Setelah masa liburan berakhir, seluruh santri kembali memasuki kehidupan pondok. Momentum tersebut menjadi awal untuk kembali menata niat dan mempersiapkan diri menjalani semester kedua.
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), K.H. Akrim Mariyat, mengingatkan santri agar tidak sekadar kembali ke pondok secara fisik. Santri harus kembali dengan kesiapan untuk mengikuti seluruh proses pendidikan secara totalitas.
“Udkhuluu fii Gontor kaffah!” pesan beliau dalam amanat Upacara Pembukaan Semester Kedua.

Kembali Mengingat Tujuan ke Gontor
K.H. Akrim Mariyat mengajak setiap santri untuk kembali merenungkan tujuan mereka berada di Gontor.
“Ke Gontor apa yang kau cari?” menjadi pertanyaan yang perlu dijawab oleh setiap individu.
Menurut beliau, jawaban atas pertanyaan tersebut harus diwujudkan melalui program yang jelas. Setiap individu perlu memiliki program yang dapat dijalankan dengan baik selama berada di pondok.
Program tersebut bukan sekadar rencana. Setiap program harus dilaksanakan dengan kesungguhan dan kedisiplinan.

Disiplin Dimulai Dari Diri Sendiri
Dalam kehidupan pondok, kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan. Kedisiplinan juga harus tumbuh dari kesadaran setiap individu.
K.H. Akrim Mariyat menegaskan bahwa disiplin pribadi akan membentuk kedisiplinan dalam kehidupan bersama.
“Kalau pribadi telah berdisiplin, insyaallah akan berdisiplin juga untuk bersamanya,” tutur beliau.
Karena itu, setiap individu perlu membiasakan diri untuk memiliki program dan menjalankannya secara konsisten.

Program Menjadi Pedoman
K.H. Akrim Mariyat juga menekankan pentingnya menjadikan program sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan.
Menurut beliau, keberlangsungan kegiatan tidak boleh hanya bergantung pada sumber daya manusia yang menjalankannya. Sebaliknya, kegiatan harus memiliki program yang jelas.
“Program harus dijalankan. Jangan bertumpu pada SDM-nya, tetapi bertumpu pada programnya,” jelas beliau.
Di Gontor, setiap kegiatan harus berjalan berdasarkan program yang terarah. Tidak boleh ada kegiatan yang berjalan tanpa koordinasi.

Setiap Program Harus Memiliki Payung
Beliau menjelaskan bahwa setiap program harus berada di bawah program induk. Jika terdapat bagian yang ingin membuat program baru, hal tersebut perlu dikoordinasikan terlebih dahulu.
Koordinasi diperlukan agar setiap bagian mengetahui kegiatan satu sama lain. Dengan demikian, setiap kebijakan dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi tumpang tindih.
K.H. Akrim Mariyat juga mengingatkan adanya berbagai program pada masa lalu yang berjalan tanpa diketahui Pimpinan Pondok.
Karena itu, setiap kegiatan harus memiliki payung dan pelindung yang jelas. Seluruh lembaga dan bagian di pondok harus menjalankan kegiatan dengan sepengetahuan pihak yang diberi hak oleh Pimpinan Pondok.
Menurut beliau, keteraturan tersebut juga merupakan bagian dari pendidikan kedisiplinan di Gontor.

Kurikulum Pendidikan Kehidupan
Lebih lanjut, K.H. Akrim Mariyat menjelaskan bahwa kurikulum Gontor merupakan kurikulum pendidikan kehidupan.
Pendidikan di Gontor tidak berhenti pada penguasaan ilmu. Ilmu yang diperoleh harus berjalan bersama etika dalam kehidupan.
Setiap pencapaian yang diraih perlu memiliki batas berupa etika. Ilmu juga harus diarahkan untuk memberikan manfaat dan menjadi sarana beribadah.
“Ilmu untuk ibadah, bukan ilmu untuk ilmu,” pesan beliau.

Tidak Meremehkan Kegiatan
Di akhir penyampaiannya, K.H. Akrim Mariyat mengingatkan santri agar tidak meremehkan kegiatan sekecil apa pun di pondok.
Setiap kegiatan memiliki peran dalam membentuk pribadi santri. Begitu pula setiap program menjadi bagian dari proses pendidikan kehidupan di Gontor.
Memasuki semester kedua, seluruh santri diharapkan kembali menata niat dan menjalankan program dengan penuh disiplin.
Dengan demikian, kembalinya santri ke pondok tidak hanya menjadi tanda berakhirnya masa liburan. Momentum tersebut menjadi awal untuk kembali bersungguh-sungguh dalam belajar, berdisiplin, dan menjalani pendidikan kehidupan di Gontor.

Pesan yang disampaikan oleh Drs. K.H. Muhammad Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. dalam pembukaan semester kedua tahun ajaran 2026-2027 M / 1447-1448 H.
Kontributor : Faza, Atalla
Editor : Johansyah