Home Blog Page 371

PM. Gontor Kirim Utusan Ikuti Bimbingan Teknologi Multimedia di Bandung

0

P_20170714_104853

 

 

 

 

 

BANDUNG–Pada hari Rabu–Jum’at, (12–15/7) lalu, Pondok Modern Darussalam Gontor (PM. Gontor) utus seorang guru Kulliyatu al-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI), Masau Dito untuk ikuti acara Bimbingan Teknologi (Bimtek) Multimedia bagi Remaja Masjid-masjid Bersejarah di Indonesia di Hotel Holiday Inn Bandung. Kegiatan Bimtek ini berupa seminar seputar tentang multimedia, creative writing, graphic design, fotografi, videografi, pembuatan media sosial serta pemanfaatannya dalam dakwah dan promosi kegiatan masjid serta dilanjutkan dengan praktik setiap seusai seminar-seminar tersebut.

Bimtek ini diikuti oleh 43 orang peserta dan diadakan karena makin maraknya perang media saat ini, dan juga agar informasi penting tentang masjid-masjid bersejarah tidak punah. Sehingga dapat diketahui oleh banyak orang, bukan hanya pribumi daerah tersebut, namun seluruh penduduk Indonesia bahkan dunia.

Acara ini dapat diselenggarakan berkat kerjasama dari Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) serta Masjid Salman Institut Teknologi Bandung. Dan bertujuan untuk membangun peradaban bangsa dengan membangkitkan minat para remaja masjid dalam multimedia agar bisa menjadi pionir dalam menghadapi perang media yang terjadi pada era digital ini. Harapan ke depannya, para remaja masjid yang mengikuti acara ini dapat berdakwah dengan skala yang lebih luas, yakni bukan hanya di masjid dan majlis ta’lim, tetapi juga di beberapa media sosial, dikarenakan akan tersebar lebih luas jika berdakwah via medsos. Dan juga dapat mengemas informasi bersejarah tentang masjidnya dan megomunikasikannya kemasyarakat luas. ikami86

Parade Lintas Budaya Buktikan Keberagaman Santri Gontor

0

KAMPUS 2 – “…di Gontor tidak hanya ada empat pilar negara tapi ada lebih bahkan puluhan pilar negara dan kebangsaaan berada diGontor…” ungkap KH Hasan Abdullah Sahal.

Tari Kecak, salah satu penampilan santri asal Bali. Tidak hanya belajar agama, Gontor pun mengajarkan persatuan diantara keberagaman. Ini bisa dilihat dari santri Gontor yang berasal dari berbagai pelosok nusantara hingga mancanegara. Membuktikan bahwasanya Gontor adalah bentuk mini dari Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam upaya pengenalan untuk santri baru, rentetan Pekan Perkenalan Khutbatu  l-Arsy kembali disibukan dengan berbagai acara. Kali ini Demonstrasi Bahasa dan Parade Lintas Budaya yang berlangsung pada hari Ahad (15/7) dan Senin (17/7) menjadi agenda yang disaksikan  santri Gontor kampus dua, terkhusus untuk santri baru.

Dimaksudkan agar para santri baru mengetahui betapa ragamnya budaya dan bahasa tiap daerah dan negara asal semua santri. Disana ada Tari Jaranan dari daerah Kediri, juga Topeng Kelana dari Cirebon, Ludruk Surabaya, Tari Papua dan masih banyak lainnya. Bahkan santri asal  Thailand  tidak mau kalah dengan menampilkan budaya bela diri MuangThai serta Malaysia dengan Hikayat Melayunya.

Tak hanya budaya mereka semua juga mendemonstrasikan bahasa daerah beserta logat yang melekat erat pada lidah mereka. Orang Cilacap dan Tegal dengan bahasa Jawa Ngapaknya, Jakarta dengan bahasa Betawi nya, Makassar dengan bahasa Bugisnya, Thailand dan Malaysia dengan bahasa Thai dan Melayunya dan lain sebagainya.

Seakan-akan semua santri berlomba-lomba menampilkan budaya dan bahasa khas asal daerah mereka masing-masing. Meski begitu,  Gontor tetap melarang terbentuknya komunitas antar daerah melainkan hanya sebatas wajarnya saja, seperti  perkumpulan Konsulat bulanan. Agar semua santri tidak hanya berinteraksi dengan daerah asalnya saja melainkan dengan santri yang bersal dari daerah lainnya. EmhaDit

Kiai Hasan Abdulllah Sahal Resmikan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Bayyan Sukoharjo

0

SUKOHARJO“Al-ma’hadu la yanaamu abadan, kulla yaumin hua fii Sya’nin”. Disela-sela padatnya rentetan kegiatan Pondok Modern Darussalam Gontor (Pm. Gontor) pada bulan syawwal, Ahad pagi (15/7), Kiai Hasan Abdullah Sahal menghadiri acara peresmian Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Bayyan di Sukoharjo. Al-Ustadz Kholiq Hasyim, Lc selaku pendiri pondok juga alumni PM. Gontor sangat bersyukur dan berterima kasih kepada kiai Hasan yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir pada acara peresmian pondok tahfidz ini.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan dibuka dengan sambutan dari Al-Ustadz Kholiq Hasyim, Lc. kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Kiai Hasan Abdullah Sahal. Pada tausiyahnya beliau banyak menyampaikan tentang Kemuliaan Al-Qur’an dan keistimewaan bagi para penghafalnya juga bagaimana seharusnya orang tua mendidik anaknya supaya menjadi anak yang sholeh dan berkhlak mulia. Beliau berkata, “Yang pertama harus diajarkan orang tua kepada anaknya adalah Al-Qur’an, karena itu akan mengajarkan dirinya bagaimana birru al-walidayni, birru al-‘ulama, birru al-Qur’an, dan birrru-birru lainnya.”

“Pondok Tahfidzul Qur’an ini didirikan dengan harapan dapat mencetak generasi Qu’rani yang akan mencerdaskan bangsa di masa yang akan datang”, ujar Al-Ustadz Khaliq Hasyim, Lc. Acara yang dihadiri oleh warga sekitar pondok juga bapak Kemenag Sukoharjo ini berjalan dengan lancar hingga usai. rukh

 

Pekan Olahraga dan Seni Membuka Rentetan Pekan Perkenalan

0

KAMPUS 2 – Dalam rangka memeriahkan Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy tahun ini, telah terlaksana Upacara Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) 2017 di lapangan hijau PMDG Kampus 2, hari Jum’at pagi (14/07/2017).

Upacara pembukaan PORSENI tersebut dipimpin langsung oleh Bapak Pengasuh Al-Ustadz H. Muhammad Hudaya, Lc, M.Ag dan diikuti oleh seluruh bapak guru KMI serta seluruh santri Gontor Kampus 2.

Penampilan dari Perbeda dalam pembukaan Pekan Olahraga dan Seni
Penampilan dari Perbeda dalam pembukaan Pekan Olahraga dan Seni

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Pengasuh menyampaikan tentang pentingnya beraktifitas non stop selama 24 jam. Bukan hanya badannya saja yang beraktifitas, namun jiwa, hati dan akal pun ikut beraktifitas. Ini semua karena filsafat Pondok Modern mengajarkan kepada santri-santrinya untuk selalu bergerak mengerakkan, hidup menghidupi, dan berjuang memperjuangkan. Diakhir sambutan, beliau mengajak seluruh santri untuk mempersiapkan jiwa dan raga demi menyongsong masa depan yang berarti.

Secara simbolis kegiatan ini dibuka dengan menyalakan obor oleh Bapak Pengasuh dan diawali dengan perlombaan tarik tambang antara guru-guru KMI dan siswa akhir KMI Inspiring Generation didepan seluruh hadirin.

Kegiatan yang dipanitiai oleh kelas 5 ini, akan berjalan selama satu minggu penuh. Dimulai pada hari jum’at diperlombakan cabang isidentil,  hingga hari kamis mendatang. Melombakan 2 cabang utama, yaitu cabang olahraga dan kesenian. Kedua cabang perlombaan itu pun akan dibagi menjadi beberapa perlombaan yang telah ditentukan oleh panitia.bhiel

Hari Penantian: Yudisium Calon Pelajar 1438-1439 H

0

Mantingan- Pengumuman hasil ujian masuk KMI Gontor Putri telah berlangsung pada Hari Kamis (13/7).  Para wali santri turut serta menghadiri hasil pengumuman ini yang berlangsung pada pukul 08.00 – 11.00 WIB. Pengumuman diawali dengan pidato dari Al-Ustadz KH.Hasan Abdullah Sahal. Dalam pidatonya beliau berkata

“Di Gontor tidak ada sogok suap, tidak ada yang bisa dibeli dari segi pondoknya, pimpinannya, disiplinnya, identitasnya, serta kebebasannya pun tidak bisa dibeli meskipun miliyaran” Tegas Bapak Pimpinan dalam pidatonya. Inilah yang menjadikan Pondok Modern Gontor sangat Disiplin dalam segala hal maupun aspek-aspeknya.

Suasana pada saat itu berlangsung tertib, terlihat beberapa raut wajah yang mengharukan dari beberapa calon pelajar serta wali santri saat pengumuman berlangsung. Pengumuman ini adalah hari penantian beribu calon pelajar serta para wali dari berbagai daerah dan beberapa negara. Seperti Malaysia, Thailand, serta Netherland. Sejak dibukanya pendaftaran calon pelajar (29/06- 08/07) Para calon pelajar harus mengikuti pengarahan dari Bapak Pengasuh PMDG dilanjutkan dengan regristrasi, pendataan, cek kesehatan serta penempatan asrama. Tahap pendaftaran ini adalah syarat untuk mengikutin ujian lisan.Yudisium Capel

Para calon pelajar mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan bimbingan dari para siswi kelas 6 KMI setiap pagi dan siang hari, untuk mempersiapkan ujian tulis yang diselenggarakan pada Hari Minggu (9/7). Materi yang diujikan adalah Imla, Al-Quran, Berhitung dan Bahasa Indonesia. Adapun kegiatan yang dilakukan calon pelajar setelah berlangsungnya ujian tulis ialah Haflatu Wudiyyah atau sistem perpeloncoan untuk saling mengenali satu sama lain. Semua kegiatan ini berhujung pada hari pengumuman hasil ujian masuk KMI yang mana para calon pelajar ditempatkan diberbagai pondok cabang Gontor Putri.Selmd_Tata90

Dengan Hasil Rekapitulasi Calon Pelajar 1438 H/2017 M Sebagai berikut:

REKAPITULASI HASIL UJIAN MASUK KMI

BERDASARKAN SEKOLAH ASAL PESERTA UJIAN

TAHUN AJARAN : 1438/2017

KRITERIA SD SMP SMA JUMLAH
LULUS UJIAN 1191 776 2 1969
TIDAK LULUS UJIAN 354 101 0 455
PULANG 10 12 0 22
JUMLAH 1555 889 2 2446
REKAPITULASI NEGARA
LUAR NEGERI 13 10 0 23
DALAM NEGERI 1542 879 2 2423
Jumlah Peserta Ujian Masuk KMI Tahun Ajaran 1437/2016 : 2184
Jumlah Peserta Ujian Masuk KMI Tahun Ajaran 1438/2017 : 2424

Gontor Putri Terima 1.969 Santriwati Baru

0

Mantingan-Hari yang dinanti-nanti oleh 2.447 calon pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor Putri tiba. Kamis pagi (13/7), seluruh calon pelajar beserta beberapa walinya berkumpul di depan Aula Kulliyyatu-l-Banat, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 Mantingan, Ngawi untuk mengikuti acara seremonial pengumuman kelulusan Ujian Masuk KMI 1438/2017. Acara yang dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal beserta Direktur Kulliyyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI), K.H. Masyhudi Subari, M.A. ini dimulai pukul 07.30 WIB. Beberapa Ustadz dan Ustadzah dari setiap kampus turut mengikuti acara ini dengan seksama.Capel Putri

           Acara dibuka dengan bacaan Surat al-Fatihah, dilanjutkan pesan dan nasehat oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal. Dalam pidatonya, beliau berpesan bahwa apa yang beliau sampaikan lebih penting dari pengumuman kelulusan itu sendiri. Hasil kelulusan bisa saja diumumkan kapan saja dan dengan cara bagaimana saja, sesuai perkembangan zaman. Tetapi, pemahaman akan apa dan bagaimana Pondok Modern Darussalam Gontor itulah yang lebih utama untuk disampaikan secara langsung kepada anak-anak calon pelajar, sehingga mereka dan para orang tua yang ikut hadir dapat memahami Pondok dengan benar. Beliau juga menyampaikan bahwa PMDG tidak mengenal sogok dan suap. “Apa yang akan diumumkan, adalah sesuai dengan hasil ujian anak-anak bapak ibu sekalian, tidak dikurangi dan tidak dilebihkan,” tegas beliau.

           Setelah pesan dan nasehat Pimpinan PMDG, acara dilanjutkan dengan pembacaan hasil ujian dan penempatan santriwati baru oleh Direktur KMI, K.H. Masyhudi Subari, M.A dan dilanjutkan beberapa guru senior lainnya. Suasana menjadi haru dan menegangkan, para calon pelajar dan orang tua yang hadir tak kuasa menyembunyikan wajah gugup dan khawatir, menyimak nomor-nomor ujian yang dibacakan satu demi satu. Ada yang spontan menangis haru setelah nomor ujiannya disebutkan lulus di Gontor, ada pula yang menundukkan kepala, karena belum disebutkan nomor ujiannya.

K.H. Masyhudi Subari, M.A. Membacakan Hasil Ujian Masuk KMI
K.H. Masyhudi Subari, M.A. Membacakan Hasil Ujian Masuk KMI

            Pembacaan hasil kelulusan berakhir pukul 11.00 WIB. Sejumlah 1969 calon pelajar dinyatakan lulus ujian masuk KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Putri. Adapun yang belum mendapat kesempatan untuk menimba ilmu di Gontor Putri pada tahun ini ada 478 calon pelajar. Usai pengumuman, para calon pelajar melakukan sujud syukur bersama, wujud kesyukuran kepada Allah SWT. Selanjutnya, para calon pelajar yang telah dinyatakan lulus di kampus 2, 3, dan 5 diarahkan untuk mengemasi barang-barangnya, dan bersiap untuk berangkat ke kampus masing-masing, melanjutkan perjuangan menuntut ilmu untuk meninggikan kalimat Allah Subhanahu Wata’ala. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada Gontor dalam membina dan mendidik para santri dan santriwatinya, untuk menjadi generasi penerus yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas.Brada89

PEMBAGIAN KUOTA
PENERIMAAN CALON SANTRIWATI KMI 2017
PERIODE 2017/1438 H
KAMPUS SD SMP SMA JUMLAH
 PUTRI 1 MANTINGAN, NGAWI 429 307 2 738
 PUTRI 2 MANTINGAN, NGAWI 279 189 468
 PUTRI 3 WIDODAREN, NGAWI 317 206 523
 PUTRI 5 KANDANGAN, KEDIRI 160 180 240
TOTAL 1969

Ketua Konsulat Baru, Semangat Baru

0

Darussalam-Menginjak tahun ajaran baru, Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan pergantian beberapa pengurus Organisasi Santri, salah satunya adalah pengurus konsulat (perkumpulan santri per-daerah). Patah tumbuh hilang berganti, begitu motto yang selalu didengungkan. Selasa siang (11/7), seluruh santri berkumpul dengan konsulatnya untuk mengadakan pemilihan ketua konsulat yang baru. Kegiatan yang diselenggarakan di ruang-ruang kelas dan halaman kelas tersebut dihadiri oleh seluruh anggota dan pembimbing Konsulat.

Suasana Pemilihan: Para Anggota Konsulat Khidmat Mendengarkan Orasi dari Calon Ketua Konsulat
Suasana Pemilihan: Para Anggota Konsulat Khidmat Mendengarkan Orasi dari Calon Ketua Konsulat

Gontor memang selalu menanamkan jiwa kepemimpinan kepada santri-santrinya. Salah satu nilai yang harus melekat dalam diri santri adalah siap memimpin, dan siap dipimpin. Siapapun harus mau dan siap untuk dipilih menjadi pemimpin temannya sewaktu-waktu. Begitu pula sebaliknya, seorang santri yang pernah, bahkan sering memimpin, harus siap dipimpin oleh temannya yang lain dalam wadah atau organisasi lain. Tahun ini ada 38 Konsulat di Pondok Modern Darussalam Gontor, dari Sabang sampai Merauke, bahkan luar negeri. Inilah cara Gontor untuk mendidik. Mendidik kepemimpinan, kebersamaan, dan toleransi dalam berorganisasi. Harapannya, dengan terpilihnya ketua konsulat yang baru, semangat pengurus dan anggota konsulat untuk menggerakkan konsulatnya bisa lebih baik lagi.brada89

Awali Pekan Perkenalan, Gontor Adakan Porseni

0

GONTOR-Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PMDG kembali diadakan sebagai salah satu rutinitas tahunan dan kegiatan awal dari rentetan Pekan Perkenalan Khutbatul-‘Arsy. Acara tersebut berisikan kompetisi setiap cabang olahraga dan seni yang ada di Gontor.

Adapun Grand Opening acara tersebut diadakan pada Jum’at pagi (18/7), dibuka secara langsung oleh Al-Ustadz Sunarto, S.Ag serta dihadiri oleh semua santri dan guru PMDG. Hiburan berupa atraksi–atraksi menarik juga ditampilkan di sana, seperti Marching Band, Persada, Perbeda dan Tabloid Olahraga.

Kegiatan Porseni ini akan berlangsung selama 6 hari, bermula dari Jum’at (14/7) hingga Kamis (21/7). Terdapat banyak cabang lomba pada porseni ini, semua disiapkan sebaik mungkin demi hasil yang terbaik.

Kompetisi olahraga dan seni di Gontor diadakan bukan sekedar untuk meraih piala atau penghargaan, namun nilai-nilai kebaikan di dalamnya yang perlu diambil.  Pada zaman ini terkadang olahraga sudah banyak disalahgunakan, sehingga tidak sesuai dengan makna dan tujuan dari olahraga yang sebenarnya, dan kurang bermanfaat pula.

Bertemakan “Gontor Mencerdaskan Umat, Bersatu Membina Bangsa” Porseni ditujukan untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani para santri, memperkuat silaturrahim di antara mereka, membuka wawasan seluas-luasnya, sampai mendidik semua orang yang terlibat di dalamnya seperti pemain, wasit, bahkan penonton sekalipun. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan santri baru kegiatan-kegiatan yang ada di Gontor.sand88

Kiai Hasan: Bekal Masuk Gontor Adalah Menulis Arab dan Baca Al-Qur’an

0

GONTOR–“Gontor belum bisa menerima calon pelajar yang sama sekali belum bisa menulis Arab dan belum bisa membaca Al Qur’an, kenapa? Seperti anak bayi yang diberi kacang oleh orangtuanya”, ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam pidatonya ketika pengumuman kelulusan calon pelajar.
Kurikulum Gontor yang hampir semua mata pelajarannya berbahasa Arab, belum sepenuhnya bisa menerima santri yang belum tahu sama sekali tulisan Arab dan belum bisa membaca Al-Qur’an. Bukan berarti Gontor tidak mau mendidik dan mengajari anak tersebut, tetapi anak tersebut yang nantinya belum tentu bisa mengikuti pelajaran yang ada di Gontor dan akhirnya melanjutkan sekolahnya di lembaga lain.
Sistem di Gontor berbeda dengan sistem di lembaga pendidikan lain, di mana tidak ada sogok-menyogok, tidak ada ujian susulan dan lain sebagainya, semua berjalan melalui proses dan disiplin yang telah ditentukan. Jika ada kemauan pasti ada jalan. Satu langkah pertama menentukan seribu langah selanjutnya.
Maka diharuskan bagi kerabat, anak, cucu, dan teman anda yang ingin menimba ilmu di Gontor untuk berbekal dengan beberapa pengetahuan dasar sebelum mendaftarkan diri ke pondok, yaitu menulis Arab dan membaca Al-Qur’an. muis

Pembagian kelas santri baru dilaksanakan di Balai Pertemuan Pondok Modern

0

 

Darussalam-Usai pengumuman kelulusan, Ahad (09/7/2017) pagi, seluruh siswa kelas 1 dan 1 Intensif Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) mengikuti acara pembagian kelas di Balai Pertemuan Pondok Modern. Acara tersebut dilaksanakan dalam dua gelombang, gelombang pertama bagi siswa kelas 1 KMI dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB, gelombang kedua diperuntukkan siswa kelas 1 Intensif yang dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB. Kelas 1 tahun ini berjumlah 16 kelas, mulai dari 1B hingga 1Q. Sedangkan kelas 1 Intensive berjumlah 10 kelas, mulai dari 1 Int B sampai 1 Int K

Pembagian kelas santri baru dilaksanakan di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), dengan dihadiri Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dan Direktur KMI beserta para dewan guru. “Kalian semua adalah kelas 1, mulai dari kelas 1B sampai kelas 1Q, yang membedakan kalian adalah kesungguhan kalian dalam belajar,” tutur K.H. Masyhudi Subari, M.A., Direktur KMI.

Usai pemanggilan, para siswa mendengarkan nasehat dari Pimpinan PMDG dan Direktur KMI yang dilanjutkan dengan pembagian jadwal pelajaran di Masjid Jami’.Ahs

 

 

Pembagian kelas 1 dan 1 Int