GONTOR – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mendapat kunjungan istimewa dari tokoh khat internasional, Syeikh Belaid Hamidi. Sejak Kamis (20/11) hingga Selasa (25/11), khattat asal Maroko tersebut melaksanakan rangkaian kegiatan penting, antara lain silaturahim dengan Bapak Pimpinan, evaluasi penulisan Mushaf Gontor, seremoni penyerahan ijazah khat, serta menghadiri penganugerahan pemenang Musabaqah Khot Darussalam ke-6.
Kedatangannya menjadi kelanjutan hubungan yang telah lama terjalin, sekaligus menunjukkan kontribusi Gontor dalam pengembangan ilmu khat. Pada Sabtu (21/11), bertempat di Masjid Jami’ PMDG, Syeikh Belaid menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga tradisi khat melalui sanad yang jelas di hadapan seluruh santri.

“Ijazah bukan sekadar tanda biasa, melainkan awal lahirnya seorang penulis khat. Ia menjaga nasab pengajaran dan memastikan ilmu ini tetap murni,” ujar beliau. Syeikh Belaid menambahkan bahwa Gontor telah menerima ratusan ijazah dari kunjungannya selama ini.
“Hampir setiap saya datang, selalu ada pembukaan pusat pembelajaran khat baru, baik di kampus putra maupun putri,” ungkap beliau, menggambarkan pesatnya perkembangan seni khat di lingkungan PMDG.
Sebanyak 56 santri dan guru PMDG menerima ijazah tujuh jenis khat: riq’ah, diwani, diwani jali, maghribi mabsuth, maghribi andalus, naskhi, serta satu ijazah tsuluts, yang disebut Syeikh Belaid sebagai ummul ijazah. Ia juga menaruh harapan besar pada proyek Mushaf Gontor yang tengah disempurnakan.

“Mushaf Gontor akan menjadi titik terang perjalanan kemajuan khot di pondok ini. Ketika mushaf ini tersebar kepada umat, ia menjadi pahala besar bagi para penulisnya dan bagi Gontor,” jelas beliau.
Syeikh Belaid turut memberi apresiasi kepada Ustadz Muhammad Nur, muridnya yang kini membina generasi khattat Gontor. “Beliau adalah murid saya, dan kini mendidik generasi penulis khot yang akan datang.” Menutup pidatonya, Syeikh Belaid menyampaikan rasa haru. “Saya sangat bahagia bisa bertemu kalian sebelum saya kembali ke negara saya.”
Dengan kunjungan ini, PMDG meneguhkan diri sebagai salah satu episentrum perkembangan seni khat di Indonesia, bahkan Asia. Karya, sanad, dan para khattat muda yang lahir dari pesantren ini menjadi bukti bahwa tradisi khat terus hidup, berkembang, dan memberi cahaya bagi peradaban.

(Kontributor: Ghazi, Haniyya, Dejuan Editor: Winka, Alif)
Related Articles:
Berikan Ijazah Khat, Syaikh Belaid Hamidi Al-Khattath Bubuhi Langsung Autograf di Atasnya
Tumbuhkan Potensi Santriyah dari Media Seni Kaligrafi dan Khat Al-Arabi