Home Blog Page 530

Kegiatan Kepramukaan Resmi Ditutup, Gudep 15089-19 Raih Juara Umum

2
Suasana Upacara Penutupan Kegiatan Kepramukaan
Suasana Upacara Penutupan Kegiatan Kepramukaan

DARUSSALAM–Al Ma’hadu laa yanaamu abadan. Seiring dengan semakin dekatnya ujian awal tahun di Kulliyatu-l-Mu’allimin Al Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor, maka untuk meningkatkan suasana belajar yang efektif, ditutuplah seluruh kegiatan ekstrakulikuler termasuk kegiatan kepramukaan.

Tepat pada Kamis (28/11) siang di depan BPPM, para adika pramuka mengikuti ujian tulis yang diadakan oleh para pengurus Koordinator Gerakan Pramuka. Ujian tersebut diadakan untuk mengetahui sejauh mana keaktifan dan keseriusan para santri dalam mengikuti kegiatan mingguan ini.

Setelah selesainya ujian tersebut, para adika dan pembina pramuka mengikuti upacara penutupan yang diadakan di depan BPPM sekaligus pengumuman hasil kegiatan kepramukaan selama setengah tahun ini.

Setelah resmi ditutup, tibalah saatnya untuk pengumuman para pemenang dan para adika yang aktif dalam mengikuti kegiatan ini. Adapun gugus depan 15089-19 berhasil meraih predikat sebagai gugus depan yang teraktif dan terbaik sehingga berhak mendapatkan juara umum. Sedangkan untuk juara favorit, diraih oleh gugus depan 15089-13.

Selain penghargaan untuk gugus depan, para pengurus Koordinator Gerakan Pramuka juga memberikan apresiasi individu bagi para adika dan Pembina yang aktif dalam mengikuti kepramukaan. Untuk kategori pembina teladan tahun ini diraih oleh Novan Diari, Pembina dari gugus depan 15089-15. Sedangkan untuk Pasukan Khusus (Pasus) teladan diarih oleh Bimo Dwi Nur Romadhon Sukadi, dan adika teladan diraih oleh Ahmad Muchtar, keduanya dari santri kelas 3B.

Dengan diadakannya apresiasi seperti ini, diharapkan dapat menjadi motivasi dan penyemangat untuk para pramuka lainnya secara umum agar pada kegiatan di pertengahan tahun berikutnya dapat mengikuti kepramukaan dengan lebih aktif. Fei

4th ASEAN Jamboree Sebarkan Nilai-Nilai Kemanusiaan

0

4th ASEAN JamboreeDARUSSALAM – Kontingen 4th ASEAN Jamboree Pondok Modern Darussalam Gontor  tiba di Kampus Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada Ahad (8/12) dini hari pukul 01.30 WIB. Acara 4th ASEAN Jamboree yang berlangsung selama satu pekan, dimulai dari tanggal 27 November – 4 Desember 2013 dan bertempat di Vajiravudh Scout Camp, Sriracha, Chonbury, Thailand. Kontingen PMDG yang terdiri atas 20 orang peserta dan 3 orang ustadz pembimbing itu disambut oleh Pimpinan Pondok, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Syamsul Hadi Abdan di kantor pimpinan selepas Maghrib (8/12). “ acara kepanduan seperti ini punya tiga unsur,” ucap K.H. Hasan Abdullah Sahal setelah mendengarkan laporan dari ustadz Nur Ali Saputra, salah satu pembimbing kontingen PMDG 4th ASEAN Jamboree yang berasa dari Jakarta, “yang pertama, interaksi antara peserta. Kedua, mengenalkan karakteristik setiap kontingen dari tiap Negara. Dan ketiga, menghidupkan komunikasi antara peserta yang memiliki bahasa berbeda.” Kemudian beliau bertanya pada masing-masing peserta tentang pengalaman apa yang didapatkannya. Mayoritas mereka mendapatkan pengalaman mengenai cara berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda bahasa, mengenai nasionalisme Indonesia yang sungguh terasa ketika di luar negri, kemudian mengenai nilai-nilai kemanusiaan yang ada pada acara tersebut. “Jika acara perkemahan seperti ini tidak meninggalkan kesan rindu, maka acara itu gagal.” Papar K.H. Hasan Abdullah Sahal seusai mendengar jawaban dari tiap-tiap peserta. irba

K.H. Hasan Abdullah Sahal Resmikan Ponpes Modern El-Madani Lamongan

0
K.H. Hasan Abdullah Sahal meresmikan Ponpes Modern El-Madani, Ahad (1/12/13) lalu.
K.H. Hasan Abdullah Sahal meresmikan Ponpes Modern El-Madani, Ahad (1/12/13) lalu.

LAMONGAN – Di sela-sela kesibukan, K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menyempatkan diri untuk hadir dalam Peresmian Pondok Pesantren Modern El-Madani, Lamongan. Selain peresmian, acara yang dilaksanakan pada Ahad (1/12/2013) ini juga dirangkap dengan acara Silaturahim Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Lamongan serta Pengajian Umum oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Turut hadir dalam acara ini, K.H. Dawam Saleh, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Lamongan dan anggota Badan Wakaf PMDG, Al-Ustadz Ghufron Saleh, penasihat IKPM Lamongan, beberapa pejabat daerah dan kyai-kyai serta masyarakat sekitar Lamongan.

Dalam pengajiannya, K.H. Hasan Abdullah Sahal mengingatkan seluruh jajaran masyarakat untuk prihatin terhadap keadaan bangsa saat ini, terutama terhadap eksistensi pesantren. “Harus kita ingat, bahwasanya pesantren lebih dahulu ada sebelum berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB-red). Sehingga sangat tidak berhak jika PBB atau Unesco ingin mengatur Pesantren. Malah sebaliknya, pesantren yang seharusnya mengatur mereka, karena kita adalah mundzirul qoum,” tutur K.H. Hasan Abdullah Sahal, disambut dengan applause dari pada hadirin pada acara tersebut.binhadjid

Ujian Pelajaran Sore Pacu Semangat Belajar Santri

0
Suasana Ruang Ujian
Suasana Ruang Ujian

DARUSSALAM–Bi-l-limtihaani yukramu-l-mar’u au yuhaanu, baik atau tidaknya kapasitas seseorang dapat ditentukan dengan ujian. Setelah kurang lebih tiga bulan, siswa KMI dari kelas 1-5 Pondok Modern Darussalam Gontor mendalami pelajaran tambahan pada materi Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Al-Qur’an. Maka tibalah mereka untuk diuji, untuk mendapatkan gambaran, seberapa jauh kapasitas ilmu yang telah mereka serap.

Ujian pelajaran sore dilaksanakan selama satu minggu. Dimulai pada Jum’at (29/11) hingga Rabu (4/12). Untuk materi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris diujikan secara tahriri (tulis) di kelas-kelas yang telah ditentukan. Lain halnya dengan Al-Qur’an, materi ini diujikan secara syafahi (lisan). Tepatnya dilaksanakan pada hari Jum’at. Ujian Al-Qur’an secara syafahi dikhususkan bagi siswa KMI baru atau siswa KMI yang baru menjalankan tahun pertama mereka di Gontor dan siswa KMI kelas 5. Adapun ujian tulis, mulai dilaksanakan pada pukul 13.55 WIB sejak hari Sabtu hingga Rabu malam. Rentetan ujian ini melibatkan seluruh santri kelas enam dan beberapa asatidz, baik dalam mengawas ujian, menguji ujian lisan, membantu panitia ujian dan beberapa tugas pondok lainnya.

Dalam arahannya K.H. Hasan Abdullah Sahal berpesan, “Janganlah kalian hidup tanpa prestasi yang tidak bisa dibanggakan, meskipun bukan untuk dibanggakan. Jadilah manusia yang multi talenta, jadilah manusia yang bermanfaat. Bersainglah dengan wajar. Orang yang besaing dengan cara yang tidak wajar akan merugi dan merugikan, kecewa dan mengecewakan”.farouq

Catatan Ustadz Suharto: Wisata Peradaban ke Jepang (Bagian Akhir)

0
Hari-hari terakhir di Jepang
Hari-hari terakhir di Jepang

Sona Area, Taman Penanggulangan Bencana
Pada Selasa pagi, 29 Oktober 2013, kami berkunjung ke Sona Area, Taman Penanggulangan Bencana. Sebagai negara yang menjadi langganan bencana gempa serta tsunami, pemerintah Jepang, khususnya di Tokyo, terdorong untuk membuat Taman Penanggulangan Bencana. Lokasinya dipilih sangat strategis, karena mudah terjangkau oleh angkutan darat, laut, dan udara, disertai ruang rapat dengan fasilitas elektronik yang lengkap bagi para tenaga pemberi pertolongan, bahkan dilengkapi juga dengan rumah sakit, lapangan luas untuk pembuatan tenda darurat, landasan helikopter, dan lain-lain.

Faktanya, tempat ini bukan hanya digunakan saat terjadi bencana, tetapi menjadi wahana edukasi efektif bagi para pengunjung, terutama anak-anak yang harus diberi pengarahan bagaimana bertahan hidup dalam 72 jam bila terjadi bencana gempa besar. Pengunjung datang berbondong-bondong ke taman ini, yang sepertinya menjelma menjadi lokasi wisata populer baru, wisata penanggulangan bencana. Selain mendapat penjelasan, para pengunjung juga mendapat tantangan menjawab kuis sambil latihan menghadapi situasi gempa.

Ide cemerlangnya untuk memberikan langkah-langkah preventif, edukasi, dan sosialisasi, yang menguatkan daya tahan penduduk Tokyo bila sewaktu-waktu terjadi bencana, sangat patut diapresiasi. Mestinya, kita di Indonesia juga bisa mengambil pelajaran dari sini. Setiap tahun, di wilayah tertentu terjadi bencana banjir, ada juga bencana erupsi gunung merapi, akan sangat bagus kalau diadakan upaya-upaya edukasi dan sosialisasi penanggulangan bencana tersebut, agar korban tidak semakin banyak dan selalu siap menghadapi ancaman bencana alam.

SMA Tsubasa Tokyo
Menjelang sore, kami mengunjungi SMA Tsubasa Tokyo. Mendengar nama Tsubasa, yang tergambar di benar saya adalah kapten kesebelasan Jepang dalam kisah kartun mereka yang melegenda, kisah yang mampu menyihir jutaan anak-anak kecil Jepang bermimpi menjadi pemain sepakbola profesional. Tapi ternyata anggapan saya salah total. Tsubasa artinya sayap. Sekolah ini dinamakan Tsubasa karena pendirinya berharap anak didiknya akan mempunyai sayap untuk terbang mengapai cita-cita mereka.

Sekolah tingkat menengah ini dikenal sebagai SMA yang mengintegrasikan pelajaran umum dengan keahlian. Saat duduk di kelas 1, siswa-siswa mendapatkan pelajaran umum, namun ketika naik ke kelas 2 dan 3, mereka sudah diarahkan kepada keahlian khusus sesuai dengan bakat, minat, dan potensi anak didik. Dengan demikian, mereka sudah bisa mengetahui akan melanjutkan di universitas mana dengan fakultas dan jurusan apa nanti, sebagaimana mereka mempunyai gambaran jelas mengenai bidang pekerjaan apa yang akan mereka tekuni. Sedangkan di Indonesia terdapat SMA dan SMK. Yang pertama berorientasi ke pelajaran umum, anak-anaknya hanya dipersiapan ke perguruan tinggi dengan berbagai pilihan. Sedangkan SMK dikhususkan pada bidang tertentu yang mengarah ke dunia kerja. Namun belum ada sekolah berintegrasi seperti di Jepang ini.

SMP 7 Fukagawa, Etoku, Tokyo
Keesokan harinya, Rabu, 30 Oktober 2013, menjelang akhir muhibah kami ke Jepang, kami sempat berkunjung ke Fukagawa Seventh Junior High School. Selama kunjungan rombongan kami ke sekolah ini, kami mencatat bahwa pendidikan budi pekerti lewat penegakan aturan dan pembiasaan terasa sangat kuat. Anak-anak harus menyiapkan pelajaran sehari sebelum masuk sekolah, mereka harus datang tepat waktu, sudah duduk rapi di bangkunya sebelum guru datang, dan mereka harus memberi hormat kepada guru saat guru masuk kelas dan akan keluar.

Sekolah yang mengambil daun tocinaki sebagai simbol identitasnya ini bercita-cita agar anak didiknya kelak bisa seperti pohon tocinaki yang tumbuh tinggi menaungi lingkungannya. Maka, sekolah merumuskan tujuan pendidikannya: agar siswa bisa berpikir dengan baik, bisa berbaik hati dengan orang lain, sehat jasmani dan rohani, serta gembira dalam hidupnya. Realitanya memang banyak siswanya yang berprestasi, baik di bidang akademis maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Kami berkesempatan menyaksikan proses belajar mengajar untuk beberapa materi pelajaran: Sejarah, Bahasa Jepang, dan Matematika. Secara keseluruhan, kami dapat mencatat bahwa guru-gurunya sangat senior dan berpengalaman, cara mengajarnya interaktif dan memicu anak untuk berani berpikir kreatif serta solutif. Gurunya kaya improvisasi dalam metode mengajar seperti menyuruh anak berdiskusi dengan melingkar, memberi tugas, memutarkan video dokumenter, dan lain-lain. Selain manual, papan tulisnya juga dilengkapi dengan digital (LCD). Dengan demikian banyak data dan fakta secara visual bisa ditampilkan untuk memperkaya wawasan anak, di samping lebih menarik perhatian anak didik untuk menyimak pelajaran. Sedangkan sarana pendidikan, sebagaimana sekolah lainnya yang dibiayai pemerintah, cukup lengkap sesuai dengan standar pemerintah.

Daiya Seiki, Perusahaan Industri Otomotif
Menjelang sore, kami berkunjung ke sebuah perusahaan industri otomotif bernama Daiya Seiki di Tokyo. Pabrik ini tidak besar, hanya mempunyai 37 karyawan, yang diproduksi juga hanya sebuah komponen mesin mobil, namun benar-benar dikelola secara profesional, spesifik, detail, teliti, dan akurat. Mereka sangat bangga mampu melakukan hal yang tidak mampu dilakukan banyak orang. Keunggulan pabrik ini terletak pada keakurasian produk yang benar-benar bisa diandalkan, sangat teliti dalam hal-hal yang kecil, yang bahkan tidak bisa dilihat jelas dengan mata kepala, namun bisa terasa dengan diraba oleh tangan yang terlatih. Ketidakakuratan pekerjaan akan berpengaruh pada kelancaran kinerja dan keawetan mesin. Karena itu pabrik mobil Nissan menjadikan pabrik kecil ini sebagai mitra utama dan andalannya untuk memproduksi komponen khusus pada mesin mobil.

Kelebihan lain yang dimiliki perusahaaan ini adalah sistem manajemennya yang sangat humanistis. Para pekerja seperti keluarga besar, ada proses transformasi keahlian dari yang senior ke yang lebih muda. Tidak ada istilah pensiun. Ada pekerja yang sudah berusia 70 tahun dan tetap mampu bekerja dengan disiplin. Mereka membuat klub futsal. Kadang bertasmaya bersama. Dengan demikian, setiap pekerja mempunyai rasa memiliki dan tanggung jawab yang besar pada perusahaannya.

Setelah kunjungan ke objek terakhir kami yang sangat mengesankan di industri otomotif Daiya Seiki, kami meluncur menuju Kantor KBRI pada saat menjelang malam. Malam itu, kami berkemas karena pagi harinya dijadwalkan kembali ke Jakarta.

Kembali ke Jakarta
Kami tiba di Jakarta menjelang sore, Kamis, 31 Oktober 2013, dan langsung menginap di Hotel Pullman Jakarta. Kedatangan kami disambut oleh Bapak Wakil Duta Besar Jepang. Yang turut hadir dalam acara penyambutan kami adalah teman-teman dari PPIM, Dr. Ali Munhanif selaku Direktur Eksekutif PPIM, dan Bapak Prof. Dr. Qomaruddin Hidayat yang masih aktif menjabat sebagai Rektor UIN Jakarta.

Prof. Qomaruddin Hidayat menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan tenang, diam-diam, tanpa hiruk-pikuk, tetapi berhasil, efektif, dan produktif. Memang, Jepang adalah saudara tua kita, artinya kita bisa belajar banyak dari kemajuan Jepang. Sudah tepat kalau kita mau belajar peradaban, pergi ke Jepang, karena dari sisi peradaban, negara-negara Timur Tengah tidak jauh berbeda dengan kita di Indonesia (belum tertib). Jepang adalah bangsa Timur, sama dengan kita, nilai-nilai luhur peninggalan orang tua masih dilestarikan, justru di Indonesia sudah mulai kita lupakan. Banyak hal yang kita ceramahkan, tetapi belum mampu kita laksanakan.

Saat home stay, meskipun sebagian peserta kesulitan berkomunikasi dengan bahasa verbal, nyatanya semua menikmati, karena mereka (penduduk Jepang) berkomunikasi menggunakan bahasa hati, ketulusan, dan kejujuran. Hal itu sangat terasa. Karena itu, acara seperti ini semoga saja bisa diteruskan, sebagai sarana yang mengokohkan persaudaran antara Jepang dengan Indonesia.

Di akhir sambutannya, profesor berharap agar pengalaman singkat yang diperoleh para peserta delegasi bisa membuat perubahan dahsyat dalam kehidupan dan perjuangan, seperti nabi yang hanya ber-isra’ mi’raj dalam satu malam, tetapi pengaruhnya sangat luar biasa.

Bapak Ogawa, penasihat Kedubes Jepang dalam bidang politik juga menyatakan komitmennya bahwa acara ini akan dilanjutkan. Beliau menyambut kami sebagai bagian dari keluarga besar Jepang, bersama para alumni kunjungan ke Jepang lainnya dari program pertama hingga sekarang.

Pengalaman Mengesankan dan Inspiratif
Kunjungan selama 11 hari ke Jepang tidak bisa dikatakan singkat, namun untuk mampu memotret situasi dan kondisi sosial yang kompleks dengan masyarakat Jepang yang dinamis secara detail juga belum memadai. Meski demikian, sudah sangat banyak hal yang bisa saya rekam sebagai oleh-oleh yang bisa diolah dalam berbagai bentuk inovasi kreatif untuk lembaga pendidikan yang saya kelola, termasuk untuk perubahan yang lebih baik dalam mengatur dan mengelola kehidupan pribadi dan keluarga.

Saya semakin mantap dan yakin bahwa suatu bangsa yang besar sangat ditopang oleh hasil pendidikannya yang berkualitas, mapan, sistematis, terukur, terstruktur, dan terkultur. Saya juga semakin mantap bahwa pendidikan yang unggul harus menitikberatkan pada pembangunan karakter kepribadian melalui keteladanan, lingkungan yang kondusif, pembiasaan, serta berbagai macam kegiatan yang positif. Sebagaimana saya semakin yakin pula bahwa aktor utama untuk keberhasilan sebuah pendidikan terletak pada sosok guru. Guru yang kredibel, berdedikasi tinggi, mempunyai standar moralitas unggul, keteladanan nyata, dan berkarakter akan mampu melakukan self development dan self support. Yaitu, guru yang mencintai profesinya sekaligus anak didiknya, serta guru yang mengajar dengan cinta, kasih sayang dan tanggung jawab.

Namun saya juga berkesimpulan bahwa kerja keras lembaga pendidikan untuk mencetak generasi unggul tidak akan berhasil tanpa dukungan orang tua, keluarga, masyarakat dan pemerintah, melalui penciptaan lingkungan yang baik, undang-undang yang berpihak, rumah tangga yang harmonis, orang tua yang pendidik, dan pemerintah yang memfasilitasi. Karena bangunan tidak akan berdiri kokoh bila yang satu membangun, sementara yang lain menghancurkan. Meski demikian, bagaimanapun juga sekolah adalah miniatur masyarakat, apa yang kita biasakan di sekolah pada masa pendidikan akan menjadi budaya yang dikembangkan anak didik kita di kemudian hari.

Seperti yang kami terapkan dalam sistem pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor, bahwa pendidikan lebih penting daripada pengajaran. Artinya, dalam proses pendidikan, kita lebih mengutamakan pembentukan pola pikir yang kreatif, kritis, analisis, dan observatif dari pada menjejali otak anak didik dengan pengetahuan kognitif. Kita lebih mengutamakan pembentukan mental skill daripada job skill, pembentukan karakter daripada pemberian pengetahuan yang padat. Karena itu, pelajaran yang memperkuat metodologi berpikir harus matang, karena akan menjadi acuan kerangka teoritis bagi anak didik dalam mengembangkan intelektualitasnya di kemudian hari. Kemandirian harus menjadi acuan dasar dalam membentuk kepribadian anak didik kita.

Kemajuan bangsa Jepang juga tidak bisa dipisahkan dari pengaruh ajaran agama, terutama nilai-nilai moral yang sudah berhasil terbentuk dalam sikap dan budaya hidup sehari-hari. Budaya tertib, antri, bersih, tepat waktu, disiplin, tidak mengganggu oang lain, etos kerja tinggi, menghormati orang lain, berbakti pada orang tua, menyayangi makhluk lain termasuk binatang, menjaga harga diri, menunaikan tanggung jawab, kejujuran, dan lain-lain. Kalau di Indonesia, hal itu masih menjadi wacana, slogan, syiar, dan baru berada pada tataran normatif. Maka, sudah saatnya diperjuangkan agar bisa aplikatif.

Tidak benar kalau agama dikatakan menjadi faktor penghambat kemajuan, justru manusia sangat membutuhkan agama sebagai pedoman, jalan hidup, dan ketenangan jiwa di tengah belantara kehidupan meterialistis yang serba hedonis dan permisif ini. Saya berpendapat bahwa Islam yang mulai tersebar di Jepang akan bisa menjawab tantangan kebutuhan manusia modern Jepang secara menyeluruh. Namun, memang tantangan internal masih sangat besar, terutama mengubah citra menjadi lebih baik, memahami bahasa dan budaya mereka, karena dakwah yang efektif adalah bila kita mengunakan bahasa mereka sendiri.

Jepang juga maju karena tetap memegang teguh budaya serta pesan-pesan moral luhur dari nenek moyang mereka. Kita boleh merespon dan mengadopsi kemajuan dari dunia luar, tetapi jangan sampai melupakan dari mana asal muasal kita. Kearifan lokal yang bersumber dari budaya dan tradisi juga bisa menjadi modal kemajuan.

Selama 11 hari berkunjung ke Jepang dengan dua hari di Jakarta yang penuh kenangan, sangat impresif dan inspiratif. Saya terus merenungkan, langkah apa berikutnya yang harus saya ambil sebagai follow up kunjungan ini. Sangat banyak yang bisa diterapkan tetapi membutuhkan strategi yang tepat, momentum yang pas dan sosialisasi yang mengena. Bismillah. Semoga ini menjadi starting point bagi saya untuk menuju perubahan yang lebih baik, insya Allah.

 

Nilai-Nilai Pondok Harus Tetap Dijaga

0

abdullah-syukri-zarkasyiDARUSSALAM – Meskipun kondisi Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. belum sepenuhnya pulih, semangat dan perhatian beliau dalam membina dan mengawal santri-santrinya tidak pernah redup . Pada hari Rabu (20/11), selepas sholat Maghrib di Masjid Pusaka, beliau berkesempatan menyampaikan beberapa pesan kepada guru-guru yang  menunaikan solat Maghrib disana.

Dengan ditemani oleh dua orang ustadz dari staf pengasuhan santri, beliau memberikan wejangan dan pesannya dari atas kursi roda. Seluruh asatidz sangat antusias menyimak perkataan yang disampaikan oleh Kyainya. Nasihat yang menegaskan perhatian beliau terhadap kelangsungan nilai-nilai dan sunnah-sunnah pondok  yang harus tetap terjaga dan diperjuangkan. Untaian kata yang telah lama tak terdengar karena sakit yang membatasi ruang gerak dan gerik beliau, mengingatkan  para asatidz akan makna dan nilai dari suatu perjuangan. Meskipun bicara beliau masih terbata-bata, namun pesan yang disampaikan cukup jelas dan bisa dipahami.  “Sebenarnya apa yang saya bicarakan itu hal biasa, yaitu tentang taqwa, apa itu taqwa?” ucap beliau memulai kata-katanya. “taqwa adalah melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi yang dilarang-Nya” lanjut beliau.

Kemudian beliau menyinggung perihal pengorbanan, “setiap tugas pasti ada resikonya,” ucap beliau, “dalam mengerjakan tugas dibutuhkan pendekatan, pendekatan antara manusia. Semua manusia punya kesalahan, termasuk saya punya kesalahan, kamu juga punya kesalahan, akan tetapi kesalahannya berbeda dan bermacam-macam”.

Beberapa menit berselang, beliau mempersilahkan para asatidz yang ingin bertanya untuk  menyampaikan pertanyaannya. “Syanggit runtuh karena masuk ke dalam ranah politik. Dan sekarang, Al-Azhar mulai masuk ruangan politik, dan saya takut Gontor ini masuk ruangan politik lagi, karena akan susah keluar dari situ.” Ucap beliau menjawab isu tentang Al-Azhar yang ditanyakan seorang ustadz. Kemudian, seorang ustadz lain mengajukan pertanyaannya dengan topik yang berbeda, yaitu mengenai tips agar bisa selalu istiqomah dalam mengerjakan tugas-tugas pondok. “Agar bisa istiqomah harus ada kemauan, dan tau apa yang diinginkan pondok. Jalani tugas-tugas yang ada, disiplin dan nilai-nilai pondok sebaik mungkin. Kita harus memahami tugas-tugas kita di pondok, apa dan untuk apa.” Jelas beliau. irba

Manasik Haji

3
Pembimbingan Manasik Haji
Pembimbingan Manasik Haji
Pengarahan Manasik Haji
Pengarahan Manasik Haji

Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh kaum muslim untuk menunaikan rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam, sehingga sudah semestinya sebagai lembaga pendidikan Islam, Pondok Modern Darussalam Gontor mengadakan pelatihan manasik haji. Bukan hanya sekedar praktek dan pengetahuan, manasik haji yang di laksanakan di Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan kurikulum dan menjadi salah satu materi ujian syafahi untuk mata pelajaran fiqh.

Selasa, 19 November 2013/ 15 Muharram 1435 H Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 2 menyelenggarakan manasik haji di bawah bimbingan Al-Ustadz Oemar Ardi Boedi Laksana, S.Pd.I dibantu beberapa panitia yang di pimpin oleh Al-Ustadzah Diah Ayu Suryani. Manasik haji ini dilakukan dalam 2 gelombang, kelas 1 intensif B dan C untuk gelombang pertama, dan kelas 1 intensif D dan E pada gelombang kedua.

Beberapa hari sebelum penyelenggaraan manasik haji, seluruh santriwati peserta manasik haji diwajibkan menghafal do’a-do’a untuk pelaksanaan haji, dengan tujuan mempermudah proses manasik dan pemantapan pemahaman santriwati. Dimulai dari pengarahan manasik hingga tawaf wada’ dijelaskan secara tuntas oleh pembimbing yang sudah pernah mengunjungi Makkah Al-Mukarramah, sehingga tidak ada kejanggalan atau keraguan akan kebenaran pelaksanaan manasik haji tersebut.

Duta Gudep

0
Seleksi Duta Gudep 2013 Penegak Gontor Putri 2
Seleksi Duta Gudep 2013 Penegak Gontor Putri 2

Kamis, 7 November 2013/ 3 Muharram 1435 H Koordinator Gerakan Pramuka Gontor Putri 2 Menyelenggarakan seleksi duta gudep (babak final) yang dibedakan menjadi 2 kategori, kategori penggalang dan penegak. 10 peserta masing-masing kategori merupakan hasil seleksi dari tiap gugus depan. Andika yang berhasil masuk kebabak final untuk kaegori penggalang adalah :
1.    Nurly Khalida Salma (09-202) asal Banyuwangi.
2.    Ienash Huwaida Aziz (09-200) asal Madura.
3.    Nur Hary Zubaida (09-196) asal Jakarta.
4.    Rahil Ayu Najihah (09-198) asal Yogyakarta.
5.    Sumayyah Alifatul Qonita (09-198) asal Yogyakarta.
6.    Ladzatul Mudawwamah (09-196) asal Banten.
7.    Rahmita Aulia (09-200) asal Sidoarjo.
8.    Rahel Noorajavi (09-198) asal Karanganyar.
9.    Intan Maurissa (09-202) asal Bekasi.
10.    Raisa Nur Hafidzia (09-196) asal Batam.

Sedangkan andika yang masuk kebabak final untuk kategori penengak adalah:
1.    Riza Agnia Azhuri (09-198) asal Lombok.
2.    Ummu Maghfiroh (09-200) asal Purwokerto.
3.    Salsabila Salma Susanto (09-196) asal Jakarta.
4.    Nabila Salma Huwaida (09-202) asal Bandung.
5.    Nailah Amaliah (09-196) asal Bekasi.
6.    Wiga Ananda (09-198) asal Ngawi.
7.    Wasi’atul Arifah (09-200) asal Jember.
8.    Arie Apriliani (09-202) asal Ciamis.
9.    Asah Mia Ugi (09-196) asal Lumajang.
10.    Bilqis Shofiana (09-200) asal Semarang.

Pelaksanakan babak final untuk kategori Penggalang berlangsung di depan Gedung Granada A, sedangkan untuk kategori Penegang di lapangan utama Gontor Putri 2. Acara ini berlangsung selama ± 2,5 jam. Diselenggarakannya acara ini selain bertujuan untuk memotivasi andika dalam kegiatan kepramukaan juga memunculkan bibit-bibit unggul yang berlandaskan “we are scouting but we are muslimah”.

Acara ditutup dengan pemberian mahkota Duta Gudep pada pemenang, Nurly Khalida Salma, kelas 3B, Gudep 09-202, asal Banyuwangi untuk kategori Penggalang dan Riza Agnia Azhuri, kelas 4B, Gudep 09-198, asal Lombok untuk kategori Penegak.

Seleksi Duta Gudep 2013 Penegak (2)
Seleksi Duta Gudep 2013 Penegak (2)
Penampilan di acara Seleksi Duta Gudep 2013
Penampilan di acara Seleksi Duta Gudep 2013
Juri Seleksi Duta Gudep 2013 Penggalang
Juri Seleksi Duta Gudep 2013 Penggalang

SAMBUT TAHUN BARU 1435 HIJRIYAH

0
Gebyar Muharram 1435 H
Gebyar Muharram 1435 H
Perlombaan Jelang Tahun Baru 1435 H
Perlombaan Jelang Tahun Baru 1435 H

Sepekan jelang tahun baru 1435 hijriyah, aneka ragam kegiatan dan perlombaan yang diselenggarakan oleh Panitia dalam rangka menyambut tahun baru, sehingga para santri dapat merasakan kemeriahan tahun baru sekaligus beradu kreatifitas pada perlombaan Rek Korek Rek, Twin Action, One Step, My Cute Cake, Debat Islamiyah, Hadrah, Fashion Show, Karikatur, Magic Staire, Orasi dan Choir.

Malam penyambutan tahun baru Senin (4/11) dibuka dengan khutbah yang disampaikan oleh Ustadzah Sri Wahyuni, S.Th.I dengan tema “Muharram bulan yang penuh berkah bukan bala”. “Bulan Muharram adalah bulan inayatullah, bulan dimana pertolongan Allah di turunkan kepada para Nabi-Nya, yang bertepatan pada tanggal 10 Muharram (Asyura). Bukan sebagai bulan yang keramat, bulan bala’ dan bulan angker serta berbahaya seperti yang di sebutkan oleh orang-orang yang tidak tahu agama.” Salah satu kalimat yang di sampaikan dalam khutbahnya.

Esok harinya Selasa (5/11) diselenggarakan Gebyar Muharram yang merupakan puncak acara penyambutan tahun baru ini. Dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Al-Ustadz Suwarno, TM, S.Ag dilanjutkan dengan penampilan-penampilan pemenang perlombaan dan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah oleh panitia.

KMI Prima

0
KMI Prima kelas 5
KMI Prima kelas 5
KMI Prima kelas 1
KMI Prima kelas 1

Dalam upaya menyelaraskan antara pendidikan mental, keterampilan dan ilmu pengetahuan santri, KMI (Kuliyyatul Mu’allimat Al-Islamiah) Gontor Putri 2 meyelenggarakan KMI Prima gelombang 1 pada Jum’at, (1/11). Selain berguna memotivasi santri untuk bersaing dalam penguasaan meteri yang telah diberikan didalam kelas masing-masing, acara ini juga dapat membantu guru-guru untuk mengetahui persentase penyerapan materi pelajaran yang telah diberikan. Seluruh santri diikut sertakan pada seleksi gelombang pertama yaitu pemilihan 3 orang perwakilan dari masing-masing kelas untuk maju kebabak final.

Jum’at, (8/11) diselenggarakan babak final di depan Gedung Damaskus, Bapenta, Granada dan Makkah dengan hasil akhir dimenangkan oleh kelas 1D yang diwakili oleh Sayyida Aisyah (Semarang), Endah Fajar (Bandung) dan Fatchiatur Rizqillah (Semarang). Kelas 2D yang diwakili oleh Vina Hidayah (Purwokerto), Diajeng Nurul Falakh (Bali) dan Hanura Dewi F. (Banten). Kelas 3B yang diwakili oleh Diva Rafifah Mutiara Muhammad (Yogyakarta), Melania Sarah Huwaida (Cilacap) dan Raisa Nur Hafidzia (Medan). Kelas 4B yang diwakili oleh Nanda Mia Oktaviana (Ponorogo), Fauzia Yumma Ayupuspita (Mojokerto) dan Indaha Nur Wahyuni (Sidoarjo). Kelas 1 Intensif D yang diwakili oleh Ruri Marini (Sukabumi), Ajeng Mekar Sari (Surakarta) dan Manazil Putriana (Magelang). Kelas 3 Intensif B yang diwakili oleh Arie Apriliani (Tasikmalaya), Amelia (Riau) dan Evita Farca (Bekasi). Kelas 5C yang diwakili oleh Nafa Selvina Lestari (Kalimantan), Titis Anis Fauziyah (Semarang) dan Netty Yuwanda (Banten). Acara ditutup dengan penyerahan piala bergilir kepada pemenang.