Home Blog Page 6

Pembukaan Latihan Khutbatu-l-‘Arsy Jadi Titik Awal Pendidikan di PMDG Kampus 12

0

Pembukaan Latihan Acara Khutbatu-l-‘Arsy di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 resmi dilaksanakan pada Kamis malam (16/4). Bertempat di Masjid Jami’ PMDG Kampus 12, Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12 Al Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., Wakil Direktur PMDG Kampus 12, para guru dan seluruh Siswa KMI PMDG Kampus 12.

Pembukaan acara berlangsung dengan penuh khidmat yang diakhiri dengan pelaksanaan sholat hajat bersama, sebagai bentuk permohonan keberkahan dan kelancaran rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Al Ustadz Himmah Azhar Latif menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses kaderisasi calon pemimpin umat di masa depan. Beliau menegaskan bahwa Latihan Khutbatu-l-‘Arsy merupakan manifestasi nyata dari sistem pendidikan di pondok dalam membentuk karakter dan kepemimpinan santri.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis sebagai sarana orientasi bagi santri baru untuk mengenal kehidupan pondok secara menyeluruh. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi momentum peremajaan jiwa (tajdid) bagi santri lama agar senantiasa memperkuat pemahaman terhadap nilai dan falsafah pondok.

“Seluruh santri harus memahami nilai-nilai dan falsafah pondok dengan benar agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memaknai esensi pendidikan di pondok,” ujar beliau.

Beliau juga menekankan pentingnya keselarasan gerak seluruh elemen pondok dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai kepondokmodernan. Hal ini dinilai krusial agar setiap langkah tetap berada pada koridor yang benar dan tidak menyimpang dari tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy sendiri diselenggarakan sebagai wahana orientasi yang bertujuan menanamkan pemahaman komprehensif mengenai nilai, falsafah, serta tradisi kepondokmodernan kepada seluruh keluarga pondok. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat ikatan antar elemen pondok serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menghayati ruh pendidikan Gontor dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh santri dan guru tidak hanya hadir secara fisik di lingkungan pondok, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai yang menjadi landasan perjuangan PMDG dalam mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

kontributor: Aryyo Widagdho, Tim Multimedia P3KA

Editor : Johansyha, Faza

Dibalik Tenda Pekan Perkenalan

0

Dalam perspektif pendidikan Islam, suatu kegiatan dinilai bukan dari bentuk lahiriahnya, tetapi dari nilai ruhiyah yang dikandungnya. Lomba perkemahan penggalang–penegak dalam Pekan Perkenalan di Pondok Modern Darussalam Gontor sesungguhnya adalah laboratorium kehidupan—tempat nilai-nilai Islam diinternalisasikan bukan melalui ceramah, tetapi melalui pengalaman langsung (experiential tarbiyah).

1. Tarbiyah bil-Haal: Pendidikan melalui realitas, bukan sekadar kata

Di dalam kelas, santri memahami konsep sabar, disiplin, dan ukhuwah. Namun di perkemahan, mereka dipaksa hidup bersama nilai itu. Saat hujan turun dan tenda bocor, di situlah makna sabar bukan lagi teori. Saat tugas harus selesai sebelum waktu habis, di situlah disiplin menjadi nyata.

Inilah metode pendidikan Islam klasik: tarbiyah bil-haal—mendidik dengan keadaan. Sebagaimana para sahabat Nabi ﷺ dididik langsung dalam medan kehidupan, bukan hanya dalam majelis ilmu.

2. Tajrid (Pelepasan) dari Zona Nyaman: Jalan menuju keikhlasan

Perkemahan memisahkan santri dari fasilitas, kenyamanan, bahkan identitas sosialnya. Tidak ada kemewahan, tidak ada keistimewaan. Semua kembali pada kondisi dasar manusia: lemah, butuh, dan saling bergantung.

Di sinilah proses tajrid (pelepasan diri) terjadi. Ketika kenyamanan dicabut, motivasi terdalam akan muncul: apakah ia beramal karena fasilitas atau karena nilai? Pendidikan Islam sejatinya ingin melahirkan pribadi yang beramal karena Allah, bukan karena suasana.

3. Tazkiyatun Nafs: Penyucian jiwa melalui dinamika kelompok

Hidup dalam satu regu membuka ruang konflik: perbedaan pendapat, ego, kelelahan, bahkan emosi. Namun justru di sinilah proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) berlangsung.

Santri belajar:

• Menahan amarah ketika lelah

• Mengalah demi kepentingan bersama

• Menghargai yang lebih lemah

• Tidak merasa paling benar

Ini adalah bentuk nyata dari jihad terbesar: jihad melawan diri sendiri. Perkemahan menjadi medan latihan akhlak yang sesungguhnya.

4. Ta’dib: Penanaman adab sebelum ilmu

Dalam tradisi pesantren, adab lebih tinggi daripada ilmu. Perkemahan melatih adab dalam bentuk yang paling praktis:

• Adab terhadap pemimpin (taat dalam kebaikan)

• Adab terhadap teman (tidak menyakiti, saling membantu)

• Adab terhadap lingkungan (menjaga kebersihan dan ketertiban)

Nilai ini sejalan dengan konsep ta’dib—bahwa pendidikan adalah proses menempatkan sesuatu pada tempatnya, termasuk menempatkan diri dalam tatanan sosial yang benar.

5. I’dad (Persiapan): Membangun mental mujahid dan dai

Perkemahan bukan sekadar kegiatan rekreatif, tetapi bagian dari i’dad (persiapan). Islam mengajarkan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan spiritual.

Dalam kondisi terbatas, santri dilatih:

• Tangguh menghadapi kesulitan

• Cepat mengambil keputusan

• Siap berkorban untuk kelompok

Ini adalah fondasi mental seorang pemimpin umat—yang kelak tidak mudah goyah dalam menghadapi tantangan dakwah dan kehidupan.

6. Tafakkur dan Kesadaran Tauhid melalui alam

Di tengah alam terbuka, santri tidak hanya berkemah, tetapi juga berinteraksi dengan ayat-ayat kauniyah. Langit malam, dingin angin, dan sunyi hutan menghadirkan ruang tafakkur yang jarang didapat di ruang kelas.

Di sinilah tauhid tidak hanya dipelajari, tetapi dirasakan. Bahwa manusia kecil, lemah, dan sepenuhnya bergantung kepada Allah.

7. Falsafah Kompetisi dalam Islam: Bukan menang, tapi menjadi

Lomba dalam perkemahan bukan sekadar mencari juara. Ia adalah sarana fastabiqul khairat—berlomba dalam kebaikan.

Yang diuji bukan hanya hasil, tetapi:

• Proses

• Kejujuran

• Sportivitas

• Keikhlasan

Sebagaimana sering ditekankan oleh Abdullah Syukri Zarkasyi:

“Gontor tidak hanya mengajarkan apa yang harus diketahui, tetapi membentuk siapa yang harus kamu menjadi.”

8. Hidden Curriculum: Pendidikan yang tidak tertulis, tetapi paling membekas

Barangkali yang paling dalam dari semua ini adalah apa yang tidak tertulis dalam kurikulum. Perkemahan mengajarkan hal-hal yang tidak tercantum dalam buku:

• Cara menghadapi kegagalan

• Cara bangkit setelah kalah

• Cara tetap tersenyum dalam keterbatasan

• Cara menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri

Inilah hidden curriculum—pendidikan sejati yang membentuk karakter tanpa disadar.

Perkemahan dalam Pekan Perkenalan bukan sekadar agenda, tetapi proses inisiasi—dari individu biasa menjadi santri yang memiliki ruh perjuangan. Ia adalah perjalanan dari “aku” menuju “kita”, dari “kenyamanan” menuju “ketangguhan”, dan dari “sekadar ikut” menuju “siap memimpin dan mengabdi”.

Karena pada akhirnya, pendidikan Islam tidak berhenti pada transfer ilmu, tetapi berujung pada transformasi jiwa. Dan perkemahan adalah salah satu jalan sunyi menuju tujuan itu.

Kontributor : Dr. Riza Ashari, M.pd., Hanin

Editor : Johansyah, Faza

PMDG Menerima Kunjungan Menteri Agama RI

0

GONTOR – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH. Hasan Abdullah Sahal dan Drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. menerima kunjungan dari Kementerian Agama Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. dan rombongan di kantor Pimpinan, Kamis (16/4)  sore hari.

Kedatangan rombongan tamu kehormatan tersebut disambut Pimpinan PMDG, Direktur Kuliyatu-l-Mua’limin Al-islamiyah (KMI) , ketua Yayasan Perkembangan dan Perluasan wakaf Pondok Modern (YPPWPM), jajaran guru senior, staf Sekretaris Pimpinan, dan Ketua panitia pelaksana peringatan 100 tahun Gontor dengan perbincangan ringan.

Bapak Pimpinan PMDG menerima kunjungan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

Dalam perbincangan tersebut KH. Hasan Abdullah Sahal, menekankan bahwasanya Gontor merupakan lembaga pendidikan untuk semua golongan, tidak berafiliasi dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam tertentu.

Beliau menambahkan, akan tetapi banyak dari alumni Gontor yang berkiprah menjadi Ketua-Ketua ormas Islam dengan berbekal dasar-dasar yang diajarkan oleh gontor. Dengan itu  menunjukkan bahwa bekal dasar pendidikan yang diberikan Gontor mampu membentuk kapasitas kepemimpinan tanpa terikat pada organisasi tertentu.

Suasana Perbincangan hangat Bapak Pimpinan dengan Menteri Agama RI

“Anak-anak kita diberi bekal dengan sendi-sendi keagaman lalu mereka yang mengembangakan” ujarnya saat berbincang hangat sore kala itu. Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan silaturrahim antara Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dengan Pimpinan PMDG.

“Hati saya selalu di sini Kyai, saya tidak bisa dipisahkan dengan Gontor dikarenakan teman-teman itu Gontorian” ujar Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. yang menyatakan bahwa alumni Gontor telah berkiprah di kancah nasional maupun internasional.

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. melihat hasil mushaf 100 tahun

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., turut melihat beberapa karya kaligrafi juga Masyru’ Mushaf Gontor, sebuah karya yang menjadi warisan PMDG di usianya yang menginjak 100 tahun. Kunjungan ini menjadi bentuk apresiasi dan dukungan terhadap upaya pelestarian nilai-nilai Al-Qur’an yang terus dijaga dan diwariskan oleh PMDG untuk umat.

Kontributor : Faza, Dejuan, Atalla

Editor : Johansyah

Related Article:

Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, Sheikh Ahmed bin Essa Al-Hazimi Mendarat di Bandara Adi Soemarmo Solo

Keseruan Widya Wisata LP3 Putri Warnai Kemuning Sky Hills

0

KARANGANYAR – Kegiatan widya wisata dalam rangka (Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak) LP3 berlangsung meriah, Selasa (14/04). Pada hari tersebut, giliran golongan penegak mengikuti rangkaian kegiatan, sementara golongan penggalang dijadwalkan berangkat pada Rabu (15/04).

Selama perjalanan, suasana dipenuhi yel-yel dari para peserta. Semangat dan antusiasme terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Kebersamaan dan kekompakan menjadi warna tersendiri sejak awal keberangkatan.

Setibanya di lokasi, peserta mengikuti berbagai aktivitas menarik. Kegiatan tersebut meliputi rivertubing, outbound, dan jeep adventure di kawasan Kemuning. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga melatih keberanian, kerja sama, dan kekompakan antar peserta.

Selain itu, rangkaian widya wisata dilanjutkan dengan kunjungan ke Kemuning Sky Hills yang dikenal dengan jembatan kaca terpanjang di Jawa Tengah. Destinasi ini menjadi salah satu daya tarik utama yang menambah keseruan kegiatan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi peserta. Selain rekreasi, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antar peserta LP3.

Kontributor : Liza, Hanin, Ayunda

Editor : Johansyah, Faza

Langkah Awal Penuh Semangat: LP3 Gontor Putri 3 Berkobar

0

Bertepatan pada Ahad (12/04), telah dilaksanakan pembukaan (Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak) LP3 antar Pondok Cabang yang. Acara ini bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 3, Karangbanyu. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara puncak peringatan 100 Tahun Gontor, yang diselenggarakan sebagai wadah pembinaan generasi muda.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kontingen dari Pondok Modern Darussalam Gontor Putri serta pondok-pondok alumni cabang, yaitu:

1.      Gontor Putri Kampus 3

2.      Gontor Putri 1

3.      Gontor Putri 4

4.      Gontor Putri 8

5.      AIBS Bojonegoro

6.      Darunnajah 1

7.      Darunnajah 2

8.      Darunnajah 9

9.      PM Darussalam Garut

10.  Darussalam Tasikmalaya

11.  Darul Hikmah Tulungagung

12.  Al Ikhlas Taliwang

13.  Walisongo Ngabar

14.  Riyadhul Ulum Wadda’wah Condong

15.  PP Hajar Aswad Demak

16.  Al Barokah Nganjuk

17.  Baitussalam Yogyakarta.

Acara pembukaan berlangsung dengan penuh kemeriahan dan khidmat. Turut hadir Ketua Panitia 100 Tahun Gontor, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, M.Ec. Kehadiran beliau membuka secara resmi kegiatan LP3 Antar Pondok Cabang. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Ngawi, Kak Abdul Choliq, M.Ag sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kepramukaan ini.

Rangkaian acara pembukaan diawali dengan upacara resmi di lapangan utama. Dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta sebagai simbol keikutsertaan resmi para kontingen. Setelah itu, dilakukan penyambutan serta pemanggilan setiap kontingen secara bergiliran.

Sebagai puncak simbolisasi pembukaan, dilaksanakan penerbangan burung merpati oleh seluruh tamu kehormatan, yang melambangkan perdamaian, persatuan, dan semangat kebersamaan dalam kegiatan LP3.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh semangat. Kegiatan LP3 ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan yang efektif dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, serta mempererat ukhuwah antar santri dari berbagai pondok cabang.

Kontributor : Liza, Hanin, Nurul

Editor : Johansyah, Faza

Semangat “The Soul of Scout Unity” Warnai LP3 2026 di Gontor Putri 3

0

Persiapan Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (LP3) 2026 terus dimatangkan menjelang pelaksanaannya pada (12/04) hingga (17/04). Bertempat di Bumi Perkemahan (Buper) Lapangan Hijau Gontor Putri 3. Sejak Sabtu, (11/04), kegiatan pendirian tenda telah mulai dilakukan oleh para peserta sebagai bagian dari tahap awal kegiatan perkemahan.

Sebanyak 597 peserta yang terdiri dari 487 peserta dan 110 bindamping akan ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka tergabung dalam 25 kontingen, meliputi 12 kontingen dalam, serta 13 kontingen Pondok Alumni Putri. Kehadiran seluruh kontingen tersebut menambah semarak sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam ajang tahunan ini.

Mengusung tema “The Soul of Scout Unity” atau “Jiwa Persatuan Pramuka” maka dengan itu LP3 2026 diharapkan menjadi ajang untuk mempererat persatuan, persaudaraan, serta menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan Pramuka Penggalang dan Penegak. Tema ini juga mencerminkan pentingnya nilai kebersamaan dalam setiap aktivitas kepramukaan.

Rangkaian kegiatan nantinya akan mencakup lima kelompok bidang. Seperti berikut ini mental spiritual, patriotisme dan seni budaya, kesehatan dan ketangkasan, keterampilan dan teknik pembangunan, serta sosial, kemanusiaan, gotong royong, dan lingkungan hidup. Setiap bidang dirancang untuk mengasah kemampuan serta karakter peserta secara menyeluruh.

Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari penataan area perkemahan hingga kesiapan teknis perlombaan yang akan dilaksanakan di area Gontor Putri 3. Panitia memastikan seluruh kebutuhan peserta terpenuhi agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Kontributor : Liza, Hanin

Editor : Johansyah, Faza

PORSENI Sebagai Media Beribadah Juga Ruang Untuk Meningkatkan Kebersamaan

0

Senyum para santri merekah di bawah hangatnya sinar matahari pagi. Jumat (10/04) menjadi penanda dimulainya rangkaian pekan perkenalan Khutbatul A’rsy melalui upacara pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI). Bertempat di Lapangan Hijau Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Acara berjalan dengan khidmat yang diikuti oleh seluruh santri dan guru.

Upacara ini dihadiri oleh Bapak Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal dan Drs. K.H.M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. Bertindak sebagai komandan upacara, Al-Ustadz Arif Afandi Zarkasyi yang menegaskan dalam sambutanya bahwa PORSENI bukan sekadar media pendidikan akan tetapi media kita untuk beribadah. Beliau menekankan pentingnya meluruskan niat, menjadikan setiap aktivitas sebagai bagian dari ibadah, serta menjauhi hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Suasana berlangsung tertib dan penuh semangat. Barisan santri tampak rapi, mencerminkan disiplin yang menjadi ciri khas pendidikan di Gontor. Di sisi lain, wajah-wajah ceria menunjukkan antusiasme mereka menyambut berbagai kegiatan olahraga dan seni yang akan digelar selama beberapa hari ke depan.

Pembukaan PORSENI ini menjadi simbol dimulainya proses pengenalan kepada santri tentang apa itu PMDG secara luas. PMDG tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengasah kreativitas, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan jiwa sportivitas di kalangan santri. Nilai-nilai tersebut dianggap penting dalam membentuk karakter yang berintegritas.

Melalui kegiatan ini, Gontor kembali menegaskan pendekatan pendidikan yang holistik. Santri tidak hanya dididik untuk unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam sikap, mental, dan keterampilan sosial. PORSENI menjadi ruang belajar yang hidup, tempat santri mengasah potensi diri sekaligus membangun karakter.

Pagi itu, senyum dan semangat para santri seakan menjadi cerminan harapan. Bahwa pendidikan bukan sekadar proses belajar di kelas, melainkan perjalanan membentuk manusia yang tangguh, kreatif, dan berakhlak.

Kontributor : Faza, Dejuan, Atalla, Razan

Editor : Johansyah

Art, Handy Craft, and Sport Show Jadi Wadah Kreativitas Santri PMDG Kampus 12

0

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 12 menggelar pembukaan kegiatan Art, Handy Craft, and Sport Show pada Jumat (10/04). Bertempat di Monumen Gedung Al Azhar, Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Pengasuh PMDG Kampus 12 Al-Ustadz Himmah Azhar Latif, S.Th.I., Wakil Direktur PMDG Kampus 12, Guru Senior serta para asatidz dan santri KMI PMDG Kampus 12. Acara berlangsung dengan penuh semangat dan kegembiraan.

Dalam sambutannya, Ustadz Himmah mengajak seluruh keluarga besar PMDG untuk menghidupkan kembali kegiatan seni, keterampilan, dan olahraga . Beliau menegaskan bahwa seorang santri harus memiliki karakter ceria, penuh ide, kuat, memiliki tujuan hidup, serta berani menghadapi tantangan.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengembangkan potensi santri secara menyeluruh. Tidak hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga dalam bidang seni, keterampilan, dan kebugaran jasmani. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi santri untuk melatih kepemimpinan, kerja sama tim, serta kreativitas dalam menghasilkan karya.

Dengan semangat “Tajdidul Hamasy”, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kembali energi positif santri agar tetap produktif, kompetitif secara sportif. Serta mampu menciptakan inovasi dalam berbagai bidang. Melalui kegiatan ini, PMDG Kampus 12 berupaya mencetak generasi yang tidak hanya unggul. Secara akademik, tetapi juga terampil, sehat, dan memiliki apresiasi terhadap nilai-nilai estetika dalam kehidupan bermasyarakat.

Pembukaan Art, Handy Craft, and Sport Show ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatul-l-Arsy. Ini sebagai bagian dari pembinaan karakter dan pengembangan potensi santri secara berkelanjutan.

Kontributor : Aryyo Widagdho, Faiz Mahdi

Editor : Johansyah, Faza

Direktur KMI Tekankan Niat dalam Pembagian Kelas Santri Baru PMDG

0

     Pembagian kelas santri baru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dilaksanakan pada Rabu (08/04) bertempat di Masjid Jami lantai 2. Pada kesempatan tersebut hadir sebagai pembicara Direktur juga Wakil Direktur Kuliyatul Mualimin Al-islamiyah (KMI) Al-Ustadz KH. Masyhudi subari, M.A dan Al-Ustadz Dr. KH. Ahmad Suharto, M. Pd.I..

 Pada pidatonya Al-Ustadz KH. Masyhudi Subari, M.A menekankan kepada santri baru untuk memperbaiki niat dalam belajar di PMDG. Selain itu beliau juga memaparkan bagaimana sistem dan kehidupan yang ada. Tentunya beliau sengaja menyampaikan hal tersebut dikarenakan perbedaan antara Lembaga Pendidikan Gontor dan Lembaga Pendidikan lainya. Gontor seimbang dalam hal pelajaran agama dan pelajaran umum nya dengan persentase 100 % Pelajaran Agama dan 100 % Pelajaran Umum.

“Ikutlah satu persatu pendidikan yang ada di pondok ini maka kalian akan mendapatkan apa yang kamu inginkan, Gontor ini pondasinya adalah ke Gontor apa yang kau cari ? ” ujarnya. beliau juga menambahkan bahwasanya pertanyaan terbesar bagi santri baru adalah “ke Gontor apa yang kau cari ?”

Selain itu, santri baru juga diberikan gambaran mengenai kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren, termasuk disiplin, kemandirian, serta budaya belajar yang aktif. Penjelasan ini diharapkan dapat membantu mereka beradaptasi dengan sistem yang akan dijalani.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat. Para peserta tampak antusias menyimak arahan yang disampaikan sebagai bekal menghadapi masa pendidikan ke depan. Tidak hanya calon pelajar gelombang kedua, kegiatan ini juga diikuti oleh santri kelas 1 reguler dan kelas 1 intensif yang telah lebih dahulu memulai proses pembagian kelas ini.

Melalui kegiatan ini, harapnya seluruh calon pelajar memiliki kesiapan mental dan pemahaman yang lebih baik untuk menjalani pendidikan di Gontor.

Kontributor : Faza, Mufti

Editor : Johansyah

Suasana Haru : Pengumuman Hasil Ujian Calon Pelajar PMDG Putri Kampus 2

0

         Pengumuman Hasil Ujian Program Persiapan Calon Pelajar telah dilaksanakan pada hari Selasa (07/04). Bertempat di Aula Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 2. Sebanyak 119 orang calon pelajar yang berasal dari berbagai daerah di Jawa, Luar Jawa , hingga Luar Negeri hadir.

Acara ini berlangsung secara luring maupun daring dengan penuh harapan mendapatkan hasil yang terbaik. Pimpinan PMDG beserta Direktur Kuliyatul Mu’alimin Al-Islamiyah (KMI) turut hadir untuk memberikan pesan dan nasihat kepada para calon pelajar serta para wali.

         Acara diawali dengan pidato dari Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal beliau menegaskan kepada para calon pelajar bahwasanya di pondok ini tidak  hanya belajar agama saja, tetapi tempat untuk melatih kehidupan di masa depan.  Beliau juga mengingatkan para wali bahwa memondokkan anak berarti turut mempersiapkan hati untuk melepas dan mempercayakan pendidikan anak dari kejauhan.

         Suasana haru dan tegang terasa saat pembacaan hasil ujian yang disampaikan oleh Bapak Direktur KMI, Al-Ustadz K.H. Masyudi Subhari, M.A. Para calon pelajar tampak fokus menyimak setiap nomor yang disebutkan, sementara wali yang mendampingi turut menunggu dengan penuh harap. Satu per satu nomor ujian dibacakan secara berurutan, menandai hasil dari usaha dan perjuangan yang telah mereka tempuh selama mengikuti rangkaian ujian tersebut.

Acara ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Drs. K.H. M. Akrim Mariat, Dipl.A.Ed., dilanjutkan dengan pengarahan antar kampus. Semoga seluruh santriyah yang diterima diberi kelancaran dan kesungguhan dalam menuntut ilmu di kampus yang telah di tentukan.

Kontributor : Maida, Shofwa, Hilya, Sheila

Editor : Johansyah, Faza