Pembekalan intensif Siswa Kelas Akhir Kuliyatul Mualimin Al-Islamiyah (KMI) 2026 sesi ke-7 menghadirkan tema “Liberisasi dan tantangan pemikiran barat terhadap Islam”. Berlangsung pada Kamis (19/2), di Gedung Olahraga Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Materi disampaikan oleh Al-Ustadz Prof. Dr. K.H Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. selaku Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Dalam paparannya, beliau menjelaskan tentang pengaruh liberalisasi juga pemahaman barat yang memerangi pandangan Islam. Selain itu Pluralisme, Sekularisme, Feminisme dan berbagai pemahaman yang melenceng turut menjadi pembahasan dalam materi tersebut.

Pada awal pembicaraan beliau langsung menyinggung peristiwa 9/11. Beliau turut menjelaskan teori konspirasi yang menyatakan runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) akibat pengeboman terkontrol, bukan benturan pesawat. Narasi tersebut, ujarnya, digunakan untuk menuduh Islam sebagai agama teroris dan membuka penorobosan terhadap negara-negara Islam dengan dalih perang melawan terorisme.

Beliau juga menyinggung bagaimana dunia melawan terorisme. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui pendekatan non-fisik berupa regulasi dan perubahan pola pikir. Dalam pemaparannya, liberalisme dijelaskan sebagai paham kebebasan yang mendorong penyingkiran agama dari politik dan kehidupan publik. Beliau merinci sejumlah cabang pemikiran liberal, seperti pluralisme agama, sekularisme, feminisme dan kesetaraan gender, humanisme, serta demokratisasi.
Pluralisme agama, menurutnya, berbahaya karena menempatkan semua agama sama benarnya sehingga dapat menggoyahkan keyakinan seorang Muslim. Sementara sekularisme dinilai membuang agama dari ranah ilmu dan politik. Adapun feminisme radikal disebutnya berpotensi merombak struktur keluarga dan mendukung gerakan LGBT. Beliau juga mengingatkan agar para santri berhati-hati dalam berdakwah, karena tantangan pemikiran sering kali muncul.

Menutup sesi, beliau menegaskan bahwa kebebasan dalam Panca Jiwa Gontor bukanlah kebebasan beragama, melainkan kebebasan sosial dan kebebasan menentukan masa depan dengan tetap berlandaskan budi pekerti luhur dan pengetahuan luas.
Kontributor: Faza, Kholis, Afghan, Abhiraj
Editor: Winka, Alif, Ghazi