diktat ini.

KH. Hasan Abdullah Sahal saat Mengisi Acara DIktat yang diikuti oleh Mahasiswa dan Mahasiswi PP. Tebuireng.
KH. Hasan Abdullah Sahal saat Mengisi Acara Diklat yang diikuti oleh Mahasiswa dan Mahasiswi PP. Tebuireng.

Tepat pukul 09.30 acara dimulai, kiai Hasan dengan semangatnya menyampaikan pidato dihadapan para mahasiswa dan mahasiswi yang haus akan tausyiah ilmu para kiai dan ulama. Pada kesempatan itu, kiai Hasan berkata, “Kita ini punya jati diri, rasa tanggung jawab. Kita ini terhormat, jangan sampai kita merusak kehormatan kita sendiri, banyak orang yang tidak terhormat, tapi dihormati, banyak orang yang tidak dihormati, tapi terhormat, kamu pilih yang mana, menjadi orang yang dihormati atau terhormat?. Yang paling dibenci orang kafir adalah pesantren, kenapa? Karena di pesantren narkoba tidak laku, yang haram yang najis, judi, zina, maksiat semuanya tidak laku, sementara yang dijual sekarang adalah maksiat. Maka kita sebagai orang pesantren, guru agama jika tidak mengatakan yang benar itu benar dan salah itu salah, maka kitalah yang pertama kali akan masuk ke neraka.”
Acara diakhiri dengan sesi perfotoan bersama 25 mahasiswa dan 10 mahasiswi peserta diktat, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah. Selepas itu, dengan segera kiai Hasan berangkat menuju gontor untuk kembali beraktivitas di pondok. rosikh

Inspirasi Menjadi Penulis dan Perempuan Sholihah bersama al- Ustadz Ma’mun Affany, M. Fil. I

0

Pukul 15.00 WIB teras depan Rayon Damaskus masih digunakan santriwati Gontor Putri Kampus 2 untuk ibadah salat ashar berjama’ah, namun tepat pukul 15.30 teras tersebut sudah rapih berubah menjadi aula pertemuan yang sederhana namun tetap bersahaja. Sore itu, (3/9) diadakan Seminar Sastra Fiktif bersama al- Ustadz Ma’mun Affany, M. Fil. I, novelis ulung yang juga alumni Pondok Modern Darussalam Gontor.

            Acara seminar yang diselenggarakan oleh Bagian Diskusi Ilmiah dan Penerbitan OPPM tersebut dihadiri oleh 400 santriwati, dan beberapa dewan guru. Antusias mereka untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin jelas terlihat ketika mereka diharuskan untuk membuat refleksi singkat dari keadaan dan suasana acara, yang ditujukan untuk menjembatani pelatihan kepenulisan sastra fiktif tersebut. Kesemangatan Ustadz Ma’mun dalam menyampaikan materi juga menjadi faktor yang memupuk suksesnya acara. “Kalian harus yakin, kalau kalian bisa menjadi penulis!” nasehatnya di sela-sela seminar.

            20 menit sebelum acara usai, sesi tanya jawab dengan pembicara dibuka. Satu pertanyaan polos dari santriwati kelas 3 Intensif cukup membekas di relung hadirin yang hadir. “Ustadz, mengapa mayoritas karya antum membicarakan tentang perempuan?”-red. Sang pemateripun menjawab bahwa perempuan, ibu, adalah sekolah yang pertama lagi utama bagi anak. Karenanya beliau ingin menggambarkan bagaimana sosok perempuan sholihah yang sebenanrnya.

            Selain mendapatkan ilmu baru tentang kiat-kiat menulis sastra fiktif yang jitu, para santriwati dan segenap dewan guru yang hadir juga mendapatkan banyak inspirasi untuk menjadi perhiasan terindah di dunia. Karena dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan atasnya adalah perempuan sholihah. MIA

Pimpinan BI Jawa Timur Kunjungi Pondok Modern Gontor

0

GONTOR –Rabu (6/9) pagi, pimpinan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur berkesempatan mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dan disambut langsung oleh Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag., juga hadir untuk mendampingi beliau berdua di kantor pimpinan, Ustadz H. Imam Shobari, S.Ag., selaku ketua YPPWPM Gontor.

Tidak ada habis-habisnya kegiatan yang berlangsung di Pondok Modern Gontor, begitu pula dengan tamu-tamu yang silih-berganti terus mengunjungi PMDG. Kali ini, bapak Difi Ahmad Johansyah, selaku pimpinan BI Jawa Timur beserta rombongan yang berkesempatan mendatangi kampung damai ini.

Pimpinan BI Jawa Timur
Pimpinan BI Jawa Timur

Silaturahim ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 09.30 pagi, juga pada silaturahim ini pimpinan PMDG banyak bercerita tentang disiplin, kegiatan, dan administrasi yang diterapkan di PMDG, dalam hal ini pun beliau menjelaskan secara singkat bagaimana sejarah berdirinya PMDG dan kampus-kampus lainnya di seluruh Indonesia.

Seperti diketahui, maksud kedatangan beliau-beliau untuk bersilaturahim dengan Pimpinan PMDG sekaligus melihat aktivitas para santri, kegiatan belajar mengajar dan untuk mengetahui bagaimana sistem pendidikan di PMDG.

Maka dengan adanya kunjungan ini, pimpinan BI beserta rombongan dapat melihat, mengambil, dan berusaha memahami sistem dan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan di Pondok Modern Gontor.Muis

Tasyakuran Atas Selesainya Ibadah Kurban 1438 H

0

DARUSSALAM – Senin malam (3/9), panitia kurban Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mengadakan tasyakuran bersama atas selesainya rangkaian ibadah kurban, sekaligus laporan ketua panitia tentang berjalannya kepanitiaan kurban pada tahun ini. Acara yang diselenggarakan di aula Wisma Darussalam ini dihadiri oleh seluruh panitia, baik dari bapak guru, maupun siswa kelas 5 dan 6 KMI. Selain itu, bapak Pimpinan PMDG, K.H. Syamsul Hadi Abadan turut hadir serta menyampaikan pesan dan nasehat kepada para hadirin.

Selain untuk mendengarkan laporan dari ketua panitia, agenda yang tak kalah penting pada malam itu ialah makan bersama, sebagai salah satu wujud kesyukuran atas terselenggaranya ibadah kurban pada tahun ini dengan baik dan lancar. Beberapa santri yang bukan merupakan panitia pun diundang dalam acara ini, diantaranya; para ketua kelas, rayon, klub/kursus, mudabbir kelas 4, dll. Mereka rapi mengenakan baju khas santri Gontor, yakni baju warna putih polos dan celana hitam.

Antrian para santri untuk menikmati hidangan, tertip dan tidak saling berebut
Antrian para santri untuk menikmati hidangan, tertib dan tidak saling berebut

Acara dimulai pada pukul 19.30 WIB. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lalu dilanjutkan dengan laporan ketua panitia serta pesan dan nasehat pimpinan PMDG. Dalam pidatonya, K.H. Syamsul Hadi Abdan berpesan, bahwa ibadah kurban merupakan ajang bagi kita semua untuk belajar ikhlas. Ikhlas dalam mengerjakan segala sesuatu, dan rela berkorban hanya demi Allah subhanahu wa ta’ala. Acara ditutup dengan doa, dan dilanjutkan makan bersama. Terlihat para santri dan guru sangat menikmati hidangan yang telah disediakan oleh panitia, pastinya dengan masakan khas hari raya kurban.brada

Indah dan Bersih, Jati Diri Seorang Muslim

0

“Innallaha yuhibbu-t-tawwabiina wa yuhibbu-l-mutatohhiriin”. Begitulah ayat Quran yang dipetik oleh Al-Ustadz Umar Ardi Budi Laksana dalam sambutannya mewakili Bapak Wakil pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 2 dalam pembukaan Seminar Kebersihan bersama Al-Ustadzah Laula B. Wawa pada Rabu (6/9) di Serambi Gedung Damaskus. Menjadi bersih memang satu hal yang harus mendasari jiwa umat muslim di dunia. DSC_9963Bersih berarti bersih secara rohani dan jasmani.

“Sebagai muslim khususnya wanita, kita harus menjaga kebersihan. Baik kebersihan diri, juga kebersihan sekitar” ujar Al-Ustadzah Laula B. Wawa selaku pembicara. Ustadzah asal Bandung ini menuturkan betapa pentingnya menjaga kebersihan. Acara yang diwajibkan untuk kelas 1, kelas 1 Intensif, serta kelas 2 ini diharapkan dapat meningkatkan kepekaan santriwati dalam menjaga kebersihan.

Kebersihan memang salah satu unsur yang penting dalam kehidupan. Gontor sendiri telah mengajarkan kita beramal dengan kebersihan. Senada dengan 2 Motto Pondok yang pertama—Berbudi Tinggi dan Berbadan Sehat. Berbudi Tinggi, berarti bersih secara rohani, baik jiwa, mental, maupun spiritual. Sedangkan Berbadan Sehat berarti bersih dan sehat secara jasmaninya.

Bersih berarti indah, dan keindahanlah yang disukai oleh Allah. Karena Allah indah dan menyukai keindahan. Innallaha jamil wa yuhibbu-l-jamal. 

Noorajavi

ORIENTASI STAF, MELATIH SANTRIWATI BERORGANISASI

0

Mantingan – Penutupan orientasi staf OPPM yang dimulai pada pukul 16.00 WIB di pendopo Gontor Putri Kampus 2 diikuti oleh seluruh calon staf, penanggung jawab staf OPPM setiap bagian serta Ustadzah selaku pembimbing OPPM. Orientasi ini resmi ditutup oleh Al-Ustadz Muhammad Yusuf Setiawan S.Th.I. (Rabu, 6/9)

Pembekalan Oleh Al-Ustadzah Kepada Staf
Pembekalan Oleh Al-Ustadzah Kepada Staf

Orientasi staf OPPM dilaksanakan sejak Senin(4/9) bertujuan untuk mengajarkan kepada para staf bagaimana cara berorganisasi di bagian OPPM. Selain itu, mereka juga diajarkan bagaimana bermuamalah dengan kakak kelas, adik kelas juga teman-teman sebayanya. Dan masih banyak lagi pelajaran yang dapat didapat oleh seluruh peserta orientasi, karena apa yang kita lihat,apa yang kita dengar dan apa yang kita lakukan di Gontor merupakan pendidikan.

Penutupan Orientasi Staf OPPM dan KOORDINATOR
Penutupan Orientasi Staf OPPM dan Kordianator

“Adanya staf OPPM di pondok ini menjadi medan latihan pendidikan mental, karena pondok ini adalah miniatur kehidupan bermasyarakat yang akan menjadi bekal di masyarakat.” tutur Al-Ustdz Muhammad Yusuf Setiawan S.Th.I.
“I can find my dream here, I can make my dream come true, even some time I feel tired, but I always feel happy. Life is like a camera, camera is our life” kesan Ghina Zahirah Subagio (3IntB) salah satu staf fotografi tahun ini.
Adapun rekapitulasi orientasi staf OPPM pada tahun ini, staff tersemangat diberikan kepada anggota Jumiatul Khotibah(JMK), staff terkompak oleh anggota KORSADA, serta staf terkreatif dipegang oleh staf Nisaiyyah. Sedangkan peserta tersemangat orientasi Koordinator Gerakan Pramuka diberikan kepada Zakiah Ainun(4C), Afni Zulfa Nihaya(3IntB), Nabila Orchidea(3B), Mazidan Najwa(2C) dan Windi Zesilva(3B).
Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesemangatan santriwati dalam menyelami dalamnya samudra ilmu dan kelak dapat mengaplikasikan ilmu yang ia dapat di masyarakat. Khoir

Training Psikolog,”Organisasi Sebagai Sarana Utama Dalam Mendidik.”

0

Mantingan – Gontor Putri Kampus 1 sukses menyelenggarakan Training Psikolog. Acara tersebut berlangsung selama 3 hari (2-4/9/2017). Pembukaan dihadiri langsung oleh K.H Ahmad Suharto, beliau juga merangkap sebagai pemateri di hari pertama. Training Psikolog kali ini menjelaskan tentang keorganisasian sebagai sarana utama dalam mendidik. Acara ini tidak lain adalah untuk meningkatkan kualitas dalam berorganisasi.

Setiap orang harus punya tujuan, cita-cita, dan target yang jelas dalam hidup, seperti yang beliau jelaskan,”masing-masing kita di pondok ini atau siapapun orang yang hidup harus mempunyai tujuan, kalau hidup tanpa tujuan, ibarat orang yang berjalan tidak tau harus ke arah mana. Bingung. Tidak tau apa yang akan dikerjakan dan tidak memiliki target. Tidak tau skala prioritas. Setiap pribadi dalam hidup harus mempunyai cita-cita dan target, itulah yang membuat hidup menjadi optimis” jelas ustad Suharto. Sehingga organisasi akan menjadi wadah dan sarana untuk memperjuangkan dan merealisasikan cita-cita bersama. Dengan berorganisasi, hidup lebih tertib, lebih nyaman, ibadah lebih khusyuk, dan belajar lebih produktif.

Gontor sebagai tempat untuk berjuang memajukan bangsa dan umat melalui pendidikan. Hidup adalah sebuah prinsip keyakinan dan perjuangan yang harus diyakini dan diperjuangkan(إن الحياة عقيدة وجهاد). Organisasi harus punya tujuan yang jelas yaitu fisabilillah. Dalam berorganisasi harus ada kesolidan, kepaduan, dan kekuatan. Dibutuhkan juga sistem yang hebat, aturan, dan program kerja.  Organisasi juga punya kewenangan dan kewajiban.

Diantara tujuan organisasi adalah mempertinggi budi pekerti, mental, kecerdasan, dan kecakapan anggota. Jadi yang terpenting adalah pondok mendidik pembentukan mentalitas kepribadian dan karakter atau yang sering disebut character building. Gontor adalah lembaga pembentukan dan pendidikan karakter. Tujuan lain organisasi adalah untuk tercapainya keseimbangan, keselarasan, dan kesempurnaan jasmani dan rohani. Semuanya berperan sebagai sarana untuk menanamkan panca jiwa dan nilai nilai perjuangan pondok.

PePenutupan Trainig Psikolog Gontor Putri Kampus 1serta training psikolog diantaranya adalah seluruh siswi kelas 5 sebagai pengurus rayon, dan sebagian siswi kelas 6 bagian persidangan (keamanan, bahasa, ta’lim, ta’mir, olahraga, dan ankulat), dimaksudkan agar para pengurus rayon, OPPM, maupun koordinator diharapkan dapat berinteraksi baik dengan anggotanya. Dapat memahamkan kepada anggota akan pentingnya disiplin, bahwa disiplin merupakan syarat  untuk suatu kemajuan. Kembali kepada fungsi persidangan adalah untuk mengingatkan, maka persidangan harus bisa menjadi sarana untuk pendidikan bukan hanya sarana untuk menghukum. Selain itu, diadakannya training psikolog agar para pengurus faham watak karakter tiap kelas 1 sampai kelas 6 dan agar bisa mendidik sesuai dengan taraf perkembangan kejiwaan.Salsabila

Proyek Auditorium Gontor Putri 5 Terus Berkembang

0

Auditorium merupakan salah satu sarana dan fasilitas pondok bagi santriwan dan santriwati yang digunakan untuk setiap perkumpulan. Kali ini, proyek pembangunan auditorium di Gontor Putri 5 sudah dimulai sejak tanggal 19 November 2016 lalu. Jadi, sudah hampir 1 tahun proyek pembangunan ini dilaksanakan. Dan tentu dapat selalu terlihat perkembangannya.

Proyek Pembangunan Auditorium GP 5 Tampak dari Belakang
Proyek Pembangunan Auditorium GP 5 Tampak dari Belakang

Auditorium yang sedang dibangun ini dibagi menjadi 2 bagian, yakni lantai 1 dan lantai 2. Lantai 1 nantinya akan digunakan untuk kamar pengurus OPPM dan Koordinator Gerakan Pramuka, sedangkan lantai 2 akan digunakan sebagai tempat perkumpulan seluruh santriwati di setiap acara.

Seluruh santriwati beserta guru-guru Gontor Putri 5 selalu bersyukur kepada Allah SWT atas izin dan rahmat yang diberikan kepada pondok khususnya dalam kelancaran pembangunan auditorium ini. Proyek ini diamanahkan kepada Al-Ustadz Heri Achmadi, S.Th.I beserta seluruh staf bagian pembangunan, dan dengan dibantu oleh 96 pekerja bangunan.

Dengan mengusung konsep bangunan yang bermenara nantinya, auditorium ini tidak meninggalkan nilai kesederhanaan yang diajarkan pondok. Yaitu kesederhanaan yang artinya sesuai kebutuhan, tidak bermaksud untuk bermegah-megahan, dengan tetap menyenangkan hati seluruh warga Gontor Putri 5 yang akan selalu siap menjaga keutuhan bangunan tersebut.

Semoga segala apapun yang telah dihajatkan dalam pembangunan auditorium ini, selalu dikabulkan oleh-Nya dan mendapatkan rahmat dari-Nya. Amiin. dataGP5

International Study Academic of Education Faculty

0

2cpyUNIDA PUTRIFakultas tarbiyah sebagai bagian dari institusi pendidikan di Universitas Darussalam Gontor mengemban peran penting dalam mendidik calon guru yang kompeten dalam menjalankan profesinya. Kompetensi utuh sosok guru yang termuat pada standar kompetensi guru terdapat rumpun kompetensi yang harus dimiliki lulusan, yaitu penguasaan materi.
Kompetensi-kompetensi yang tercakup dalam rumpun ini hanya dapat dibentuk dalam diri mahasiswa melalui perpaduan yang dinamis antara kurikulum akademik dan kegiatan penunjang akademik. Diantara kegiatan penunjang akademik tersebut adalah program pembekalan mahasiswa dengan Studi Pengayaan Lapangan (SPL). Yaitu studi kependidikan disekolah ataupun perguruan tinggi dalam dan luar negri untuk memberikan pengalaman yang otentik tentang lembaga pendidikan. Pengalaman akademik, administrasi, dan lingkungan suatu lembaga pendidikan yang diperlukan oleh mahasiswa ketika terjun kedalam pendidikan setelah menyelesaikan studi. Program SPL ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler dalam kurikulum Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor.3cpy
“Jadilah anak-anak masa depan yang berfikir segala sesuatu untuk masa depan, jangan jadi orang-orang Pragmatis yang hanya menikmati perjalanan, Gontor itu terbuka dan Dinamis. Maka harus punya percaya diri dan niat yang benar” begitulah diantara beberapa pesan yang disampaikan oleh Al-Ustadz K.H, Ahmad Suharto, M.A pada acara pelepasan Studi Pengayaan Lapangan (SPL).
Kegiatan ini berlangsung selama 7 hari yang bertempat di dua negara yaitu, Malaysia dan Singapura. Kegiatan SPL ini diikuti oleh 21 Mahasisiwi dari Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan 31 Mahasisiwi dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dibimbing oleh 2 orang dosen yaitu, Al-Ustad K.H, Heru Saiful Anwar, M.A dan Al-Ustadzah Ifa Rodhifah, M.Pd.
Beberapa tempat yang menjadi kunjungan selama kegiatan ini berlangsung yaitu, International Islamic University Malaysia (IIUM), University Sains Islam Malaysia (USIM), Perdana Leadership Foundation of Malaysia, University Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Masjid Besi dan Masjid Putra Jaya, dan beberapa tempat lainnya. Dan pada kesempatan ini para peserta juga mengikuti kegiatan Seminar Internasional bersama Al-Ustadz Hidayat Nur Wahid dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang bertempat di Masjid Asyakiriin Malaysia. Auzya Aldini