Date:

Share:

Silaturahim Diplomatik: 9 Duta Besar Sahabat Sambangi Gontor Putri Kampus 1 Mantingan

Related Articles

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1 Mantingan menerima kunjungan sejumlah duta besar negara sahabat, Jumat (18/9/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda para tamu negara. Sebelum melanjutkan perjalanan ke PMDG Kampus Pusat, mereka lebih dulu menghadiri Peringatan Kesyukuran 100 Tahun Gontor.

9 duta besar negara sahabat hadir

9 duta besar negara sahabat hadir dalam kunjungan tersebut, yaitu Duta Besar Mesir Yasser Hassan Elshemy, Duta Besar Oman Mohamed Ahmed Salim Alshanfari, Duta Besar Turki Talip Kucukan, Duta Besar Qatar Sulthon Mubarak Aldosary, Duta Besar Suriah Abdulmonem Annan, Duta Besar Kuwait Khalid Jassim Alyasin, Duta Besar Sudan Yassir Mohamed Ali Mohamed, Duta Besar Yaman Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, dan Duta Besar Palestina Abdalfatah Alsattari.

Turut hadir Wakil Duta Besar Yordania Alaa Nayef Zaid Eledwan, staf atase politik Kedutaan Besar Jepang, Ketua Panitia 100 Tahun Gontor Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil., Pimpinan Pondok Modern Tazakka K.H. Anizar Masyhadi, istri Duta Besar Palestina Balqis Safira Bilfaqih, Staf Khusus Duta Besar Qatar Dr. Haedar Elhadey Mohammad, serta Dr. Ali Hasan Albahar.

Dalam sambutannya, Hamid Fahmy Zarkasyi yang juga menjabat Rektor Universitas Darussalam Gontor memperkenalkan sejarah dan sistem pendidikan Gontor kepada para tamu. Ia menjelaskan bahwa Gontor didirikan pada 19 September 1926 oleh tiga bersaudara, yaitu Ahmad Sahal, Zainuddin Fanani, dan Imam Zarkasyi, sebagai pesantren tradisional yang sederhana bagi masyarakat desa. Sepuluh tahun kemudian, pada 1936, sistem pendidikan Gontor dimodernisasi. Pembaruan itu mencakup penerapan metode belajar di kelas, sistem semester dan ujian, serta kewajiban tinggal di asrama disertai penegakan disiplin. Modernisasi tersebut juga menanamkan lima jiwa pondok, yaitu keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah Islamiyah, kemandirian, dan kebebasan berpikir.

Hamid Fahmy juga menjelaskan perubahan status kepemilikan Gontor. Pendidikan tradisional dahulu biasanya menjadi milik keluarga ulama pendirinya. Para pendiri Gontor mengubah pola tersebut lewat ikrar wakaf. Lembaga pendidikan itu kemudian diserahkan sepenuhnya kepada umat Islam. Dengan begitu, seluruh umat Islam menjadi pemilik sah Gontor. Ia menambahkan, sistem pendidikan Gontor kini telah diadopsi lebih dari 1.500 lembaga di Indonesia.

Holistic Education

Ia turut mengaitkan capaian tersebut dengan sebuah konferensi internasional. Konferensi itu bertajuk Global Islamic Holistic Education. Gontor menggelar forum tersebut pada 5–6 September 2026. Dalam forum itu, kata dia, Gontor menegaskan posisinya secara terbuka. Pondok modern seperti Gontor disebut sebagai representasi pendidikan holistik. Ia menekankan bahwa itu adalah pendidikan holistik dalam arti sesungguhnya.

“The Modern Pondok like Darussalam Gontor is holistic education in the real sense of the words,” ujarnya, yang berarti pondok modern seperti Darussalam Gontor merupakan pendidikan holistik dalam arti yang sesungguhnya.

Di akhir sambutannya, Hamid Fahmy turut mengundang para duta besar untuk menjajaki kerja sama dengan Universitas Darussalam Gontor. Ia juga membuka peluang kemitraan dengan perguruan tinggi di negara masing-masing duta besar.

Gontor sebagai tempat berkumpulnya calon pendidik

Sementara itu, Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukan menyampaikan kekagumannya terhadap Gontor sebagai tempat berkumpulnya calon pendidik dan pemimpin masa depan Indonesia.

“I am always amazed by Gontor, because here, everyone comes together for the sake of education. Here, I can see the future of Indonesia: the educators of tomorrow, the future patriots of the nation, and the future leaders of Indonesia,” katanya.

Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, peninjauan lingkungan PMDG Putri Kampus 1, salat berjamaah di masjid, dan jamuan makan siang. Seluruh kegiatan di Mantingan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Madiun dan selanjutnya ke PMDG Kampus Pusat, Mlarak, Ponorogo, untuk menghadiri puncak Kesyukuran 100 Tahun Gontor.

Kunjungan ini menjadi bagian dari silaturahim Gontor dengan negara-negara sahabat. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi para tamu untuk mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan di PMDG Putri Kampus 1. Pertemuan ini diharapkan mempererat hubungan Gontor dengan perwakilan negara sahabat. Pertemuan ini juga diharapkan membuka ruang kerja sama pendidikan yang lebih luas di masa mendatang.

Kontributor : Lilis Fitriana, Nur Halisha, Ainu, Dejuan

Editor : Johansyah, Faza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles