Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memulai Ujian Tulis Semester pertama Tahun Ajaran 1447–1448 H / 2026-2027 M pada Rabu pagi (5/8) secara serentak di seluruh kampus. Sejak pagi, ribuan santri memadati lokasi pembukaan dengan tertib. Acara ini dihadiri oleh Pimpinan PMDG, Anggota Badan Wakaf, Direktur KMI, serta seluruh santri PMDG.

indikasi menunjukan sebuah identitas
Pada kesempatan yang berharga itu, K.H. Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan pentingnya identitas kita sebagai santri. Identitas ini tidak akan bisa dikenali tanpa ada nya indikasi, maka dari itu indikasi menunjukan sebuah identitas seseorang atau sebuah lembaga. Identitas seseorang tidak dapat disembunyikan sepenuhnya. Meskipun berusaha menutupinya, identitas itu akan tetap tampak melalui kebiasaan, sikap, dan perilakunya. Semua itu menjadi indikasi yang mencerminkan identitas seseorang.
Menjadi seorang santri harus tercermin melalui berbagai indikasi yang menunjukkan identitasnya sebagai santri. Seperti jujur berdisiplin, bertanggung jawab dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Seseorang tidak dapat disebut sebagai santri apabila kebiasaan dan perilakunya tidak mencerminkan nilai-nilai kesantrian, seperti tidak bangun pagi, meninggalkan salat, atau mengabaikan adab dan disiplin. Sebab, identitas seorang santri tidak hanya diakui melalui status, tetapi juga melalui kebiasaan, akhlak, dan amalan yang menjadi ciri khas kehidupannya. Karena itu, seorang santri tidak cukup hanya menyandang status sebagai santri, tetapi harus menunjukkan nilai-nilai panca jiwa dalam setiap aktivitasnya.
“Indikasi menunjukan sebuah identitas, indikasi kita sesuai dengan nilai-niali panca jiwa. Keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah dan kebebasan.”ujar beliau saatt menyampaikan pidato pembukaan ujian tulis.

Ujian bukan sekadar sarana mengukur kemampuan akademik
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta menjelang pelaksanaan ujian tulis. Ujian bukan sekadar sarana mengukur kemampuan akademik, melainkan juga momentum untuk membuktikan karakter seorang santri melalui kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesungguhan. Dengan demikian, sikap selama mengikuti ujian menjadi salah satu cerminan nyata identitas santri yang dibentuk melalui sistem pendidikan Gontor.

Ujian tulis diikuti oleh seluruh santri kelas 1 hingga kelas 5 KMI. Setelah pembukaan, peserta memasuki ruang ujian masing-masing dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku.
Selama lebih dari dua belas hari, para santri akan mengikuti rangkaian ujian akademik sebagai evaluasi hasil belajar selama satu semester. Selain mengukur penguasaan materi, ujian juga menjadi sarana pembinaan karakter melalui penanaman nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan amanah. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian integral dari sistem pendidikan Gontor yang berlangsung secara menyeluruh selama 24 jam.

Kontributor : Faza, Atalla, Bagian Photography OPPM
Editor : Johansyah