Date:

Share:

Sampai Berjumpa Lagi, Ayah

Related Articles

Sabtu (3/1) di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terasa berbeda dibandingkan dengan hari-hari yang lain. Gerimis di sore hari seakan membasuh wajah termenung para penghuninya. Lazuardi senja di atap langit mengiringi matahari terbenam. Bulan malu-malu mengintip di balik awan, menerangi Kampung Damai yang sunyi, atau memilih berdiam diri.

Kala itu, “ibu” sedang berduka karena kehilangan salah satu putra terbaiknya. Hari itu, pukul 12.14 WIB , Pimpinan PMDG, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., seorang ulama pembaharuan pendidikan, dipanggil pulang oleh Yang Maha Kuasa. 

RS Moewardi, Solo, Jawa Tengah, menjadi saksi perjuangan beliau melawan sakit selama berbulan-bulan. Pasang-surut kondisi kesehatan beliau selalu diiringi oleh doa anak-anaknya di pondok. Harapan dan dukungan dalam segala bentuk terus dipanjatkan demi kesembuhan ayah. Seluruh kegiatan santri dan guru tetap berjalan sebagaimana biasa, meski hati bergetar menanti kabar.

Kiai Amal adalah putra keempat salah satu Trimurti pendiri Gontor, KH. Imam Zarkasyi, yang lahir pada 4 Nopember 1949. Sebagaimana ayahnya, beliau adalah orang yang aktif bergelut di dunia pendidikan pesantren. Hidupnya beliau jalani dengan memperjuangkan sistem mu’allimin agar diakui oleh mata negara, bahkan dunia.

Banyaknya alumnus PMDG yang kini menimba ilmu di Mesir merupakan salah satu bukti perjuangan beliau untuk Gontor. Dengan penuh kesungguhan, Kiai Amal mengusahakan agar ijazah KMI dan sarjana muda UNIDA (IPD pada saat itu) mendapat kesetaraan oleh perguruan tinggi di Tanah Para Nabi tersebut.

Selepas menyelesaikan studi magister di Darul Ulum Cairo University pada tahun 1987, beliau pulang ke tanah air melanjutkan khidmah untuk pondok tercinta. Pengabdian yang diwarnai suka-duka dijalaninya dengan tabah dan teguh. Berbagai amanah Kiai Amal ampu demi menjaga roda pendidikan Gontor; Wakil Rektor UNIDA III dan IV, Rektor UNIDA, hingga diangkat menjadi Pimpinan Pondok pada 2020 bersama Drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed.

Ribuan kepala santri dan guru menunduk mendengar kabar kepergian beliau. Tak terhitung alumni di luar sana yang mengirimkan belasungkawa, menitikkan air mata melepas kepulangan ayah mereka. Segala kenangan dan warisan yang Kiai Amal ukir tetap abadi, meski jasadnya tak lagi menemani anak-anaknya.

“Kita ketemu nanti di akhirat,” ujar KH. Hasan Abdullah Sahal di hadapan mereka yang ikut menshalatkan jenazah Kiai Amal. Ungkapan sederhana yang mengguncang batin siapa saja yang mendengarnya. Kini, beliau telah tenang beristirahat bersama para pejuang pondok yang telah lebih dulu berpulang.

Terima kasih ayah, engkau telah mengajarkan anak-anakmu arti perjuangan. Ceritamu telah ditutup dengan iringan doa dan hormat kami. Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., seorang pendidik, pejuang, dan maestro yang akan selalu terkenang. Gontor menjadi saksi perjalanan beliau yang terhias tinta emas.

Atas semua jasamu, semoga engkau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Kini, giliran kami meneruskan nilai-nilai khidmah yang telah ayah wariskan.

Sampai berjumpa lagi, ayah.

Kontributor: Ghazi, Dejuan, Editor: Winka, Alif

Related Articles:

Ribuan Pelayat Antar Pemakaman Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi

Siaran Pers: Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Prof Dr KH Amal Fathullah Wafat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles