Date:

Share:

Kuliah Shubuh 7 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag.

Related Articles

Disampaikan oleh guru Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz H. Suwarno TM, S.Ag., di Masjid Jami’ PMDG pada Selasa, 7 Ramadhan 1447 H/24 Februari 2026 M.

  • Kalau kita berpikir dengan pikiran yang jernih, sulit untuk tidak bersyukur. Di bulan ini, Allah mengobral pahala, apa yang kita lakukan di bulan ini semuanya berpahala.
  • Hal ini sulit dicari, jarang terdapat, mahal harganya. Bersyukur.
  • Sebuah kesyukuran, bapak dan ibumu dapat menyekolahkan anak-anaknya di Gontor. Karena, betapa banyaknya orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya. Dan, ada juga yang orang tuanya mampu, namun anaknya tidak mau.
  • Alhamdulillah, kalian semua adalah orang-orang yang beruntung, karena mau bersekolah di Gontor.
  • Bersekolah di pesantren merupakan kesyukuran yang luar biasa. Di pesantren inilah dibentuk kader-kader pemimpin umat.
  • Man lam yadzuq dzulla-t-ta’allumi saa’atan, tajarra’a dzulla-l-jahli thuula hayaatihi (siapa yang belum merasakan pahitnya belajar sesaat, akan merasakan pahitnya kebodohan sepanjang hidupnya). Inilah yang dinamakan proses. Ibarat pedang yang tajam, melalui sebuah proses, dengan ditempa, dipukul, dipanaskan, diproses agar pedang itu tajam.
  • Banyak orang yang pintar, terampil. Namun, yang penting adalah prosesnya.
  • Di pesantren, ilmu agama kalian ditempa.
  • Terdapat banyak teknologi dari yang paling kecil hingga besar yang bertujuan untuk agama. Di pondok ini, teknologi itu penting, tergantung dengan cara penggunaannya.
  • Kalau kalian terus membaca Al-Qur’an dan mempelajarinya, maka in syaa Allah kita dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.
  • Maka, beruntunglah kalian karena masuk pesantren, diajarkan ilmu-ilmu agama berdasarkan Al-Qur’an. Dari situ kita dapat menggunakan teknologi dengan sebaik-baiknya.
  • Pemuda-pemuda di luar sana, banyak yang mementingkan kebahagiaan mereka dengan maksiat, sedangkan kita di pesantren membahagiakan diri kita dengan ajaran-ajaran agama.
  • Di pondok ini, ada disiplin, karena disiplin merupakan kunci kesuksesan. Disiplin itu bukan berarti mengekang pergerakan kita, tetapi mengarahkan tujuan kita supaya terus berjalan, sehingga kita dapat mengatur waktu dan kegiatan kita.
  • Disiplin itu mudah, hanya menempatkan segala sesuatu sesuai dengan waktunya, bukan berarti mengekangnya. Sebagai contoh, seorang atlet yang berdisiplin dengan kegiatannya untuk menggapai tujuannya.
  • Di dalam masa pendidikan di pondok, kita dituntut untuk berdisiplin demi masa depan. Belajar pidato seminggu 3 kali adalah contoh dari proses yang kita lakukan di pondok ini.
  • Disiplin yang ada di pondok ini, patut dilaksanakan dengan hati yang ikhlas. Karena, segala sesuatu yang kita lakukan di pondok ini untuk latihan.
  • Oleh karena itu, ada istilah “Kalau tidak betah silahkan coba 1 tahun, kalau belum juga 2 tahun, kalau belum juga 3 tahun”, itu semua untuk proses demi masa depan. Dengan proses kita akan memahami sesuatu yang belum kita pahami.
  • Dalam pergerakan memang ada gesekan, kalau tidak ada gerakan maka tidak ada gesekan. Adanya gesekan untuk menguatkan mental-mental yang akan menimbulkan dinamika yang baik.
  • Dinamika yang baik akan menimbulkan etos kerja yang baik, cekatan, dan tanggap. Edukasi yang baik akan membentuk idealisme.
  • Di Gontor ini diajarkan bagaimana kita hidup, dan mencari hidup yang baik.

Notulen: Hilmi

Related Articles:

Kuliah Shubuh 4 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Mulyono Jamal, M.A.

Kuliah Shubuh 5 Ramadhan 1447 H, Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. Y. Suyoto Arief, M.S.I.

Kuliah Shubuh 6 Ramadhan 1447 H, Al-Ustadz H. Ismail Abdullah Budi Prasetyo, S.Ag.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles