Home Blog Page 416

LPJ PBS Menanamkan Sikap Tanggungjawab

0

DARUSSALAM – Program demi program dalam Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terus berjalan, tanpa mengesampingkan nilai-nilai dan sunah-sunah pondok yang sudah berjalan. Dengan berakhirnya bulan Syawwal, maka selesailah tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh Panitia Bulan Syawwal (PBS) selaku pelaksana program. Oleh sebab itu, pada Senin (25/7) dilaksanakan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) PBS dari tiap-tiap bagian yang sebelumnya diawali dengan pembacaan hasil Musyawarah Kerja (Muker) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) pada Ahad (24/7).

Diawali dengan pesan dan nasehat oleh Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan seluruh hasil Musyawarah Kerja dari tiap-tiap bagian secara berurutan; dimulai dari penambahan redaksi hingga penghapusan ayat tertentu. Diharapkan dengan adanya acara ini, warga PMDG mampu mengerti dan memahami semua program kerja dan hasil usaha yang ada, sehingga terwujudlan kerja sama yang baik dan harmonis.

Dengan berakhirnya kepengurusan PBS, tugas dan tanggung jawab program-program tersebut akan kembali kepada OPPM. Untuk meningkatkan kinerja pengurus OPPM setelah kepengurusan PBS, diadakanlah reformasi pengurus OPPM, termasuk pengurus Koordinator Gerakan Pramuka beberapa hari kemudian. irba

PORSENI Awali Rentetan Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy

0

Kampus 2 – Bergerak dan menggerakkan, merupakan salah satu filsafat hidup Gontor yang akan selalu tertanam dalam diri para penghuni kampung damai. Bukan hanya sekedar bergerak, tetapi pergerakan yang sungguh-sungguh,visionir dan beridealisme tinggi sehingga menciptakan kegiatan yang sarat dengan nilai pendidikan.

Pembukaan PORSENI oleh Bapak Pengasuh
Pembukaan PORSENI oleh Bapak Pengasuh

Seperti acara Pembukaan PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) yang terselanggara pada hari Jum’at pagi (22/07)dilapangan hijau PMDG Kampus 2. Dengan waktu persiapan acara yang sempit namun tetap menghasilkan acara yang memuaskan, seperti yang disampaikan oleh Bapak Pengasuh dalam pidatonya “ meskipun dengan waktu yang hanya seminggu, tetapi tidak kalah dengan tahun kemarin yang persiapanya lebih panjang. Dari pemimpin upacara, pleton, dan pengibaran bendera semuanya memuaskan”.

Pekan Olahraga dan Seni ini akan berjalan selama satu minggu kedepan, yang akan diisi dengan lomba-lomba keolahragaan dan lomba dibidang kesenian.

Pengikut dari lomba-lomba tersebut adalah anggota rayon shigor maupun kibar dan beberapa dari asisten bagian tertentu yang telah dipilih terlebih dahulu.

Salah satu tujuan dari penyelenggaran PORSENI ini adalah menciptakan seorang santri yang sehat jasmani, rohani dan sehat akal fikiran juga. Karena akal yang sehat akan datang dari jasmani yang sehat pula.

Bapak Pengasuh buka Tahun Ajaran Baru 1437 H

0

KAMPUS 2 – Hari ini, sabtu (16/07) bumi Gontor kembali dipenuhi oleh langkah para mujahidin penuntut ilmu yang siap bergerak dan menggerakkan, berjuang dan memperjuangkan, hidup dan menghidupi.

Tepat pukul 06.30 WIB, seluruh santri dan dewan guru berkumpul dilapangan sintesa PMDG Kampus 2 guna mendengarkan pidato Bapak Pengasuh Al-Ustadz H. Muhammad Hudaya, Lc. M.Ag dalam Upacara Pembukaan Tahun Ajaran Baru 1437 H. Acara ini wajib diikuti oleh seluruh penghuni Pondok Modern karena selain upacara pembukaan, ini juga merupakan pengabsenan wajib bagi kedatangan seluruh santri dan bapak guru setelah mereka melaksanakan liburan akhir tahun.

Pemukulan lonceng oleh Bapak Wakil Direktur
Pemukulan lonceng tanda Pembukaan Tahun Ajaran Baru oleh Bapak Wakil Direktur

Dalam pidatonya, Bapak Pengasuh banyak menyampaikan tentang nilai-nilai Pondok Modern Darussalam Gontor beserta filsafat-filsafatnya serta arah pendidikan yang harus diketahui dan dipahami oleh seluruh penghuninya agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap pondok. “Untuk itulah kita selalu diingatkan saat dikampus Gontor, Ke Gontor Apa Yang Kau Cari? kita cari ilmu dan pendidikan; ilmu pelajaran dan ilmu kehidupan; pendidikan totalitas kehidupan bukan hanya pendidikan keilmuan,” tambah Beliau.

Diakhir pidatonya beliau menyampaikan motto yang akan digunakan selama satu tahun mendatang, yaitu “Wujudkan Gerakan Dinamis Idealis dengan Spirit Gontory menuju Shighoh Gontoriyah Membangun Peradaban Dunia”.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, diakhir upacara diadakan gerakan bersedekah one day one thousand yang diperuntukan santri, guru dan wali murid.

Calon Pelajar Gontor Tahun ini Berjumlah 2579 orang

0

GONTOR–Setelah membuka pendaftaran selama lebih dari dua pekan, jumlah pendaftar calon pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor tahun ini, mencapai jumlah 2579 orang. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 2128 orang.

Jumat (25/7) malam, saat pendaftaran ditutup pukul 00.00 WIB, jumlah pendaftar sudah mencapai sebanyak itu. Hal ini tentunya membuat panitia lebih ekstra bekerja, mengingat hari ini, Sabtu (16/7) pagi, seluruh calon pelajar tersebut akan mengikuti ujian tulis serentak.

Selain itu, di saat bersamaan, seluruh santri lama Gontor juga berdatangan usai berlibur selama hampir dua bulan di rumah masing-masing. Karena datang bersamaan, mengakibatkan kepadatan di sekitaran kampus dalam dua hari terakhir.binhadjid

Kapolri Drs. Badrodin Haiti Hadiri Haflatul Wada’ Siswa Akhir KMI 2016

0

GONTOR – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti, Rabu (15/6) lalu, turut menghadiri Haflatul Wada’ Siswa Akhir KMI 2016 yang digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern Gontor Ponorogo. Acara yang dimulai pukul 21.00 WIB ini diikuti oleh 1500 orang Siswa Akhir KMI dan ratusan wali santri yang datang dari berbagai daerah.

Sejatinya, Kapolri direncanakan untuk hadir dalam Buka Puasa Bersama Pimpinan Pondok Gontor dengan Masyarakat Ponorogo pada sore harinya. Namun karena ada inspeksi bersama Presiden, maka Kapolri mengutus Kapolda Jawa Timur untuk hadir terlebih dahulu dalam acara Buka Puasa Bersama tersebut.

Dalam acara tersebut, Kapolri menyampaikan banyak hal terkait kondisi pendidikan remaja dewasa ini. Beliau juga menyinggung peran pesantren yang begitu besar untuk membentuk karakter bangsa. Selain itu, di akhir sambutan, Kapolri memberikan nasihat kepada segenap Siswa Akhir KMI, agar berjuang demi kemajuan bangsa saat berada di luar nanti.

Turut hadir dalam acara tersebut Kapolda Jawa Timur, Kapolda Jawa Tengah, Kapolres Ponorogo, dan Pimpinan Pondok beserta beberapa Anggota Badan Wakaf.

Karena agenda yang padat, Kapolri beserta rombongan meninggalkan tempat acara pada pukul 23.00 WIB. Acara Haflatul Wada’ sendiri berakhir pada pukul 02.00 WIB.binhadjid

Temui Grand Syaikh Al-Azhar, Kiai Hasan Pastikan 50 Beasiswa Tahunan untuk Gontor

0

Grand Syaikh 2KAIRO–Pada Kamis, 30 Juni 2016 lalu, rombongan umrah bersama K.H. Hasan Abdullah Sahal melanjutkan perjalanan ke Kairo, Mesir. Kali ini, rombongan akan menemui Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad El-Thayib. Pertemuan ini bertujuan untuk menindaklanjuti 50 beasiswa yang diberikan oleh Grand Syaikh kepada Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), saat kunjungannya pada Bulan Februari silam.

Dalam kunjungan ini, Pimpinan Gontor didampingi oleh Plt. Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo Lauthania, Rektor UNIDA Gontor, K.H. Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., Dr. K.H. Hidayatullah Zarkasyi, Direktur KMI, K.H. Masyhudi Sobari, M.A., Wakil Rektor UNIDA Gontor, Dr. Dihyatun Masqon, M.A., Ketua Umum PP IKPM, Ust. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, Pimpinan Majalah Gontor, Ust. Akrimul Hakim, Wakil Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Ust. Anizar Masyhadi, Staf KBRI, Subhan Jaelani, Cecep Taufiqurrahman, Muhlason dan Ketua IKPM Cairo.

Pada kesempatan ini, Grand Syaikh menegaskan kepada Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor beserta rombongan bahwa:

  1. Kunjungan Grand Syaikh beserta rombongan ke Indonesia pada bulan Februari 2016 yang lalu adalah kunjungan bersejarah.
  2. Saya akan selalu meningkatkan hubungan kerjasama dengan Gontor.
  3. Saya melihat Gontor adalah miniatur Al-Azhar yang berada di Indonesia.
  4. Saya tegaskan bahwa beasiswa yang saya berikan ke Gontor adalah hasil pengamatan saya kepada Gontor, dan Gontor berhak atas beasiswa tersebut. Ini adalah tanggungjawab kami dan untuk menjawab tantangan dan masa depan Indonesia.
  5. Kami akan mengirimkan tiket pesawat untuk mereka datang ke Mesir.
  6. Ajaran Al-Azhar adalah Islam yang moderat.
  7. Saat ini sedang dibangun asrama baru yang akan menampung 40 ribu mahasiswa asing, sponsor dari raja Saudi Salman bin Abdul Aziz.
  8. Saya meminta Gontor agar selalu berhubungan komunikasi intensif dengan Al-Azhar.
  9. Ke depan, mahasiswa-mahasiswa yang lulus di Al-Azhar akan ditambah masa studinya selama 2 bulan. Dalam kesempatan itu, akan kami berikan mereka materi tambahan secara intensif tentang apa yang terjadi dinegara dan masyarakatnya, sehingga ketika kembali, mereka lebih dari cukup untuk memberikan solusi-solusi pemikiran keagamaan di masyarakatnya.
  10. Tambahan materi tersebut juga untuk menjamin bahwa pemikiran mereka bersih, sejalan dengan manhaj Al-Azhar yang moderat.
  11. Saya akan mengirimkan buku-buku untuk peningkatan pendidikan khususya bahasa Arab kepada Gontor.
  12. Bagi mahasiswa yang akan masuk ke Al-Azhar, kami akan adakan pelatihan atas biaya Al-Azhar.
  13. Silahkan mengirimkan guru-guru bahasa Arab bagi Gontor atau lainnya (IMLA’), untuk kami bina, tingkatkan dan intensifkan “fasohatul kalam”nya di Al Azhar.
  14. Pendidikan tersebut di Kairo sejatinya berbayar, akan tetapi Al-Azhar yang akan membiayainya.

Diahir pertemuan, kedua belah pihak saling memberikan cindera mata dan ditutup dengan sesi foto bersama. Dan Duta Besar Abdurrahman Musa menegaskan kembali kepada Pimpinan Gontor, bahwa tiket 50 orang beasiswa dari Gontor yang akan ke Mesir tersebut, menjadi tanggungjawab Al-Azhar dan akan dikirimkan melalui Kedutaan Besar Mesir di Jakarta. ikami86

September ini, Imam Sudais Nyatakan Hadir dalam Peringatan 90 Tahun Gontor

0

Sudais 2MAKKAH, SAUDI–Memenuhi undangan Raja Salman bin Abdul aziz Al-Saud, Raja ketujuh Negara Arab Saudi, K.H. Hasan Abdullah Sahal segera menyusun jadwal dan menentukan peserta umrah yang mendampingi beliau. Mereka adalah Hj. Siti Abidah Hasan Sahal (istri), Dr. K.H. Hidayatullah Zarkasyi, M.A. (Dekan Fakultas Humaniora UNIDA Gontor) sekalian, K.H. Masyhudi Sobari, M.A. (Direktur KMI) sekalian, H. Ismail Abdullah Budi Prasetya (Ketua PP-IKPM), Akrimul Hakim dan Anizar Masyhadi (Protokoler Gontor), serta Nazeeh bin Masyhudi (alumni Gontor di Madinah).

Kegiatan berlangsung selama sepuluh hari, mulai dari 23 Juni hingga 3 Juli 2016. Bukan hanya sekedar untuk umrah, melainkan beliau juga memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu dengan Imam dan Khatib Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman As-Sudais. Pertemuan tersebut dalam rangka penyerahan undangan kepada Syaikh Sudais untuk menghadiri acara Pelatihan Dakwah dan Imamah dalam rangkaian Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, yang rencananya akan digelar pada Bulan September mendatang.

Hari Selasa, 28 Juni 2016, setelah sekitar satu jam menunggu, akhirnya rombongan diterima oleh Imam Sudais pada pukul 18.40 waktu setempat di Kantor Utama. Dalam pertemuan yang berlangsung selama tujuh menit tersebut, Kiai Hasan dihadiahi parfum khusus Raja oleh Imam Sudais. Pasalnya, Imam Sudais merasa begitu senang karena Kiai keturunan Trimurti PMDG tersebut telah mengajarkan beberapa ilmu yang ada di buku milik Syaikh.

Pada akhir pertemuan, Imam Sudais menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam acara yang telah diprogramkan oleh Gontor pada Peringatan 90 Tahun, September mendatang. Hal ini tentunya dengan tetap melihat situasi dan kondisi, serta mengkaji ulang segala persiapan yang ada.

Selain Bapak Pimpinan PMDG, ada beberapa mufti, ulama, dan kepala organisasi Islam se-Dunia yang juga turut diundang oleh Penjaga Dua Masjid Suci untuk mengikuti program umrah tersebut. Termasuk di antaranya adalah tokoh nasional Menag Lukman Hakim Saifuddin, Ustadz Yusuf Manshur dan Prof. Imam Suprayogo.b.Dasasta

Syaikh Abdurrahman Sudais Janjikan Kehadirannya pada Peringatan 90 Tahun Gontor

0

Ustadz Hasan dan Syaikh SudaisMAKKAH–Selasa (28/6) sore, menjelang shalat Ashar, kedatangan rombongan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor disambut Ketua Takmir Haramain atau Imam Besar Masjidil Haram, Syaikh Dr. Abdurrahman Sudais, di kantornya. Kepada Pimpinan Pondok K.H. Hasan Abdullah Sahal, ia berjanji akan memenuhi undangan untuk hadir pada Peringatan 90 Tahun Gontor nanti.

Walaupun pertemuan kedua belah pihak tersebut berlangsung singkat, namun kehangatan suasananya begitu terasa. Bertemunya Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dengan Imam Besar Masjidil Haram yang terkenal itu itu tampak begitu akrab bagaikan perjumpaan dua orang sahabat karib yang telah lama terpisah.

Syaikh Dr. Abdurrahman Sudais mengaku bahwa dirinya menaruh perhatian besar terhadap Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia sangat senang mendapat undangan untuk mengisi salah satu rangkaian acara Peringatan 90 Tahun Gontor, yaitu Pelatihan Dai dan Imamah pada akhir Juli 2016 mendatang, atau menyesuaikan jadwal kegiatan Syaikh Sudais.

Syaikh SudaisKedatangan K.H. Hasan Abdullah Sahal ke Makkah untuk bertemu Syaikh Sudais ditemani Ustadz Yusuf Mansur. Salah seorang putra Ustadz Hasan yang kini sedang belajar di Universitas Islam Madinah, Jihaad Elbanna Qutuby, juga tampak mendampingi beliau.

Selain itu, salah satu alumni Gontor tahun 1980-an yang kini menjabat sebagai Kabid Haji KJRI Jeddah, Dimyati Basori, setia mengawal rombongan Pondok Modern Darussalam Gontor yang diikuti Ketua Umum PP-IKPM, Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, Pimpinan Umum Majalah Gontor, Ustadz Muhammad Akrimul Hakim, dan Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Tazakka, Ustadz Anizar Masyhadi.

Sebelum pulang, rombongan mendapatkan oleh-oleh dari Syaikh Sudais berupa buku dan minyak wangi Ka‘bah. Pertemuan singkat, namun penuh berkat. shah wa