Senin pagi 07.00 WIB (17/8), Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) kampus 4, sukses menggelar upacara kemerdekaan HUT RI ke-81. Acara ini dihadiri, wakil pengasuh PMDG kampus 4, wakil direktur, guru-guru serta seluruh santri PMDG Kampus 4.
Upacara peringatan kemerdekaan berlangsung khidmat. Di tengah suasana pagi yang diselimuti kabut, seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh disiplin. Perhatian tertuju pada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) PMDG Kampus 4 yang menjalankan tugas dengan penuh ketepatan. Tim Paskibra ini merupakan santri-santri pilihan yang sebelumnya telah di seleksi dan dilatih oleh para pembimbing.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Al-Ustadz Nurwahyudin, M.Pd menyampaikan amanat tentang pentingnya memahami sejarah serta mengambil peran dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu bangsa.

Pesan Bung Karno “Jas Merah”
Mengutip pesan Bung Karno, beliau mengingatkan para santri dengan ungkapan, “Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Pesan tersebut menjadi pengingat agar generasi muda, khususnya santri, tidak melupakan perjuangan para pahlawan dan ulama dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dalam amanatnya, beliau juga menekankan pentingnya perubahan mental dan peningkatan kualitas diri bagi generasi santri. Menurutnya, seorang santri tidak cukup hanya menjadi dirinya sendiri, tetapi harus terus berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya.

Be Your Self – Be Your Best
“Bukan lagi sekadar be your self, tetapi harus melangkah lebih jauh menjadi be your best,” tutur beliau.
Lebih lanjut, Al-Ustadz Nurwahyudin menggambarkan proses membangun peradaban bangsa melalui filosofi kehidupan pesantren. Menurutnya, setiap elemen pendidikan memiliki peran dalam membentuk masa depan bangsa.
“Setiap santri adalah guratan harapan, setiap guru adalah sapuan keikhlasan, dan setiap doa yang terangkat di sepertiga malam adalah warna yang memperindah kanvas peradaban,” ungkapnya.

upacara ini merupakan pembelajaran berharga bagi para santri untuk mengingat akan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan.
Di lingkungan pesantren, kecintaan terhadap tanah air diwujudkan melalui pendidikan, kedisiplinan, pengabdian, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Dari Kaligung, para santri terus melangkah, membawa semangat perjuangan untuk menjadi bagian dari generasi yang merawat Indonesia.

Kontributro : Abd. Halim, Satryatama Silpasastra
Editor : Johansyah, Faza