Home Blog Page 569

Daurah PKU ISID Gontor ke Kuwait

0

"Pendidikan"KUWAIT-Menindaklanjuti undangan Menteri Wakaf dan Urusan Agama Islam Kuwait, Program Kaderisasi Ulama (PKU) Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor berangkat ke Kuwait untuk mengikuti daurah pelatihan calon da’i. Daurah yang bertempat di Hotel Holiday Inn ini diadakan oleh al-Markaz al-‘Alamiy li-l-Wasathiyyah Kuwait. Kegiatan yang diadakan selama sepekan ini, Selasa — Ahad, 24 — 29 Mei 2011, berada di bawah naungan Kementerian Wakaf Kuwait. Adapun jumlah peserta PKU ISID Gontor yang diundang sebanyak 13 orang dengan didampingi dua orang dosen pembimbing, yaitu Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. M.Phil. dan Dr. H. Dihyatun Masqon, M.A.

Selama mengikuti daurah, seluruh peserta mendapatkan materi Fiqh Kontemporer dan Kepemimpinan. Materi tersebut mencakup Fiqh Ikhtilaf, Fiqh Uluwiyyat, Maharat al-Qaaid al-Tarbawiy, Fikih Amar Ma’ruf bi-l-Ma’ruf, Fikih Maqashid wa Dakwah, Ta’addudu-l-Madzahib, dan Manhaj al-Islami fi-l-Idarah. Menurut Dr. Ja’far al-Haddad, Direktur al-Markaz al-‘Alamy li-l-Wasathiyyah Kuwait, kaum muslim ke depan membutuhkan pemimpin-pemimpin Islam yang tangguh dan memiliki keahlian berdakwah yang baik. Oleh sebab itu, daurah ini merupakan strategi yang tepat untuk mencetak kader-kader da’i yang handal. Selain memperdalam pengetahuan keislaman, daurah ini juga bertujuan untuk menjalin hubungan yang baik antara PKU dan al-Markaz al-‘Alamy li-l-Wasathiyyah dalam bidang studi keislaman.

Perluasan Fitnes Center Joresan

0

Lapangan Bulu Tangkis GontorGONTOR-Untuk melengkapi fasilitas olah raga para guru, bagian pembangunan merenovasi gedung Fitness Center yang berlokasi di desa Joresan, Mlarak. Bangunan yang telah berdiri sejak 23 April 2009 ini diperluas ke arah timur untuk kemudian dijadikan lapangan bulu tangkis, sebanyak dua buah lapangan lengkap dengan semua fasilitasnya berhasil dibangun.

Gontor: Sebuah Manifestasi Ide Besar

0

Pengibaran bendera Merah PutihGontor bermula dari sebuah ide besar dan mulia, karena hanya ide besar yang menjadi inspirasi gerakan besar, ide kerdil akan cepat usang dan terbuang di tong sampah. Ide besar Trimurti (para pendiri Gontor) dilandasi kekuatan iman bergelora untuk menggapai keridhaan Allah SWT, ide yang melahirkan visi, misi, jiwa (spirit), orientasi, falsafah baik dalam kelembagaan, kependidikan maupun pembelajaran, serta membangun sintesa dan model. Idealisme besar Gontor dari Trimurti ini mutlak menjadi starting poin untuk memahami Gontor lebih jauh, detail dan mendalam.

Jangan Nunut Kamukten

0

Pembukaan tahun ajaran baru Gontor yang dikenal masyarakat saat ini adalah hasil dari perjuangan dan pengorbanan yang panjang serta gigih oleh para perintis, pendiri dan pelanjutnya.

Setelah berkembang sedemikian rupa – terkenal, mendapat simpati di hati ummat, menjadi tujuan para penuntut ilmu dari berbagai pelosok tanah air bahkan luar negri, mempunyai pengaruh besar kepada masayarakat hingga pemerintah, memiliki aset meteriil dan non materiil di berbagai tempat, mendapat segala macam kemudahan dari semua pihak, maka bisa dikatakan bahwa Gontor telah berhasil mendapatkan kamukten – kemuliaannya.
Kita yang saat ini menjadi bagian dari shaff perjuangan Gontor, yang datang kemudian melanjutkan generasi pendahulu, yang sebagian kita adalah orang-orang pendatang, akan sangat bijak bila introspeksi dan bertanya pada diri sendiri “Bukankah kita ini hanya nunut kamukten pada Gontor ?”.
Jawaban untuk pertanyaan diatas tidak cukup dengan kata-kata, tetapi harus dibuktikan dengan kenyataan. Kalau kita tidak mempunyai kelebihan, prestasi, karya nyata, minimal kesungguhan dalam melaksanakan tugas, tidak mempunyai majhud fardi, maka benar adanya kita hanya mendompleng kemuliaan dan kebesaran Gontor. Tetapi bila kita melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh kesungguhan, kreatif, mempunyai inisiatif, dinamis, totalitas tinggi dalam berbuat, serta mampu memberikan kontribusi bagi Gontor dengan usaha-usaha pribadi (majhud fardi) , berkorban dengan bondo, bahu, pikir lek perlu sak nyowone di arena Pondok, maka kita termasuk mereka yang ikut membuat dan membangun kamukten. Apakah kita hanya nunut kamukten atau ikut membangun kamukten, akan dibuktikan dengan kenyataan dan waktu.

Mahasiswa ISID Bersiap Hadapi KKN XXII

0
"Pendidikan"
Pembekalan KKN Mahasiswa ISID

SIMAN—Sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) XXII pada 25 Juli 2011 mendatang, seluruh mahasiswa ISID semester VI Kampus Siman, Rabithah, dan Gontor 3 wajib mengikuti pengarahan bertajuk Pembekalan dan Materi KKN yang dilaksanakan pada hari Kamis (9/6) hingga Jum’at (10/6).  yang bertempat di gedung Center of Islamic Occidental Studies (CIOS) ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada seluruh peserta tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama KKN nanti. “Acara ini memang terus diadakan setiap tahun bagi para mahasiswa semester VI yang akan melaksanakan kegiatan KKN, agar mereka memiliki gambaran ten

tang berbagai kegiatan yang harus mereka lakukan di sana nanti, dan hal-hal apa yang harus diperhatikan selama kegiatan KKN berlangsung”, tutur Saiful Hidayat selaku pembimbing KKN XXII.

Gontor Jalin Kerjasama dengan Universitas Islam Rusia

0

"Pendidikan"KAZAN—Ibarat sambil menyelam minum air, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor  yang menjadi pembicara dalam Forum Interfaith Dialogue Indonesia-Rusia, menandatangani kerjasama bidang pendidikan antara Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor dan Universitas Islam Rusia. Keduanya sepakat untuk mengembangkan kerjasama bidang pendidikan agama Islam.

Indonesian-Russian Interfaith Dialogue Bahas Prinsip Gontor

0

PendidikanRUSIA—Membesarkan bangsa ibarat membangun sebuah rumah tangga. Berbagai masalah dan pendapat boleh mengemuka namun harus ada jalan keluar yang bijak. Untuk itu, Pondok Modern Darussalam Gontor menawarkan sebuah konsep model pendidikan yang dibutuhkan sebagai jalan keluarnya.  Inilah salah satu dari benang merah yang mengemuka pada acara Indonesian-Russian Interfaith Dialogue yang dilaksanakan di kota santri Rusia, Kazan, 6 Juni 2011 lalu.

Menumbuhkan Rasa Bangga Pada Santri

0

Pagelaran Seni Drama Arena Siswa Kelas 5 KMI Tahun 2010Menumbuhkan rasa bangga itu perlu untuk pendidikan. Kebanggaan sebagai santri Gontor dapat menumbuhkan self confident (percaya diri). Menumbuhkan perasaan bangga menjadi santri dapat diwujudkan dengan kegiatan-kegiatan yang banyak dan berkualitas, sarana yang cukup, nyaman, dan megah, Kyai dan guru yang dapat menjadi figur dan idola, tamu-tamu besar, pejabat pemerintahan dan lain lain.

Ulangan Umum Akhir Tahun Alami Kenaikan

0

GONTOR—Ulangan Umum Akhir Tahun 1432/2011 yang diselenggarakan selama lima hari berturut-turut, Sabtu — Rabu, 30 April — 4 Mei 2011 lalu, mengalami kenaikan sebesar dua persen. Pencapaian ini merupakan hasil kerjasama yang berkesinambungan antara seluruh wali kelas dan para dewan guru. Mereka mengevaluasi dan memberikan bimbingan kepada seluruh siswa untuk belajar secara efektif dan efisien. Sehingga, hasilnya pun memberikan kepuasan bagi segala pihak dan menjadi modal yang berharga untuk menghadapi Ujian Akhir Tahun pada bulan Juli mendatang.

Ulangan Umum Akhir Tahun ini hanya diikuti siswa Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor dari kelas 1 — 5 yang jumlahnya mencapai 3.450 orang siswa. Adapun siswa kelas 6 KMI sengaja tidak dilibatkan dalam ulangan umum kali ini karena keterbatasan waktu yang ada menjelang program Tarbiyah Amaliyah (practical teaching-red). Mereka tetap belajar aktif di kelas pada saat seluruh siswa kelas 1 — 5 disibukkan dengan ulangan umum untuk melengkapi materi-materi yang belum selesai diajarkan. Pasalnya, hari terakhir ulangan umum menjadi masa terakhir siswa kelas 6 belajar aktif di kelas. toms

Kunjungan Mufti Rusia ke Gontor

0

Darussalam-untuk kesekian kalinya pondok modern Darussalam gontor menerima tamu dari luar negri. Pada kali ini yang berkunjung adalah mufti Rusia, As-Syaikh Rushan Hazrat Abbyasof berserta rombongannya, yaitu: As-Syaikh Damir Hazrat Mukhetdinov, As-Syaikh Arslan Hazrat Sadriev, As-Syaikh Magomed Emin Usmanov, As-Syaikh Ildar Usmanov, dan salah satu alulmni Pondok Gontor Drs. Muhammad Aji Surya, SH. Ms.I.

Ini merupakan kunjungan pertama beliau ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Bahkan ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa bagi Syaikh Rushan Hazrat Abbyasof, karena bisa berbicara di depan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebagaimana yang beliau sampaikan dalam sambutannya, “Terus terang, ini pertama kalinya saya berbicara di depan lebih dari seribu hadirin”.

Dalam sambutannya, Syaikh Rushan Hazrat Abbyasof menyampaikan tentang perkembangan umat muslim yang ada di rusia. Islam di Rusia sudah ada sejak zamannya sahabat Nabi, kira-kira lebih dari seribu tahun yang lalu. Hanya saja sempat mengalami kemunduran ketika komunis berkuasa di Rusia. Islam kembali berkembang pada tahun 1992, karena pada tahun ini kebebasan beragama mulai di dengungkan kembali.

Pada saat ini komunitas muslim RUsia mencapai 23 juta jiwa, yang teridiri dari 57 suku di seluruh Rusia. Suku terbesar dari umat islam Rusia adalah suku Tatar yang berdomisili di republik Tatarstan dengan jumlah lebih dari 6 juta jiwa.

Sementara di ibukota Rusia Moskow, umat islam yang tinggal di sana lebih dari 2 juta jiwa. Ada juga yang menetap di Siberia, daerah yang dinginnya mencapai -50 derajat celcius.

Umat islam RUsia sangat aktif dalam pergerakan dakwahya. Terbukti, setidaknya sekarang sudah berdiri 6000 mesjid di seluruh RUsia yang di dukung oleh 7 universitas islam. Namun syaikh Rushan Hazrat Abbyasof mengakui, bahwasannya universitas mereka masih jauh kualitasnya di bandingkan dengan yang ada di Indonesia. Oleh karena itulah mereka mengadakan kunjungan ke Indonesia untuk belajar lebih dalam lagi tentang islam. Bagaimana sistem hajinya, manajemen keuangan syariahnya, sehingga nanti bisa mendirikan bank islam di Rusia.

Syaikh Rushan Hazrat Abbyasof juga sangat berterimakasih atas dukungan diplomatis yang diberikan presiden pertama Indonesia, Soekarno. Dimana pada masa komunis berkuasa di Rusia, presiden Soekarno meminta untuk membuka kesempatan beribadah bagi kaum muslimin rusia. Sehingga di bukalah masjid yang selama komunis berkuasa sempat berhenti dari kegiatannya.

Selaku tuan rumah, Pondok Modern Darussalam Gontor sangat senang dengan kehadiran tamu dari Rusia. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pondok Gontor. Sebagaimana yang di sampaikan oleh salah satu pimpinannya, KH. Hasan Abdullah Sahal, “Sangat membanggakan kami, karena yang datang bukanlah orang biasa, tetapi seorang mufti”. Dalam sambutannya juga, KH. Hasan Abdullah Sahal mengatakan bahwa dengan kedatangan mufti Rusia ini, setidaknya merobah pandangan kita terhadap Rusia yang selama ini di cap sebagai Negara komunis. Ternyata di Rusia juga ada saudara seiman.

Selain itu, beliau juga menyampaikan sekilas tentang perjalanan berdirinya Pondok GOntor, sepakterjangnya, sistemnya, dan alumni-alumninya yang tidak hanya berkiprah di Indonesia, tetapi juga di luar negri.

Harapan dari kunjungan ini, semoga silaturrahmi antara umat muslim Rusia dan umat muslim Indonesia, khususnya Gontor bisa terus terjalin. Sehingga bisa saling meningkatkan kualitas keislaman antara sesama.

Setelah acara sambutan di gedung pertemuan Pondok Modern Darussalam Gontor, rombongan syaikh Damir Hazrat Mukhetdinov melaksanakan sholat dhuhur berjama’ah di mesjid jami’ Gontor. Dan silaturrahmi kali ini berakhir dengan jamuan makan siang di kantor pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. <Muttaqin>