Date:

Share:

Bupati Magelang Buka Darul Qiyam Fair 2025: Pesantren Adalah Benteng Moral Bangsa

Related Articles

MAGELANG — Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, secara resmi membuka Darul Qiyam Fair 2025 di Balai Pertemuan Darul Qiyam (BPDQ) Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 5, Sabtu (4/10) malam. Ajang ini menjadi syiar Islam sekaligus refleksi perjuangan 100 tahun Gontor. Acara berlangsung tiga hari, 4–6 Oktober 2025, dengan tema “Gontor Menghadirkan Nilai-Nilai Islam, Membangun Peradaban Utama.”

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan peran pesantren sebagai benteng moral bangsa dan pusat pembangunan sumber daya manusia berakhlak mulia.

“Pemerintah Kabupaten Magelang akan terus berkomitmen memperkuat sinergi bersama seluruh pondok pesantren. Karena pesantren adalah benteng moral sekaligus pusat pembangunan sumber daya manusia,” ujar beliau.

Pembukaan yang meriah itu dihadiri Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, Dr. Khoirul Umam S.H.I., M.Ec., para pimpinan pesantren se-Magelang, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah. Ribuan santri, guru, dan kontingen peserta turut menyemarakkan kegiatan ini.

Beragam acara digelar dalam rangkaian Darul Qiyam Fair, antara lain kompetisi da’i Islam se-Kabupaten Magelang; Festival Ulama Muda se-Kecamatan Sawangan; Darul Qiyam Bazar; serta medical check up dan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial santri.

Bupati juga mengapresiasi kiprah PMDG yang telah berperan besar dalam pendidikan Islam di Indonesia. “Ini capaian seabad perjalanan yang mengukir sejarah panjang pendidikan Islam dan kontribusinya bagi bangsa Indonesia,” katanya. Ia menegaskan Darul Qiyam adalah wujud nyata salah satu filosofi Gontor; “berdiri di atas dan untuk semua golongan.”

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, Dr. Khoirul Umam, menegaskan Gontor berdiri atas spirit wakaf cinta Trimurti yang rela melepaskan harta paling dicintai demi pendidikan umat.

“Memberi yang paling dicinta, inilah yang diwujudkan oleh anak-anak kita, santri-santri kita malam ini. Jika Bapak Bupati melihat panggung yang megah ini, itu dibuat oleh tangan-tangan santri yang ingin memberi,” ujar Ustadz Umam.

Beliau juga menekankan bahwa pendidikan di Gontor bertujuan membentuk jiwa pejuang yang siap memberi dan mengabdi, bukan sekadar mencetak tenaga kerja. “Pesantren sejak awal mendidik santri menjadi pejuang yang siap berjuang, bukan generasi yang cengeng,” kata beliau menegaskan.

Pembukaan Darul Qiyam Fair 2025 ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Magelang, Ketua Umum Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, dan Wakil Pengasuh Gontor Kampus 5 sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan Kompetisi Da’i Islam antarpesantren se-Kabupaten Magelang yang berlangsung hingga pukul 23.45 WIB.

Darul Qiyam Fair 2025 diharapkan menjadi momentum tadzakkur dan tasyakkur, yaitu mengingat perjuangan sekaligus mensyukuri nikmat Allah atas perjalanan panjang Gontor selama seratus tahun. Kegiatan ini menjadi sarana pendidikan, pengembangan potensi diri, syiar Islam, serta pembinaan mental dan spiritual bagi santri dan masyarakat sekitar.

Berita : Tim Media dan Publikasi Darul Qiyam Fair 2025
Foto : Tim Dokumentasi Darul Qiyam Fair 2025
Reviewer : Biro Hubungan Masyarakat PMDG

Related Articles :

Darul Qiyam Raih Kemenangan Telak atas Darunnajah di Cabang Voli

Penutupan Porseni Di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam

Pembangunan Gedung Pertemuan Darul Qiyam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles