Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar Diskusi Umum bagi Siswa Akhir KMI 2027 Impervious Generation pada Ahad malam (14/6), di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Kegiatan tersebut mengangkat tema “AI-Based Learning Media: A Positive Impact or A Path Toward an Instant Generation?” dan diikuti seluruh siswa kelas 6 KMI, guru pembimbing, serta delegasi lembaga pengembangan literasi santri, yakni FP2WS, Itqan Group, dan Darussalam Pos.
Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, diskusi kali ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Yusuf Praba bertindak sebagai pemakalah, sedangkan Faza Fawza menjadi pembanding. Keduanya membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam dunia pendidikan, termasuk peluang dan tantangan yang menyertainya.

Dalam pemaparannya, Faza menegaskan bahwa AI pada dasarnya merupakan alat yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Semua ini bergantung pada cara penggunaannya, “AI tidak dapat dikatakan baik atau buruk. Dampaknya ditentukan oleh bagaimana pelajar memanfaatkannya, apakah untuk mendukung proses belajar atau justru mengurangi daya pikir kritis,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai pandangan dari peserta. Sejumlah isu yang dibahas antara lain efektivitas AI sebagai media pembelajaran, potensi ketergantungan teknologi, serta pentingnya menjaga kemampuan berpikir mandiri di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Melalui kegiatan ini, PMDG berupaya menumbuhkan budaya berpikir kritis serta keterampilan mengambil keputusan berdasarkan argumentasi yang logis. Kompetensi tersebut dinilai penting sebagai bekal bagi santri dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat di masa mendatang.

Kontributor : Haniya, Tim Media PMDG
Editor : Johansyah, Faza