GONTOR – Di tengah masa jadwal ujian semester pertama, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menerima tamu istimewa dari Negeri Matahari Terbit. Kunjungan Dr. Kyoichiro Sugimoto, seorang da’i dan Direktur Chiba Islamic Cultural Centre (CICC) menjadi momentum berharga untuk meneguhkan visi internasional Gontor, yaitu mencetak pemimpin lintas bangsa dan generasi.
Pondok Modern Darussalam Gontor bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi pusat pembentukan karakter yang teladan, berdisiplin, dan berwawasan global. Silaturrahim Dr. Kyoichiro merupakan bentuk dakwah lintas budaya yang sejalan dengan misi PMDG merangkul dunia Islam internasional.

Dalam sambutan beliau di Masjid Jami’, Dr. Kyoichiro mendoakan para santri yang akan menghadapi ujian, sembari menjelaskan bahwa Islam adalah sumber kekuatan spiritual dan moral. “Karena saya mendengar kalian memiliki ujian besok hari, saya berdoa agar Allah membantu kalian semua,” ujar beliau.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Kyoichiro mengisahkan perjalanannya menjadi seorang muslim. Semua itu dimulai ketika beliau bertemu dengan seorang mahasiswa muslim asal Bangladesh ketika berusia 19 tahun. Pertemuan tersebut membuka pandangannya tentang keluarga, kasih sayang, dan arti kehidupan, terlebih setelah mahasiswa tersebut mengundang beliau berkunjung ke negara asalnya. “Saya merasa dihargai, padahal saya orang asing,” ungkap beliau.

Dr. Kyoichiro pun mulai mencari tahu lebih dalam tentang Islam, meski saat itu akses informasi belum semudah hari ini. “Saya menemukan dua konsep menarik, (yaitu) konsep akhirat dan konsep tauhid,” jelas beliau. Pada usianya yang ke-20 tahun, Dr. Kyoichiro memutuskan untuk bersyahadat.
Meski menghadapi banyak tantangan, mulai dari kesendirian, minimnya masjid dan makanan halal, tidak adanya ustadz, semangat beliau tak pernah padam. Beliau menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar doktoral di International Islamic University of Malaysia. Kini, beliau aktif berdakwah dan bersama Yayasan Cinta Qur’an Indonesia berusaha untuk membangun banyak masjid di Jepang. Beliau juga berhasil menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Jepang dan menyebarkannya kepada umat muslim di sana.

(Berita : Ghazi, Foto : Dejuan, Reviewer : Winka, Alif)
Related Articles :
PMDG Terima Kunjungan Atase Agama Kedubes Saudi
Kunjungan Sekjen WIUSY, Pantau Persiapan Jambore Muslim Dunia 2025
Lanjutan Program Penulisan Mushaf Gontor, LPMQ Adakan Kunjungan ke PMDG