Home Blog Page 568

Jaga Miliu Belajar, Program “Keliling Malam” Berjalan

0

"Pendidikan"GONTOR — Menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Tahun Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) periode 1432/2011 yang akan dimulai Ahad (26/6) mendatang, Pondok Modern Darussalam Gontor menghimbau segenap santrinya untuk tidak memikirkan hal-hal lain selain belajar. Himbauan ini ditandai dengan penutupan seluruh kegiatan ekstrakurikuler dan mulai berjalannya program “Keliling Malam”. Kegiatan ekstrakurikuler secara serempak berhenti sejak dimulainya Ujian Pelajaran Sore, sedangkan program “Keliling Malam” baru dimulai Sabtu (18/6) malam.

Program yang dicanangkan KMI Pondok Modern Darussalam Gontor ini merupakan pengganti program al-ta’allum al-muwajjah (belajar malam terbimbing bersama wali kelas-red). Keduanya sama-sama berlangsung sehabis shalat Isya’, selama satu jam lebih, pukul 20.00 — 21.30 WIB. Bedanya, jika pada program al-ta’allum al-muwajjah para santri belajar di bawah bimbingan wali kelas masing-masing di tempat tertentu, kini mereka tidak hanya dipantau para wali kelas, akan tetapi seluruh guru KMI berkeliling mengawasi dan membimbing belajar mereka di seluruh area kampus Pondok Modern Darussalam Gontor.

Pada saat inilah mereka dapat bertanya sepuas-sepuasnya kepada para guru yang mereka temui. Sehingga, pelajaran yang belum dipahami dengan baik sewaktu belajar di kelas dapat dimengerti saat itu juga. Inilah salah satu tujuan program “Keliling Malam” di samping bertujuan untuk menciptakan miliu belajar santri. Dengan demikian, tampaklah keramaian santri-santri yang bertanya dan guru-guru yang menjawab pertanyaan mereka di bawah benderang cahaya lampu yang terpasang di mana-mana. Suasana belajar yang sungguh sulit menyaksikannya di tempat lain.

Memang, para santri diberi kebebasan belajar di mana saja, asalkan jangan sampai ke luar area kampus Pondok Modern Darussalam Gontor. Selain itu, pada saat ”Keliling Malam” berlangsung, setiap santri tidak diperbolehkan berada di dalam kamar asrama masing-masing. Mereka wajib belajar di luar kamar dan di lantai bawah. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan dan mencegah penyakit kantuk yang bisa datang kapan saja.

Dengan adanya program ini, Gontor berharap santri-santrinya mampu mempersiapkan diri dengan baik sebelum ‘berperang’ di ruang ujian nanti. Jika mereka telah siap lahir dan batin, mereka bisa melewatinya dengan baik dan berbuah keberhasilan. shah wa

 

Gontor Persiapkan Kontingen Jamdun di Swedia

0

"Pendidikan"DARUSSALAM — Pondok Modern Darussalam Gontor telah mempersiapkan kontingen pramuka yang akan dikirim mengikuti Jambore Dunia (Jamdun) ke-22 di Swedia, pada bulan Juli-Agustus 2011 mendatang. Kontingen yang diberi nama “Eagle Team” ini beranggotakan 28 orang santri yang terdiri dari 23 orang santri Gontor 1, dua orang santri Gontor 3, dua orang santri Gontor 5, dan satu orang santri Gontor 6. Mereka berhasil lolos seleksi yang meliputi kemampuan berbahasa Inggris dan skill kepramukaan.

Mengingat semakin dekatnya acara yang dijadwalkan akan berlangsung selama 10 hari, 27 Juli — 7 Agustus 2011 nanti, Majelis Pembimbing Koordinator Harian (Mabikori) mengadakan karantina peserta sejak  beberapa minggu yang lalu, Rabu (1/6), dengan tujuan menggalang kekompakan antaranggota kontingen dan memaksimalkan latihan-latihan kepramukaan. Selama mengikuti karantina, mereka ditempatkan bersama-sama di ruangan Ankuperpus Gedung 17 Agustus hingga menjelang waktu keberangkatan. Menurut Ustadz Firman Kurniawan, staf Mabikori, kontingen direncanakan berangkat dari Gontor pada tanggal 23 Juli 2011 yang akan datang.

Sementara itu, selain berlatih dalam berbagai skill kepramukaan, para peserta juga mengadakan latihan Tari Aceh, Tari Malulo, dan Kesenian Reog. Ketiga seni inilah yang nantinya akan ditampilkan kontingen Gontor di Swedia untuk mewakili kebudayaan Indonesia, karena “Eagle Team” juga berstatus sebagai utusan Indonesia. Dengan persiapan ini, diharapkan “Eagle Team” mampu menyebarkan syiar Gontor ke seluruh dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di mata dunia melalui bidang kepramukaan. shah wa

 

Persiapan Rihlah Tarbawiyah Hampir Final

0

"Pendidikan"GONTOR — Memasuki minggu terakhir Ujian Akhir siswa kelas 6 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), Panitia Siswa Akhir (PSA) bergegas menyelesaikan segala persiapan untuk acara Rihlah Tarbawiyah (study tour-red) Juli mendatang. “Hingga saat ini, persiapan acara rihlah hampir final, bisa dikatakan sudah mencapai 75 %,” ujar Chairul Umam, Sabtu (18/6), selaku salah satu ketua PSA tahun ini. Siswa kelas 6 KMI yang berasal dari Yogjakarta ini menyebutkan, persiapan yang dimaksud meliputi segala hal terkait kesekretariatan, pembayaran, transportasi, dan kepastian objek yang akan dituju nanti.

Sejatinya, rihlah yang akan diikuti 732 orang siswa kelas 6 ini terbagi ke dalam delapan daerah tujuan. Kedelapan daerah tersebut adalah Surabaya, Bojonegoro, Malang, Gresik, Magelang, Yogyakarta, dan Tasikmalaya. Daerah-daerah ini terpilih karena terdapat beberapa tempat industri atau pabrik-pabrik dan beberapa tempat kerajinan yang bisa menjadi inspirasi bagi para peserta rihlah. Adapun objek rihlah tahun ini mencakup bidang pertanian, peternakan, hingga daur ulang sampah. Kriteria pemilihan objek rihlah tersebut disesuaikan dengan alam pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Lain daripada itu, pemilik objek yang akan dijadikan tempat tujuan rihlah juga harus mudah diajak bekerjasama.

Pembimbing dan penagggung jawab umum Rihlah Tarbawiyah 2011 ini adalah Ustadz Mujahid Imaduddin, staf Pengasuhan Santri. Menurutnya, acara ini sangat berguna sebagai bekal hidup di masa depan. “Adanya rihlah ini untuk membekali calon-calon alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang akan berjuang di berbagai medan dakwah di masyarakat kelak,” jelasnya kepada Gontor Online.

 

Ujian Akhir Madzhab Gontor

0

ujian akhir madzhab gontorSaat ini, siswa akhir (Kelas 6) KMI Pondok Modern Darussalam Gontor, sedang mengikuti ujian tulis tahap akhir. Ujian ini menjadi sangat penting karena ia merupakan salah satu –bukan satu-satunya– penentu kelulusan di Gontor. Karena sebenarnya mereka telah melewati bermacam-macam ujian yang telah dan sedang berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Bahkan sebelum mengikuti ujian ini, enam bulan yang lalu, mereka telah mengikuti ujian tulis gelombang pertama yang dikhususkan untuk pelajaran-pelajaran umum dan beberapa pelajaran berbahasa Arab (tamrin lughah, mahfudhat, mawarits, imla) yang mereka pelajari sejak kelas satu.

Ujian Pelajaran Sore Akhir Tahun Telah Rampung

0

"Pendidikan"DARUSSALAM — Panitia Ujian Pelajaran Sore Akhir Tahun 1432 telah merampungkan pelaksanaan ujian dengan berakhirnya ujian materi bahasa, Rabu (15/6).  Ujian pelajaran sore ini terbagi menjadi 2 macam, yaitu Ujian Lisan yang hanya dilaksanakaan pada Jum’at, 9 Juni 2011 dan Ujian Tulis yang dilaksanakan selama 5 hari berikutnya. Dimulai pada Sabtu, 10 Juni 2011, hingga Rabu, 15 Juni 2011.

Pelajaran Sore merupakan kegiatan belajar mengajar ekstra di Pondok Modern Darussalam Gontor yang dimulai pada pukul 14.00 — 15.00 menjelang Ashar, sebagai tambahan pelajaran yang kebanyakan berupa materi pendalaman bahasa. Sehingga, dapat menambah pemahaman pelajaran yang diajarkan di waktu pagi. Secara umum, materi yang dipelajari pada Pelajaran Sore sama halnya dengan pelajaran di waktu pagi hari. Hanya saja pembahasan yang dipelajari berbeda, meskipun menggunakan buku yang sama.

Mengenai materi Ujian Lisan, mencakup bacaan Alquran, hapalan Juz ‘Amma, do’a-do’a dan bacaan zikir, serta praktek ibadah. Sedangkan materi Ujian Tulis meliputi yaitu semua materi Pelajaran Sore seperti Muthola’ah, Nahwu, Sharf, dan Reading (Bahasa Inggris). Tetapi, terdapat satu pelajaran yang tidak diajarkan di kelas, namun diujikan yaitu materi bahasa sehari-hari. Materi ini terdiri dari kosa-kata, kata mutiara, maupun istilah-istilah berbahasa Arab dan Inggris, yang setiap hari disampaikan kepada seluruh santri se-Darussalam oleh para pengurus asrama mereka masing-masing.

Adapun jumlah santri yang mengikuti ujian kali ini sekitar 2.753 orang dari kelas 1 — 4 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Sedangkan siswa kelas 5 KMI hanya mengikuti ujian materi bahasa sehari-hari saja yang dilaksanakan pada Rabu malam, hari terakhir ujian, karena sebagian dari mereka ada yang menjadi anggota panitia dan sebagian lainnya menjadi pengawas ujian membantu guru-guru. Panitia beranggotakan 98 orang yang terdiri dari 11 orang guru KMI dan 87 orang siswa kelas 5 KMI.

 

Falsafah Kail

0

Pondok tidak memberikan ikan kepada santrinya, melainkan kail, untuk mencari ikannya sendiri

Falsafah KailApa yang diterima santri di Gontor adalah ‘kail’, bukan ‘ikan’. Pendidikan 24 jam dalam lingkup kelas, asrama, masjid dan setiap sudut, dimaksudkan untuk mempersiapkan alumni-alumni yang mumpuni dalam segala bidang keilmuan, beserta mengembangkan keilmuannya sembari terjun ke masyarakat nanti.

Menyitir sebuah kisah, diceritakan seorang kyai menyuruh seorang santri selepas kelulusan, menuju ke sebuah toko buku setelah sekian lama nyantri. Ilustrasi di atas merupakan isyarat bagi santri untuk mengembangkan keilmuannya, meskipun telah lepas dari institusi pesantren tempat ia mencari ilmu selama ini.

Jargon carilah ilmu dari buaian hingga liang lahat, tampaknya dewasa ini diabaikan oleh para pelajar pada umumnya. Istilah pendidikan yang salah kaprah disamakan dengan pengajaran, semata pertemuan guru dan murid di kelas pada jam-jam tertentu, telah melahirkan hasil pendidikan yang berorientasi pada ijazah. Sehingga, selepas mereka dari akademi pendidikan (pengajaran, red.) mereka telah terlepas dari kewajiban mencari ilmu. Alangkah disayangkan, pembelajaran yang seharusnya bisa dinikmati seumur hidup, dikekang menjadi kewajiban 9-12 tahun semata.

Jelang Ujian, Hawa Dingin Usik Santri

0

"Pendidikan"GONTOR—Pelaksanaan Ujian Akhir Tahun 1432 bagi siswa Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) tinggal menghitung hari, tepatnya akan dimulai pada hari Ahad (26/6) mendatang. Seakan menyambut kedatangan masa-masa ujian, hawa dingin dengan disertai hembusan angin menusuk tulang mengusik ketenangan santri Pondok Modern Darussalam Gontor yang sibuk belajar. Hawa dingin tidak hanya menghampiri penghuni Darussalam pada malam hari, akan tetapi hampir sepanjang hari walaupun tidak sedingin malam hari. Namun, kondisi cuaca yang kerap datang menjelang akhir tahun ajaran ini tidak mengurangi semangat para santri untuk terus membuka lembaran demi lembaran buku pelajaran mereka.

Kader Gontor Sertai Delegasi Umat Islam Indonesia ke Turki

0

"Pendidikan"ISTAMBUL — Untuk mempererat hubungan dakwah antara Indonesia dan Turki, Dr. Ali Unsel dari PASIAD mengundang Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A., M.Phil., salah satu kader terbaik Pondok Modern Darussalam Gontor, untuk menjadi bagian dari delegasi umat Islam Indonesia yang berkunjung ke Turki, 29 Mei — 5 Juni 2011. Rombongan delegasi ini juga diikuti K.H. Shalahuddin Wahid (Pimpinan PP. Tebuireng), Prof. Dr. Firmanzah (Dekan Ekonomi UI), Tengku Khairul (Direktur Penerbit Republika), Prof. Dr. Basaruddin Chan (Dekan Ilmu Komputer UI), Ir. Iman Bonila Sombu M.Sc. (staf Menpora RI).

K.H. Hasan Abdullah Sahal Hadiri Acara Wisuda di PP Rafah

0

"Pendidikan"BOGOR—Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal beserta keluarga berkesempatan menghadiri undangan acara wisuda siswa kelas 6 Pondok Pesantren (PP) Rafah Bogor, Ahad (12/6) lalu. Salah satu pondok alumni Gontor yang dipimpin K.H. Muhammad Nasir Zein, M.A. ini mewisuda angkatan XXIV. Beliau berharap, alumni-alumninya dapat menjadi pelopor di segala bidang kehidupan.

Sementara itu, dalam sambutannya, K.H. Hasan Abdullah Sahal mengucapkan selamat kepada K.H. Muhammad Nasir Zein, M.A. atas keberhasilannya mencetak para alumni yang siap berjuang di masyarakat. Inilah saatnya para santri berkiprah untuk membangun masyarakat serta memajukan bangsa dan negara. Toms

 

 

Pembangunan Lapangan Futsal Windu

0

Lapangan Futsal WinduGONTOR-Pada tahun ini Pondok Modern Darussalam Gontor membangun lapangan futsal baru yang rencananya bertempat di lapangan Windu, proses pembangunannya telah dimulai sejak 21 Mei 2011 lalu dan masih berjalan hingga saat ini, sehingga diharapkan pada bulan Syawal nanti sudah siap untuk digunakan.