DEPOK — Mahasiswa Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Semester III melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Sekolah MASTER Indonesia dan Pondok Tahfiz MASTER, Depok. Kegiatan yang berlangsung pada 27 Juli hingga 30 Agustus 2026 tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa mengaktualisasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sasaran kegiatan meliputi siswa jenjang PAUD hingga SMA, santri Pondok Tahfiz MASTER, serta para wali murid. Sekolah MASTER Indonesia merupakan lembaga pendidikan gratis bagi anak jalanan, keluarga prasejahtera, pengamen, pemulung, dan masyarakat rentan lainnya. Sekolah ini berdiri pada tahun 2000 sebagai ikhtiar untuk menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan dalam memperoleh layanan pendidikan yang layak. Selama program berlangsung, mahasiswa menyampaikan berbagai materi keislaman dasar, antara lain akidah, fikih, tafsir, tilawah Al-Qur’an, dan penanaman akhlakul karimah. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan karakteristik peserta sehingga materi tidak hanya dipahami secara teoretis, tetapi juga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

PkM Membuka Wawasan tentang Kebutuhan Pembinaan Keagamaan
Salah seorang peserta PkM, Miftahul Huda, mengatakan bahwa kegiatan tersebut membuka wawasannyamengenai besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pembinaan keagamaan. “Selama mengikuti PkM, kebutuhan masyarakat terhadap ilmu agama ternyata sangat besar. Bahkan, banyak masyarakat berharap kampus-kampus, khususnya perguruan tinggi Islam, lebih sering mengadakan kegiatan seperti ini,” ujarnya. Senada dengan itu, Ikhwan Arfa’ Bimantoro menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ada banyak pertanyaan yang di luar dugaan. Namun, justru hal itu memacu kami untuk terus memperdalam ilmu agar semakin siap ketika terjun dan mengabdi di tengah masyarakat,” katanya.

Antusiasme juga datang dari para peserta didik
Antusiasme juga datang dari para peserta didik. Salah seorang siswa SMP Sekolah MASTER Indonesia mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Acaranya seru. Kakak-kakaknya juga menyenangkan, jadi kami mendapat banyak ilmu baru. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan,” katanya. Bagi UNIDA Gontor, pengabdian kepada masyarakat merupakan pengejawantahan nilai-nilai kepesantrenan yang menempatkan khidmah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses menuntut ilmu. Tradisi pesantren mengajarkan bahwa ilmu memperoleh keberkahan ketika diamalkan dan menghadirkan manfaat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi insan akademis yang unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, memahami kebutuhan masyarakat, serta mampu menghadirkan solusi melalui ilmu yang dimilikinya.
Kontributor : Winka G.N., Tim Dokumentasi PkM
Editor : Faza